LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

Selasa, 14 Maret 2017

LATIH KEMAMPUAN ANDA MELIHAT PENYERTAAN ALLAH DALAM LEMBAH KEKELAMAN

LATIH KEMAMPUAN ANDA MELIHAT PENYERTAAN ALLAH DALAM LEMBAH KEKELAMAN

[Author: Pdt. Dr. Jacob  Nahuway, MENTOR: Rev.Dr. Mahli Sembiring, Facilitator: INDOLEADER]

Untuk melewati lembah kekelaman, kita harus mampu melihat penyertaan Allah.

6. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."

Pokok Pemahaman:
1.      Allah tidak jauh dari umat-Nya. Ia berada dimana saja, kapan saja dan delam keadaan yang bagaimanapun.
2.      Allah mengijinkan umat-Nya masuk ke lembah kekelaman, supaya umat-Nya tidak berjalan dengan penglihatan mata jasmani, tetapi dengan mata rohani, iman.
3.      Lembah kekelaman adalah gambaran dari masalah, kesukaran, derita dan sengsara. Karena, dimana ada lembah kekelaman, di sana ada Allah. Karena Allah yang mengatur, dimana ada kehidupan, di sana ada masalah, kesukaran, derita dan sengsara.
4.      Lembah kekelaman juga gambaran dari dosa dan kejahatan yang harus dijauhi, supaya kita sukses.
5.      Allah adalah Roh, karena itu kita hanya dapat melihat Allah dengan mata rohani, dengan mata jasmani kita tidak dapat melihat Allah saat kita berada di lembah kekelaman. Mata rohani adalah iman  adalah alat yang diciptakan Allah supaya manusia mampu melihat Allah.
6.      Ukuran kehebatan seseorang bukan pada saat dia berada dalam keadaan yang baik mampu menguasai dirinya, tetapi pada saat dia berada dalam kesusahan dan kesukaran yang menlanda dirinya: bagaimana dia menanggapi, bagaimana dia meresponinya.
7.      Orang yang suci hatinya (hanya fokus kepada Allah saja dengan sepenuh hati), dialah yang mampu melihat Allah.
8.      Allah adalah “Terang Abadi”, sehingga memberi kesempatan kepada kita untuk melihat Allah dimana saja dan kapan saja.

Dalam  Alkitab,  beberapa tempat menulis tentang penyertaan Allah. Allah menyertai umat-Nya dalam dunia orang mati sekalipun. Allah berada dalam kesesakan umat-Nya. Walaupun seorang ibu yang melahirkan  melupakan bayinya, tetapi Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Allah berada pada hal-hal yang tersembunyi bagi umat-Nya (kemuliaan Allah adalah merahasiakan segala sesuatu). Allah berada di tiap langkah yang harus ditempuh. Yesus Kristus disebut Immanuel, artinya Allah menyertai kita. Di dalam Yesus Kristus kita bersama Allah. Tuhan Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia akan menyertai kita sampai kesudahan alam.

Kita harus meyakinkan diri kita dari pernyataan  penyertaan Allah. Kalau kita tidak mampu melihat penyertaan Allah, kita menjadi tawar hati, putus asa, menatap hari tanpa harapan. Bagaimana supaya kita mampu melihat Allah menyertai kita dalam semua permasalahan kehidupan kita?

Allah adalah Roh, oleh sebab itu kita harus meiihatnya dengan mata rohani. Kita tidak mampu melihatnya dengan mata jasmani. Mata rohani bersandar dan beroperasi dalam iman. Iman dapat melihat Allah kapan saja, dimana saja dan dalam keadaan bagaimanapun. Tanpa iman, seseorang tidak mungkin melihat, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Allah ada dan berada dalam setiap musim kehidupan kita.  Dalam keadaan kita sehat atau sakit, Allah ada di sana. Dalam keadaan kita untung atau rugi, jaya atau bangkrut, banyak teman atau sendiri, dipuja atau dihina, disanjung atau dicerca, Allah selalu ada bersama kita. Iman mampu melihat Allah.

Manusia tanpa iman tidak mampu hidup, karena ia tidak memiliki mata untuk melihat jalan kehidupan. Secara umum, Allah memberikan kepada semua manusia iman, mata rohani. Itulah mengapa dalam keadaan normal, semua orang mempunyai b“mimpi indah” yang dia ingin wujudkan dalam hidupnya. Mimpi indah itu adalah alat Tuhan menunjukkan bahwa orang itu beriman, memiliki mata rohani, memililki visi, memiliki pandangan jauh ke depan menembus cakrawala, melampaui apa yang dilihat oleh mata jasmani orang lain. Setiap orang punya itu. Visi dan mimpi indah itulah yang menuntun orang untuk bertemu jalan, kebenaran, dan hidup.

Ketika masuk, sedang di dalam, dan berusaha keluar dari lembah kekelaman, kita dituntut untuk melatih kemampuan diri kita sendiri untuk melihat Allah menyertai kita dalam setiap: bahaya yang mengancam, malapetaka yang akan terjadi, kemalangan yang mengintai, saat kesusahan menghambat tuntunan Tuhan pada jalan yang kita lalui, upaya untuk bersukacita dan menyanyi dalam iman mengalahkan lembah kekelaman.

Orang-orang yang sukses, yang berhasil adalah orang-orang yang memiliki iman yang mampu memindahkan gunung. Apakah gunung itu? Gunung adalah penghalang kita keluar dari lembah kekelaman. Gunung menutupi kita melihat tanah datar, permai nan hijau yang disediakan Allah untuk menghidupi kita. Gunung itu menciptakan lembah kekelaman bagi kita. Orang yang sukses adalah orang yang mampu mengalahkan gunung, telah keluar dari lembah kekelaman dan berjalan menuju tanah lapang hijau yang datar dan sejuk.

Jika kita percaya bahwa kita dapat memindahkan gunung, maka Allah dalam Tuhan Yesus Kristus, akan membantu kita mewujudkannya. Kalahkanlah kesangsian dan keraguan, karena kesangsian dan keragu-raguan berjalan bersama-sama dengan kegagalan. Orang yang ragu dan sangsi, bimbang hanya hidup dalam angan-angan tanpa kuasa tanpa kemampuan memindahkan apapun. Mereka hanya dapat berkata-kata tanpa didasari kuasa ilahi, katanya ’hai gunung pindahlah’, tetapi gunungnya diam saja. Orang ragu dan sangsi berpikir dengan berkata begitu, maka gunungnya pindah, tetapi tidak pindah. Orang itu hanya punya angan-angan tanpa punya iman.

Kita tidak dapat memindahkan gunung hanya dengan mengangankannya. Kita tidak dapat menjadi anggota DPRD, DPD, DPR hanya karena angan-angan. Kita tidak dapat menjadi Lurah, Kepala Desa, Bupati, Walikota, Gubernur, Presiden hanya dengan angan-angan dan keinginan saja.  Kita tidak dapat menjadi Sarjana, Master atau Doktor  hanya karena angan-angan saja. Kita tidak dapat menjadi jago kungfu hanya karena terinspirasi oleh tontonan film kungfu mandarin. Kita tidak dapat menjadi bintang film papan atas hanya karena sering nonton film. Kita tidak dapat menjadi pencipta game atau permainan kalau kita hanya bermain game sepanjang hari. Kita tidak dapat menjadi pengusaha kaya raya hanya karena membaca kisah  sukses orang lain. Kita tidak dapat menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita hanya dengan membicarakan keluarga orang lain. Kita tidak dapat mencapai karir yang sukses hanya dengan menunggu atasan kita keluar atau mendapat celaka. Kita tidak dapat mengharapkan Pemerintah yang memikirkan dan berbuat baik untuk rakyatnya hanya dengan berdiam diri dan memberikan komentar melalui medsos. Itu semua angan-angan saja. Kita tidak dapat meraih impian mewujudkan rencana besar Allah jika hanya menginginkan dan berangan-angan saja.

30. Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman.
32. Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan,

6. Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun,
8. Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.
14. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?
15. Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

1. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

3. sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.

17. Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.
22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
24. Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.
26. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Di zaman modern dan postmodern, dengan dilandasi dan didorong oleh iman dan kepercayaan yang teguh, orang-orang sukses dan besar mengerjakan hal-hal besar, sebagai gambaran memindahkan gunung. Kemajuan-kemajuan yang dicapai dalam berbagai bidang kehidupan, yang menghasilkan berbagai macam hal membuat kehidupan lebih mudah dan nyaman, memberikan pilihan banyak kesenangan bagi manusia, semuanya adalah hasil iman disertai perbuatan yang lahir dari keyakinan yang teguh yang begitu kuat sehingga seolah-olah memaksa orang dengan sukacita mewujudkan semua temuan-temuan tersebut. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasari oleh iman yang murni untuk mewujudkan kasih kepada sesama manusia terciptalah berbagai alat dan barang untuk memenuhi kebutuhan dan kehendak manusia. Peristiwa ini dialami oleh semua umat manusia, umat Allah, tidak terbatas hanya kepada orang yang beragama. Siapapun yang memiliki iman akan terwujudnya sesuatu yang besar, Allah memberi kemungkinan itu terjadi.

Kemajuan luar biasa yang dihasilkan manusia adalah hasil dari keyakinan yang begitu kuat bahwa hal-hal tersebut dapat tercapai. Dan ternyata tercapai. Kepercayaan dan iman yang teguh, berada di balik semua bisnis yang berhasil. Organisasi, jabatan politik, karya sinema, telekomunikasi, transportasi, nano teknologi, metafisika, kerohanian semuanya didasarkan kepada kepercayaan dan keyakinan akan keberhasilan, yang menjadi unsur utama mendorong orang untuk berbuat. Iman mendorong orang berbuat, bertindak. Tuhan Yesus mengajarkan… jadilah kepadamu seperti imanmu… bukan hanya kepada orang Kristen, tetapi siapa saja. Iman kita menentukan nasib kita. Iman kita menentukan kita maju terus atau … atau berhenti atau bahkan berbalik, ‘pulang kandang, pulang kampung’, karena tidak berani menghadapi lembah kekelaman yang menghadang. Pandang, lihat dan yakinlah, Allah menuntun setiap langkah kita, atau masalah yang menghadang kita.

Ukuran kehebatan seseorang bukan pada saat segala sesuatunya berjalan baik dan lancar. Tetapi bagaimana kalau terjadi berlawanan dari yang diharapkan? Bagaimana kalau semua yang dikerjakan gagal? Bagaimana kalau semua konco, kolega, relasi dan mitra kita berbalik arah melawan kita? Bagaimana kalau pasangan hidup kita: istri atau suami malah menentang segala upaya yang kita lakukan untuk mengubah nasib? Sikap yang dimiliki seseorang saat berada dalam kegagalan, merupakan masalah pokok baginya. Apakah ia mampu mengalahkan kesulitan atau kesukaran dan menang kembali? Ukuran kehebatan seseorang terletak pada bagaimana ia menguasai dirinya saat segala sesuatu menjadi buruk, tidak berjalan sesuai rencana, saat kegagalan terjadi.

Iman yang membuat seseorang melihat Allah menyertainya, membuatnya lebih bahagia dan menikmati kehidupan yang dijalaninya. Iman melebihi semua orang yang ragu dan sangsi. Iman melebihi keputusasaan. Iman membuat seseorang bahagia dan tidak takut, karena iman mampu melihat Allah menyertai mereka.

Kekudusan adalah mata yang mampu melihat Allah. Kekudusan adalah fokus dan ‘memaksakan diri’ untuk tetap memandang, artinya berpegang dan berharap sepenuhnya kepada Allah. Ciri-ciri kudus atau suci atau fokus kepada Allah: hati kita taat kepada Firman Allah, menjadi (segambar) serupa dengan Yesus Kristus, rajin berbuat baik, hidup tulus tidak munafik, dikuduskan dalam kebenaran, kecemaran dan dosanya telah dibasuh (dibersihkan) oleh Darah Yesus, tidak berada dalam kumpulan orang berdosa, kesukaannya adalah Firman Tuhan, dipenuhi dan dikuasai oleh Roh Kudus, hatinya penuh dengan iman, berjalan dalam hikmat Tuhan, hidup dengan takut akan Allah, rajin beribadah, menguasai lidah (tidak asal komentar), penuh perbuatan kasih, rohnya menyala-nyala melayani Tuhan, tekun berdoa, keyakinan teguh Allah sanggup dan setia menolong dia, tidak menajiskan diri, tidak kuatir apapun, tidak takut apapun, bersukacita senantiasa, mengucap syukur dalam segala hal, tidak memiliki dendam dan kebencian, tahu berterima kasih kepada Tuhan dan sesama, meminta maaf kalau salah, tidak sombong, tidak pemarah tetapi peramah, menghargai karunia orang lain, menempatkan Yesus Kristus di atas segalanya, menghasilkan buah Roh.

Tidak ada sesuatupun terjadi dalam kehidupan kalau Allah tidak mengijinkannya. Apapun yang Allah ijinkan dalam perjalanan kehidupan kita, Allah sendiri akan menganugerahkan kemampuan kepada kita untuk mengatasinya. Yesus adalah terang dunia. Siapa saja yang mengenal (bergaul akrab, bersahabat) dengan Yesus, tidak lagi berjalan dalam kegelapan (kesesatan, dosa, duniawi, kesukaran, kesulitan, hambatan, lembah kekelaman). Kesukaran, dukacita, dan kekecewaan adalah alat bagi Tuhan untuk mengajar kita bagaimana menghargai dan percaya kepada Tuhan dengan cara yang lebih hebat dan luar biasa. Terang Tuhan Yesus membuat kita maju dengan iman, tidak berhenti menuju masa depan bersama Dia.

Tuhan Yesus menjadi terang, untuk menerangi jalan pada saat berada dalam lembah kekelaman bagi mereka yang: memiliki tekad yang kuat, benar dan tulus hati, baik hati, memgikut Yesus dengan setia dan tulus, menghuni surga. Bagi mereka yang berjalan bersama terang abadi dalam kehidupannya, maka akan memancrkan cara dan gaya hidup yang: suka bergaul dengan Tuhan (beribadah, mencari, dan menyenangkan Tuhan), hidup tanpa dosa di tengah-tengah dunia yang berdosa, memiliki kehidupan rohani yang disertai kewaspadaan yang berkadar tinggi (peka, sensitive, mampu membedakan roh, tahu yang benar dan jahat).

23. "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.

    
Pemberitahuan;
Akhir Bulan Maret adalah bulan penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi.
Akhir Bulan April adalah bulan penyampaian SPT Tahunan Badan.

Bagi Sdr/i yang telah memberi kepada Tuhan atau sesama sepanjang 2016, saatnya diberkati dengan penghematan pajak. Silahkan kunjungi dan pelajari peluang  yang tersedia di: http://www.lemsakti.com/MENYUMBANG.php


   

  











Tidak ada komentar:

Posting Komentar