LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

Sabtu, 31 Oktober 2020

TUHAN MEMANDANG DAN MELIHAT MASA DEPAN ANDA, MANUSIA TIDAK MELIHAT APAPUN

 TUHAN MEMANDANG DAN MELIHAT

 Semua hari yang ditahbiskan untukku tertulis dalam kitabMu sebelum salah satunya terjadi (Mazmur 139: 16b).

 Tuhan memandang Adam, tetapi Dia melihat dunia.

Tuhan memandang Abraham, tetapi Dia melihat bangsa-bangsa.

Dalam diri Yakub, seorang penipu, Tuhan melihat seorang Mesias.

Di dalam Musa si pembunuh, Tuhan melihat seorang yang membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.

 

Dapatkah Anda membayangkan, ketika memandang seorang pemuda yang gagap Anda melihat pemimpin terbesar dalam sejarah?

Tuhan melihat seorang raja dalam diri seorang anak gembala. Ketika bangsa Israel menginginkan seorang raja, Tuhan mengirim Samuel ke rumah Isai. Semua putra Isai berputar-putar di hadapan Samuel, dari yang terbesar hingga yang terkecil. Akhirnya, setelah Jesse memamerkan semua putranya di hadapannya, Samuel berkata, "Maafkan aku. Tidak satu pun dari semua anakmu yang kamu perhadapkan kepada adalah pilihan Tuhan untuk raja. Apakah kamu punya anak laki-laki yang lain?” Kemudian Jesse berkata, “Tidak? ….tapi,  ya…. Saya baru ingat. Saya memiliki seorang anak laki-laki, putra bungsu saya. Dia hanya seorang kerdil kecil yang saya suruh keluar rumah untuk menjaga domba”.

 

"Bawa dia," jawab Samuel. Biarkan aku melihatnya. Jadi Jesse memanggil putra bungsunya.

Ketika Samuel melihat putra bungsu Jesse masuk ke dalam rumah, seorang bocah lelaki, dia mulai membuka kerudung yang menutupi kepalanya. “Sepertinya saya telah menemukan pria yang saya cari,” kata Samuel.

Perhatikan disini kenyataan bahwa Tuhan memilih anak laki-laki yang sedang keluar bekerja. Dia sibuk. Tuhan memilih orang yang sibuk.

Kebanyakan dari kita seperti Jesse. Kita memandang, tapi kita tidak melihat. Maksudnya kita tidak melihat potensi yang ada pada orang itu untuk masa depan yang gemilang.

Apakah Anda kambing hitam di keluarga Anda? Anda tahu Tuhan menyukai domba, domba itu warna bulunya putih; bukan kambing, apalagi yang hitam.

Apakah keluarga Anda mengatakan bahwa Anda bukan siapa-siapa?

Apakah Anda pernah diabaikan, disepelekan dan dikesampingkan dan diberi tahu begitu banyak hal tidak baik tentang diri Anda, sehingga Anda tidak akan berarti apa-apa, sehingga Anda mulai mempercayai perkataan orang-orang itu tentang diri Anda?

Apakah Anda merasa seperti kambing hitam?

 

Anda mungkin satu-satunya orang yang ditunggu-tunggu Tuhan dari rumah dan keluarga Anda. Tuhan melihat hal-hal jauh di dalam diri Anda yang tidak dapat dilihat orang lain.

Mereka, orang-orang lain memandang Anda, tetapi mereka tidak melihat siapa-siapa. Tuhan memandang Anda dan melihat seseorang yang berharga.

Anda mungkin menghabiskan seluruh hidup Anda untuk bersaing dengan orang lain.

Anda mungkin mencoba membuktikan bahwa Anda adalah seseorang yang berarti, tetapi Anda tetap merasa seperti bukan siapa-siapa.

 

Saya berkata kepada Anda: “Bebaskan dari Anda dari perasaan tidak berarti itu hari ini juga!”

Anda tidak harus hidup dengan perasaan itu lagi. Perasaan itu telah lama menipu Anda. Anda tidak perlu mencoba menjadi seseorang, karena Anda adalah seseorang.

2 Tawarikh 29:11

Anak-anakku, sekarang janganlah kamu lengah, karena kamu telah dipilih TUHAN untuk berdiri di hadapan-Nya untuk melayani Dia, untuk menyelenggarakan kebaktian dan membakar korban bagi-Nya.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar