LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

Selasa, 27 Oktober 2015

DISKUSI PERLUNYA UNDANG-UNDANG DANA SOSIAL KEAGAMAAN

LAPORAN PELAKSANAAN DISKUSI MENDALAM
PERSIAPAN RUU PENGELOLAAN DANA SOSIAL KEAGAMAAN KRISTEN
DI RUANG RAPAT FRAKSI HANURA DPR RI
TANGGAL 27 JUNI 2014

TUJUAN DISKUSI:           
Menampung aspirasi dari Pemangku Kepentingan yang paling kompeten di lingkungan masyarakat Kristen Indonesia.

HASIL DISKUSI
Semua nara sumber utama dan pendamping/pembanding dan peserta diskusi mendukung dan mendorong supaya segera diterbitkan Undang-Undang Tentang Pengelolaan Dana Sosial keagamaan Kristen dalam waktu secepatnya.

NARA SUMBER UTAMA                :              
1. Dr. Mahli Sembiring, MhD.,MMSc., MSi., CPA., BKP
     Ketua Umum:
-          Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI)
-          Lembaga Budaya Agama Kristen (LEBAK)
-          Jaringan Usaha Sejahtera (JUS)
Akuntan, Konsultan Pajak, Konsultan Bisnis, Jasa Manajemen, Reverend, Pastor/Clergy, Bible Minister, Aktivis Gereja dan Bisnis.

2. Pdt. Prof. Jan Sihar Aritonang, PhD.
-          Sekolah Tinggi Teologia (STT) Jakarta
-          Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)
-          Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI)

3. Pdt. Dr.   Yacob Nahuway
Ketua Umum:
-          Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI)
-          Sinode Gereje Betel Indonesia (GBI)
-          Pendeta/Pimpinan Gereja Mawar Saron
Semua permasalahan dana sosial keagamaan Kristen Indonesia (keuangan gereja) terbesar berada di bawah naungan PGPI, dengan proporsi anggota dan kekayaan diestimasi melebihi 50% dari seluruh anggota dan kekayaan umat gereja di seluruh Indonesia.
               
4. Bengcu Hai-Hai
Apologia – Pembela Ajaran Alkitab/Bible Murni
Blogger dan Penulis dengan pesan intinya menelanjangi praktek pengerukan dana sosial Keagamaan Kristen yang menurutnya menyimpang dari Ajaran Alkitab/Bible dan merugikan negara, bangsa, dan masyarakat Indonesia untuk kepentingan pribadi dan keluarga Pendeta-Pendeta Kaya di Indonesia.

NARA SUMBER PENDAMPING/PEMBANDING

1.       Ir. Drs. Laksma (Purn) Bonar Simangunsong, MSc
Ketua Umum Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) – didukung oleh tokoh-tokoh Kristen utama papan atas terutama dari kalangan Militer, Polisi, Politikus, Pengusaha dan Rohaniwan.
Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)
Ketua Dewan Penasehat Partai Damai Sejahtera
Pendiri Asosiasi Yayasan Untuk Bangsa (AYUB) – dengan anggota sekitar 1000 Yayasan Kristen seluruh Indonesia
Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara (LAN)
Tenaga Ahli Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN)
Berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas)

2.       Drs. Joni Pidel Patandung, MM
Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (GAPEKSI)
Lembaga Sertifikasi Jasa Konstruksi

3.       Yesri
Ketua Umum Paguyuban Perempuan dan Generasi Muda Indonesia
Aktivis Sosial dan Kemasyarakatan

PENDUKUNG DISKUSI

1.       Hamdani Mahmud, Staf Ahli DPR Komisi VI Fraksi Hanura
2.       Meity Hadzriana, Staf Ahli DPR Komisi VIII Fraksi Hanura
3.       Pdt. Edward Hutapea, Aktivis Pelayanan Kristen Internasional di Indonesia

PESERTA

30 orang sesuai daftar absen

PENYELENGGARA DISKUSI:
Tuan Rumah: Komisi VIII DPR RI
Fasilitator: Fraksi Hanura DPR RI

Pelaksana: Panitia Bersama antara: LEMSAKTI, MUKI, KOMUNITAS AKU MANDIRI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar