LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

Sabtu, 28 Januari 2017

ALLAH MEMIMPIN MELALUI ROH ALLAH

ALLAH MEMIMPIN MELALUI ROH ALLAH

[Author: Pdt. Dr. Jacob Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

17. Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
33. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

14. Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

10. Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

Pokok  Pemahaman:

  • 1    Roh manusia adalah bagian dari Allah yang ditempatkan dalam diri manusia sehingga manusia itu hidup. Aku adalah AKU.
  • 2.       Roh Yesus diberikan kepada manusia ( =lahir baru) yang rohnya telah rusak oleh dosa, sehingga manusia itu dapat hidup kekal bersama Allah.
  • 3.       Roh Kudus adalah Roh Allah yang diberikan kepada manusia supaya manusia itu memiliki sebagian kuasa yang berasal dari Allah.
  • 4.       Roh Kudus berkuasa melakukan hal-hal ilahi melalui manusia seperti: 1 Korintus 12  8. Sebab kepada yang      seorang  Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. 9. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 10. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan  karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. 11. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.
  • 5.       Roh Kudus berkuasa membentuk manusia baru sehingga menghasilkan perilaku ilahi seperti: Galatia 5: 22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24. Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 25. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
  • 6.       Roh Kudus hanya dapat berkuasa di dalam diri kita bila kita memenuhi syarat dan ketentuan: kita sadari dan menghormati kehadiran-Nya, berserah diri sepenuhnya kepada-Nya, menyenangkan-Nya, kita menjadi anak Allah (= menerima, percaya dalam hati mengaku dengan mulut Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, = dilahirkan kembali), ikut menderita dan dimuliakan bersama Yesus.


Dipimpin Roh Allah artinya kita melakukan apa yang seturut dengan kehendak Allah. Yang berencana, berpikir, berkata-kata, bertindak, memperbaiki diri, tetap diri kita sepenuhnya, tetapi di sana ada Roh Allah menemani kita. Kita tidak pernah menyerahkan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk dikerjakan oleh Allah, tetapi tetap kita yang kerjakan, dalam keadaan dan tempat dimana Allah selalu hadir. Banyak orang yang salah mengartikan kebaikan Allah dengan menganggap Allah yang mengerjakannya untuk kita. TIDAK. Tetapi, tetap manusia yang paling bertanggung jawab untuk mencapai tujuannya, mewujudkan impian besarnya dengan sukses. TUHAN HADIR untuk memampukan kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita. Kehadiran TUHAN membuat kita sukses mengerjakan tugas dan tanggung jawab kita. Kita sebagai manusia harus tetap aktif, bahkan proaktif, bila perlu superaktif. Ketika kita aktif, sibuk mengerjakan tugas kita dalam kesadaran Allah ada bersama kita, saat yang bersamaan Allah memberkati pekerjaan kita sehingga apapun yang kita perbuat menjadi berhasil oleh karena kasih karunia Allah. INGAT: kita bekerja, Allah membuatnya berhasil.

Bagi orang yang sudah lahir baru, yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat peribadinya, Allah mengaruniakan Roh Kudus untuk memipin hidup orang itu. Roh Kudus adalah Roh yang aktif. Dia bergerak terus seperti angina. Dari mana datangnya dan kemana perginya tidak seorangpun tahu (tapi dapat dipelajari, sehingga dapat diperkirakan asal dan arahnya, bahkan kecepatannya. Ilmunya SPIRITOLOGY. Untuk angin termasuk  Perkiraan/Prakiraan Cuaca. Fenomena meteorologi adalah aktivitas cuaca yang dapat diamati dan dijelaskan dengan ilmu meteorologi.).

Roh Kudus memimpin kita dengan memberi inspirasi sekaligus petunjuk kemana kita harus melangkah, bagaimana harus kita mengerjakan, tugas dan tanggung jawab kita dalam kehidupan. Roh Kudus hanya bersedia memimpin kita dengan ketaatan penuh, penyerahan total. Roh Kudus dalam kesediaan kita untuk dipimpin, memberi kemampuan kepada kita dalam setiap tahapan proses kehidupan. Roh Kudus memimpin artinya Dia yang memegang kendali dan kita mengikuti. Roh Kudus sebagai kuasa Allah dari sorga menguasai roh kita, sehingga kita dengan bebas berdasarkan kemauan sendiri memilih mana yang baik untuk kita kerjakan untuk menuju sukses. Roh Kudus menuntut kerelaan kita, karena hubungan kita tidak berakhir hanya ketika kita hidup di muka bumi sekarang ini, tetapi juga di bumi baru yang turun dari sorga pada kehidupan kekal yang akan dating.
Untuk memungkinkan Roh Kudus menuntun kita, kita harus menyadari Dia hadir di dalam hidup kita. Dia berjalan berdampingan dengan kita. Bagaimana? Inti manusia adalah jiwa, yang terdiri dari: kehendak [keinginan, kemauan, inspirasi, intuisi, khayalan, kreativitas, daya cipta, penerawangan, dll]; pikiran [memori, imajinasi, persepsi, pembuatan keputusan, penentuan benar salah, baik jahat, dll], perasaan [senang, susah, sukacita, dukacita, marah, emosi, gembira, takut, berani, nikmat, dongkol, kesal, dll].  Roh Kudus hadir dan ada dalam hati manusia, yang memberi ijin dan menginginkan Roh Kudus.

Merindukan Roh Kudus berarti menghendaki Roh Kudus ada di dalam hati. Hati adalah perpaduan antara roh dan jiwa. Roh Kudus hanya dapat hadir (menempel, tinggal) di dalam roh manusia yang sudah diisi oleh Roh Yesus (lahir baru). Roh manusia yang sudah digantikan oleh Roh Yesus membutuhkan Roh Kudus supaya dapat berkuasa. (Roh Yesus hanya dapat hidup dan bertumbuh dan bertambah besar bila diberi makanan FIRMAN ALLAH, membaca/mendengarkan Alkitab/Bible secara terus menerus). Roh manusia yang diisi oleh Roh Yesus kemudian dihinggapi oleh Roh Kudus, terjadi di dalam jiwa manusia. Jadi sederhanyanya: Roh Kudus mencari Roh Yesus sebagai tempat tinggalnya, Roh Yesus yang menggantikan roh manusia yang sudah mati karena dosa mencari jiwa untuk tempat tinggalnya. Jiwa mencari tubuh untuk tempat tinggalnya. Tubuh bergerak, bertindak, sesuai dengan perintah jiwa. Pertanyaan: jiwa siapa yang memimpin? Allah menghendaki supaya jiwa kita dipimpin oleh Roh Kudus. Itu hanya terjadi bila di dalam jiwa kita ada Roh Yesus.
Pemahaman seperti di atas disebut kesadaran. Kita menyadari sebagai pengikut Yesus Kristus, artinya kita dibentuk terus menerus supaya menjadi seperti Yesus Kristus. Proses itu terjadi oleh kehidupan kita yang dipimpin oleh Roh Kudus. Kita tahu Roh Kudus ada bersama kita adalah tingkat berikutnya dari kesadaran. Dengan kesadaran kita berusaha memiliki pengetahuan bagaimana caranya kita hidup supaya dapat menyenangkan Roh Kudus sehingga Dia tetap bersedia memimpin kita.  Tanpa ada kesadaran yang tinggi dan memberikan tanggapan yang posisit (menyenangkan) Roh Kudus, maka tidak mungkin Roh Kudus dapat menuntunn/memimpin kita dengan maksimal sesuai dengan apa yang Tuhan Yesus janjikan.

Roh Kudus hanya efektif memimpin kita bila Dia merasa senang. Kesenangan Roh Kudus akan hilang, Dia akan berduka bila kita: hidup dalam pikiran duniawi (bodoh, egois, serakah, sombong, jahat, cabul, malas, hedonism, dll) dan hidup mengikuti keinginan daging. Keinginan daging berlawanan/bermusuhan dengan keinginan Roh. Keduanya bertentangan. Mengapa? Daging manusia berasal dari debu, keinginannya kembali ke debu. Mati dan dikuburkan, hancur menjadi debu. Roh berasal dari Allah, keinginannya kembali ke Allah. Hidup dan hidup kekal bersama Allah. Yang satu, daging ke bawah (tanah), yang lainnya roh ke atas (Allah). Karena daging ingin kembali ke tanah, maka yang dia lakukan adalah apa yang membuat manusia itu cepat mati dan kembali ke tanah. Misalnya: malas atau diam atau pasif membuat tubuh lemah dan cepat mati, hubungan seks bebaas membuat manusia kena hiv dan aids dan cepat mati, narkoba membuat system tubuh manusia lumpuh dan mati, berjudi membuat kehilangan harta dan bunuh diri, mencuri atau merampok atau korupsi atau menipu atau menyelundup atau menggelapkan akibatnya dihukum sampai dengan hukuman mati, rebutan konflik sengketa perselisihan pertengkaran perkelahian perang saling membunuh mati … semuanya masuk menjadi debu kembali ke tanah. Itulah keinginan daging, kedagingan, duniawi. Semua perbuatan daging mendukakan Roh Kudus, mendukakan Yesus Kristus, mendukakan Bapa Khalik Langit dan Bumi.

Kita juga dapat mendukaka Roh Kudus, bila kita menolak Roh Kudus menguduskan kita. Roh Kudus adalah pribadi seperti kita, bedanya, Dia tidak bertubuh, sehingga kita tidak dapat membuktikan Dia secara empiris, secara ilmiah, berdasarkan panca indra kita. Tetapi kita dapat membuktikan kehadiran-Nya dengan Roh kita, imajinasi, intuisi, persepsi … yang belum dapat dijangkau oleh ilmu pengetahuan sampai saat ini. Roh Kudus memiliki/dapat kehendak, maksud, perasaan, sifat menguatkan orang, mengajar, saksi, perantara, berkata-kata (dalam roh), memberi perintah, berduka, didustai, dihujat, dan membunuh.

Roh Kudus merasa duka jika kita kurang beriman, kita tidak setia melakukan perintah Tuhan. Kalau kita tidak membuka mulut dan membiarkan lidah kita bergerak mengeluarkan kata-kata kebenaran berdasarkan Firman Allah, maka Roh Kudus berduka. Ia juga berduka jika kita menajiskan tubuh kita, karena tubuh kita adalah Bait Allah, tempat Roh Kudus tinggal.

Kalau kita mau Roh Kudus berkuasa secara efektif memimpin dan menuntun hidup kita melaksanakan tugas dan tanggung jawab mewujudkan impian besar kita, maka kita harus: menyadari kehadira Roh Kudus, menghormati-Nya sebagai Allah yang ada dalam hidup kita, berjalan dalam Roh, takut (hormat, kagum) atas kehadiran-Nya dalam hidup kita, mempercayakan hidup kita di dalam tuntunan-Nya, hidup bergaul bersama-Nya. Perbuatan demikian menyenangkan Roh Kudus, sehingga Dia dapat menuntun kita pada jalan sukses dan mewujudkan mimpi-mimpi besar yang Roh Kudus berikan kepada kita.

Roh Kudus menjadikan kita anak Allah. Manusia adalah makhluk khusus di hadapan Allah. Manusia memiliki kesegambaran khusus dengan Allah. Manusia memiliki kasih saying Allah, sehingga manusia dapat berseru: “Ya Abba, Bapa”. “Ini aku anak-Mu”. Layakkanlah seluruh hidupku… Untuk dapat menjadi anak Allah, maka kita harus: lahir baru, lahir dari roh (bukan secara daging, bukan di rumah sakit, tidak perlu bidan, tidak perlu doktr, tidak perlu ibu, dst… yang tidak dipahami antikristus). Proses lahir baru dimulai dari hati manusia. (ingat: hati adalah perpaduan antara roh dan jiwa). Ketika berurusan dengan hati, maka itu bukan lagi urusan manusia, tetapi urusan Roh Kudus. Ketika Roh Kudus menjamah hati manusia, dan hati itu tergerak menerima Roh Yesus Kristus, maka proses lahir baru sedang berlangsung. Mengapa perlu lahir baru? Karena manusia lama (Adam dan keturunannya sudah rusak, bahkan mati. Terputusnya hubungan manusia Adam dan keturunannya dengan Allah berarti manusia lama telah mati.) Mati artinya putus hubungan dengan sumber kehidupan. Jadi ketika proses hubungan dipulihkan kembali, disambung kembali, proses itu terjadi melalui “lahir baru”.   Kesinambungan hbungan terjadi dengan kehadiran Allah yaitu Allah sendiri tinggal di dalam pribadi manusia dalam persekutuan dengan Roh-Nya. Lahir baru adalah kelahiran kembali membuat manusia mampu menyadari Allah melalui Roh-Nya, bukan sesuatu yang abstrak, tetapi pengalaman yang hidup.

Orang yang memungkinkan manusia lahir baru adalah Yesus Kristus. Rencana kelahiran, kehidupan, pengorbanan dan seluruh sejarah Yesus Kristus dikhususkan untuk memulihkan hubungan Allah dengan manusia. Jika Tuhan Yesus Kristus tidak naik ke sorga, maka Roh Kudus tidak diturunkan kepada manusia di bumi. jika Roh Kudus tidak datang, maka tidak ada lahir baru. Karya Roh Kudus yang membuat manusia insyaf, sadar akan dosa, kebenaran dan penghakiman Allah yang akan datang, adalah tiga unsur penting yang membuat manusia bertobat. Tanpa pertobatan, tidak ada kelahiran kembali, tidak ada lahir baru. Tanpa lahir baru tidak mungkin menjadi anak Allah. Jika tidak menjadi anak Allah, kita tidak mungkin dipimpin oleh Roh Kudus. Jika tidak dipimpin oleh Roh Kudus, kita tidak akan mampu mewujudkn impian besar yang Allah tergatkan untuk diri kita masing-masing.

Iman menjadi kunci untuk menjadi Yesus Krisuts sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita masing-masing. Intisari ajaaran Alkitab menekankan pentingnya iman. Tidak akan ada apapun, tidak akan terjadi apapun, tidak akan dikerjakan oleh Allah bagi kita orang percaya oleh Roh Kudus, kalau tidak berdasaran iman kepada Yesus Kristus. Jika kita tidak menaruh iman sebesar biji sesawi kepada kemurahan dan kuasa-Nya, maka Yesus Kristus tidak berarti apa-apa bagi kita. Bahkan kita bias berubah menjadi antikristus. Tetapi, sebaliknya, iman kepada Yesus Kristus memungkinkan kita mampu melakukan perbuatan-perbuatan besar bahkan lebih besar daripada yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Tuhan Yesus sendiri mendambakan, menghendaki kita melakukan perkara-perkara besar bagi Dia sesuai dengan mimpi dan impian besar yang Ia berikan kepada kita. Kalimat terakhir ini, memberikan keberanian dan semangat baru dan kekuatan kepada kita untuk memahami dan mengambil bagian dalam melaksanakan perkara-perkara besar yang Allah inginkan terjadi di dunia ini.

Dari mana kita mulai? Apakah kita harus menunggu sesuatu terjadi dulu? Mulailah dari tempat dimana saudara berada. Jangan tunggu sampai pintu-pintu akan terbuka bagi saudara. Jika saudara menunggu, saudara akan menjadi tua dan meninggal, dan pintu-pintu itu tetap tidak akan terbuka, kecuali saudara buka sendiri. Ciptakanlah pintu di sekitar saudara. Ada banyak hal yang harus kita kerjakan. Karena itu mulailah bekerja dari sekarang …. (Kalau Anda bingung, tidak tahu mulai dari mana, silahkan hubungi kami. Ingat, email: lemsakti@gmail.com kami adakan untuk Saudara!)

Jangan tertipu. Kalau sudah mengikut Yesus berarti sudah beres. Itu salah. Menjadi anak Allah di dalam Yesus Kristus berarti ikut menderita bersama Dia. Jangan menghindar atau lari. Berkat dan sukses itu ada dalam penderitaan yang Anda jalani. Ketika menjalani penderitaan bersama Yesus Kristus dibawah pimpinan Roh Kudus, sesungguhnya kita panen dan mengumpulkan serta menabung berbagai berkat-berkat yang berlimpah ruah.  Penderitaan kita berdasarkan pencapaian tujuan … mewujudkan kehendak Bapa supaya kita melakukan perkara-perkara besar dalam hidup kita. Mewujukan impian besar Bapa di dalam hidup kita. Ingat … kita menderita bersama Dia … bukan Dia yang menderita bersama kita. Dia sudah selesai penderitaan-Nya di salib. Kita masih dan sedang memikul salib. Kematian Yesus Kristus menjadi model, teladan untuk diikuti oleh orang Kristen.  Penderitaan kita adalah penderitaan-Nya. Penderitaan-Nya adalah penderitaan kita. Satu dalam Yesus Kristus berarti satu juga di dalam penderitan-Nya, sehingga kita satu juga di dalam sukacita-Nya, kemulian-Nya. Sesuatu yang hebat untuk disadari dan dijalani, penderitaan sekarang adalah persiapan untuk kemuliaan yang akan datang. Jika kita bersedia menderita bersama Dia sekarang, maka kita juga akan dimuliakan bersama Dia, sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin

21. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia.


Yang berminat menguasai lebih lanjut / mentor / pendampingan / nara sumber /pembicara / pengkhotbah silahkan sampaikan melalui email: lemsakti@gmail.com atau Isi Formulir Kontak di kolom sebelah kanan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar