LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

Rabu, 05 September 2012

Memahami tanggung jawab sosial


Memahami tanggung jawab sosial berdasarkan ISO 26000

Tanggung jawab sosial organisasi: Latar belakang historis

SBY mengajak seluruh dunia untuk berbisnis secara green dan meninggalkan cara-cara berbisnis yang greed. Ini mengundang tepuk tangan hadirin. Perubahan dari greed (serakah) menjadi green (peduli lingkungan) adalah bagian dari tanggung jawab sosial.

Istilah tanggung jawab sosial mulai digunakan secara luas pada awal tahun 1970.  Berbagai aspek tanggung jawab sosial adalah subjek tindakan oleh organisasi dan pemerintah sejak abad yang ke-19, dan dalam beberapa kasus bahkan lebih awal.

Perhatian terhadap tanggung jawab sosial di masa lalu telah difokuskan terutama pada bisnis. Istilah " tanggung jawab sosial perusahaan " disingkat CSR dalam bahasa Inggris Corporate Social Responsibility masih lebih familiar bagi masyarakat daripada "tanggung jawab sosial".

Kemudian berkembang pandangan bahwa tanggung jawab sosial ini berlaku untuk semua organisasi. Pandangan ini muncul mendorong sikap dan tuntutan supaya tanggung jawab sosial berlaku bagi semua jenis organisasi. Tanggung jawab sosial bukan hanya urusan mereka dalam dunia bisnis. Alasan yang diakui dan dikemukakan bahwa semua organisasi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Kata kuncinya adalah BERLANJUT.

Unsur-unsur tanggung jawab sosial mencerminkan harapan masyarakat pada waktu tertentu, dan karena itu selalu berubah. Apabila terjadi perubahan keprihatinan dan perhatian masyarakat, maka harapannya itu harus direspon oleh organisasi yang juga harus berubah untuk mencerminkan  keprihatinan dan perhatian tersebut.

Sebuah gagasan awal dari tanggung jawab sosial berpusat pada kegiatan filantropis seperti memberikan untuk amal. Amal ini umum diberikan kepada lembaga keagamaan dan lembaga sosial baik lokal maupun internasional. Mereka umumnya mengurusi kepentingan anak yatim piatu, korban bencana, hingga korban konflik dan perang. Subyek seperti praktek tenaga kerja dan praktek operasi yang adil muncul satu abad yang lalu atau lebih. Topik lainnya, seperti hak asasi manusia, lingkungan, melawan dan pemberantasan korupsi dan perlindungan konsumen, ditambahkan seiring waktu, karena subjek ini mendapat perhatian yang lebih besar.

Subyek inti dan isu-isu yang diidentifikasi dalam standar ISO 26000 mencerminkan pandangan terkini dari praktik yang baik. Pandangan atas praktek yang baik juga pasti akan berubah di masa depan. Pertambahan masalah mungkin mulai dilihat sebagai elemen penting dari tanggung jawab sosial. Ketika ada seseorang memberikan pandangan dan mengaitkan dengan kehadiran suatu organisasi, maka pandangan ini berikutnya harus menjadi perhatian organisasi yang bersangkutan. Ini alamiah, karena kehidupan selalu berkembang.

Perkembangan terbaru dalam tanggung jawab sosial

Kekhawatiran tentang tanggung jawab sosial organisasi meningkat didasarkan pada sejumlah alasan. Kekhawatiran itu lebih banyak akibat dari perkembangan itu sendiri. Globalisasi, mobilitas dan aksesibilitas lebih mudah, dan ketersediaan komunikasi instan. Semua ini  berarti
bahwa individu dan organisasi di seluruh dunia menemukan lebih mudah untuk mengetahui apa yang dikerjakan dan semua kegiatan organisasi di lokasi yang dekat dan maupun jauh. Faktor-faktor ini memberikan kesempatan mendapatkan manfaat bagi organisasi untuk belajar dari cara-cara baru dalam melakukan sesuatu dan memecahkan masalah. Perkembangan baru ini juga berarti bahwa kegiatan organisasi tunduk pada pengawasan meningkat oleh berbagai macam kelompok dan individu. Kebijakan atau praktik diterapkan oleh organisasi di lokasi yang berbeda dapat dengan mudah dibandingkan. Dengan cara membandingkan maka mudah bagi masyarakat untuk melihat, dengan kebiasaan atau norma yang berlaku, bahwa kelebihan atau kekurangan tersebut berimbas pada permasalahan sosial yang timbul.

Sifat global dari beberapa masalah lingkungan dan kesehatan berpengaruh kepada respon masyarakat.  Pengakuan tanggung jawab seluruh dunia untuk memerangi kemiskinan mendorong setiap organisasi supaya mengambil peran aktif. Tumbuhnya saling ketergantungan keuangan dan ekonomi selalu dikaitkan dengan kepentingan di luar kegiatan utama organisasi. Letak atau posisi yang lebih terpisah secara geografis menimbulkan rantai nilai berarti bahwa hal-hal yang relevan dengan organisasi dapat meluas melewati orang-orang yang ada di daerah terdekat di mana organisasi berada. Adalah penting bagi organisasi menangani tanggung jawab sosial terlepas dari keadaan sosial atau ekonomi. Instrumen seperti Deklarasi Rio tentang
Lingkungan dan Pembangunan, Deklarasi Johannesburg mengenai Pembangunan Berkelanjutan  dan Tujuan Pembangunan Milenium menekankan saling ketergantungan seluruh dunia. Tidak ada lagi organisasi yang dapat mengabaikan kepentingan lain dan hanya mengutamakan kepentingannya sendiri.

Selama beberapa dekade terakhir, globalisasi telah menghasilkan peningkatan dampak dari berbagai jenis organisasi - termasuk di sektor swasta, LSM dan pemerintah - terhadap masyarakat dan  lingkungan. Bersambung ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar