LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

Rabu, 10 November 2021

DEKADE PERTAMA PELAYANAN LEMSAKTI

DEKADE PERTAMA PELAYANAN LEMSAKTI

Pendirian LEMSAKTI

Tujuan: 

mewujudnyatakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan kemanusiaan yang adil dan beradab.

 

Pencapaian:

perlakuan yang sama adil kepada semua agama yang diakui di Indonesia khususnya dalam memperlakukan dana sosial keagamaan (Kristen: persembahan, persepuluhan, sumbangan keagamaan) sebagai pengurang penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan (tax deductible expenses).

 

Latar Sejarah

Dasawarsa atau dekade adalah unit waktu yang terdiri dari 10 tahun. Untuk LEMSAKTI dekade pertama pelayanan dihitung sejak diterbitkannya Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: PER - 33/PJ/2011 tanggal 11 Nopember 2011 tentang Badan/Lembaga yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah yang Ditetapkan sebagai Penerima Zakat atau Sumbangan Keagamaan yang Sifatnya Wajib yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto.

Namun, sebelum secara resmi menjalankan operasi pelayanannya, LEMSAKTI memiliki sejarah pendirian yang relative panjang untuk ukuran lembaga seperti ini. Adalah menarik bagi orang percaya, bahwa semua perjalanan hidupnya, dimulai sejak lahir hingga mencapai garis akhir dalam pertandingan yang baik memelihara iman, semuanya dilakukan oleh dari dalam dan untuk Tuhannya, Yesus Kristus. (2 Tim 4:7) Secara umum setiap orang dituntut untuk memenuhi panggilan hidupnya. (Kej 1:26-31; 2:15,  1 Petrus 2:9, Amsal 16:4, Efesus 2: 10, Yer 29:11, Roma 8:28, Mat 28:18-20, Titus 3:7, Roma 15:13, dll).  Bagi LEMSAKTI sendiri, perjalanan itu bersatu dan menyatu dengan orang yang dipanggil dan ditetapkan Tuhan sendiri untuk memulai dan memeliharanya. Sejak awal ratusan orang yang sudah mengambil peran dalam perjalanan LEMSAKTI, tetapi bagi mereka, itu hanya persinggahan sementara. Mereka muncul pada waktunya, kemudian menghilang tanpa pesan dan tanpa kesan, tapi masih ada jejaknya. Namun, bagi orang yang benar-benar dipanggil dan dipilih Tuhan untuk melayani dalam dan bersama LEMSAKTI, akan selalu ada. Merujuk pendapat Ralph More, Hope Chapel, tokoh Gereja Level 5 dalam Tumbuh Kembang; bahwa dalam setiap organisai atau gerakan yang bertahan dan mampu memenuhi tujuan keberadaannya haruslah ada seorang monomaniac, seseorang yang dengan segala perjuangan dan pengorbanan mempertahankan organisasi itu ada untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang berhak mendapatkan berkat darinya.

Monomaniac, sering dipandang keluar dari mainstream, pandangan yang diperlakukan benar pada masanya. Itu dimulai dengan Yesus sendiri, ketika keluarganya sendiri menganggapnya gila. (Markus 3:21). Tapi menurut Curry Blake, penerus John Graham Lake, haruslah ada orang menjadi extraordinary dari ordinary people. Orang Kristen harus manjadi luar biasa, jangan hanya menjadi manusia biasa, seperti manusia dunia lainnya. Bahkan banyak yang menulis bahwa orang gila cenderung lebih sukses daripada orang normal. Contoh Elon Musk, orang terkaya dunia saat ini dianggap gila, karena ide dan tindakannya dalam SpaceX dan Tesla, bersedia mengambil risiko radikal untuk memperbaiki kehidupan manusia.  LEMSAKTI tentu masih sangat jauh dari itu, tidak layak diperbandingkan dalam signifikansinya, namun cukup menginspirasi karena melalui prinsip prosedur perjalanan yang sama.

Dalam perjalanan hidup, panggilan hidup seseorang sering seperti menyusun puzzle. Yang lebih ironinya adalah ketika kita sudah dihadapkan dan terlibat langsung menyusun puzzle tanpa mengetahui gambaran apa yang harus kita susun dan tuju. Ini banyak dihadapi orang yang kemudian menduduki posisi tertentu. Komentarnya: “aku tidak menyangka dan tidak pernah bermimpi untuk apa yang aku terima saat ini”. Ketika posisi sudah ditangan, baru sadar, ternyata apa yang selama ini dijalani adalah jalur menuju pemenuhan panggilan hidup. Ini juga yang dihadapi oleh Mahli Sembiring, ketika menjalani kehidupan bersama LEMSAKTI.

Perjalanan hidup itu dimulai ketika menghadapi pilihan di Fakultas dan Jurusan apa yang akan dipilih saat selesai SMA. Tuhan sudah mengatur bahwa kehidupan yang dijalaninya selalu ada dalam pelayanan Tuhan (Gereja, Persekutuan Doa, Organisasi Nir Laba lainnya). Kakak pembimbing di Persekutuan Doa semasa SMA menganjurkan memilih jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi. Ya, dengan latar belakang orang kampung, tidak tahu soal itu. Ikut saja arahan senior. Maka lebih lima tahun berikutnya kemudian sudah menjadi Sarjana Ekonomi Jurusan Akuntansi dari Universitas Sumatera Utara, Medan.

Selanjutnya, bekerja di Kantor Akuntan Publik dan Konsultan Pajak. Ketika bekerja di grup perusahaan yang fokus di bidang perpajakan, menjadi seorang General Manager, mendudukkannya menjadi Pemimpin Perusahaan Jurnal Perpajakan Indonesia (JPI). Di JPI membawa pertemuan dengan kalangan Ditjen Pajak dan Konsultan Pajak lainnya. Saat itu berjalan Reformasi Perpajakan Periode 2002-2010.  Para Pejabat yang bertanggung jawab menjalankan reformasi perpajakan waktu itu tergabung sebagi Editor di JPI. Mahli Sembiring menyampaikan usulan agar dalam reformasi perpajakan ini benar-benar diwujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Saat itu tahun 2004, bahwa hanya zakat yang dibayarkan ke Baznas diakui sebagai pengurang dalam perhitungan penghasilan bruto. Jadi, usulan konkritnya agar semua dana sosial keagamaan atau sumbangan keagamaan oleh agama apapun dapat dibiayakan dalam perhitungan pajak penghasilan. Usulan 2004, hasilnya terakomodasi di penyesuaian UU PPh 2008. Tapi, masih harus menunggu dua tahun lagi, menunggu Peraturan Pemerintah terbit. Dengan terbitnya PP No. 60 Tahun 2010 membuka jalan bagi berdirinya LEMSAKTI.  

2010 Semester awal Mahli Sembiring sudah membuka Kantor Konsultan Pajak secara resmi di Jakarta. Di suatu senja di kantor sendirian, mendapatkan penglihatan dari Tuhan yang diyakininya mendengarkan perintah khusus “kamu harus melayani di sekitar kekuasaan”. Merenung, apa maksudnya? Kemudian terpikir Partai Damai Sejahtera (PDS), dan saat itu juga langsung menghubungi Sekretariat PDS.  Beberapa hari kemudian sudah didapat kesepakatan dengan Dr Denny Tewu, Ketua Umum PDS untuk mendirikan sayap organisasi yang diberi nama Jaringan Usaha Sejahtera disingkat JUS. Dalam semester kedua 2010 saat MUNAS PDS di Medan, ada pertemuan antara JUS dengan Ditjen Bimas Kristen, Dr Saur Hasugian. Pertemuan selanjutnya berlangsung di Ditjen Bimas Kristen, Kementerian Agama, Lapangan Banteng. Akhir 2010 oleh Dirjen dibuatkan Surat Tugas kepada Tim berjumlah 5 orang untuk meneliti, menelaah, membuat konsep, mempersiapkan pendirian lembaga yang dimaksud. Proses ini berlangsung sekitar setahun (2010-2011) sampai akhirnya LEMSAKTI beroperasi melayani.


KARYA

Selama 10 tahun melayani, apa karya konkrit LEMSAKTI? Pasti ini yang dipertanyakan banyak pihak. Secara singkat kami sampaikan disini:

Tempat Operasional Pelayanan.

2011-2013 Kantor Kementerian Agama RI Jl MH Thamrin 6 Jakarta Pusat.

2014-2015 Jl Kayu Mas Tengah V/G.7-9 Jakarta Timur

2016 dst     pelayanan online: www.lemsakti.net


ANGKA CAPAIAN:

 Keuangan Langsung dari Pendonor/Offering (Dedicated)

Organisasi yang dilayani (Gereja, Yayasan, Persekutuan, Panti) dst: 3000an

Jiwa (orang) yang dilayani melalui organisasi: 1.500.000an

 

Program Indonesia Mengasihi (PIM)

Penyaluran melalui mitra yang dipilih langsung pendonor mewujudkan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk ribuan jiwa akibat bencana alam di berbagai daerah Indonesia.

Promotor untuk mendorong pengambilan tindakan oleh Pemerintah/instansi terkait dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi para pengungsi yang menjadi korban akibat letusan Gunung Sinabung di Tanah Karo, Sumatera Utara. Kegiatan meliputi survey dan observasi langsung ke lokasi & para pengungsi, mengkaji dan menyusun proposal penyelesaian masalah para pengungsi, melobby dan menyampaikan proposal ke Pemerintah/Daerah terkait, melakukan Rapat Dengar Pendapat yang diselenggarakan oleh DPD RI antara Masyarakat Terdampak/terkait dengan 10 Kementerian/Lembaga Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Karo, melakukan pertemuan mulai dari tingkat Kepala Desa sampai Kantor Staf Presiden.

 

Program Indonesia Sejahtera (PIS)

Mengikutsertakan LEMSAKTI sebagai Mitra Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Pencapaian Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Mensponsori pembentukan World Evangelical Alliance Business Coalition Indonesia (WEABCID) dengan penunjukan Mahli Sembiring untuk National Coordinator Indonesia dan membangun website di https://churchgrowdevelop.business/.

Melakukan riset dan pengembangan perumahan terjangkau dalam wadah SEMHOME dan membangun jejaring dengan dunia internasional. Saat ini menyediakan lahan ukuran >100 meter per segi per kavling untuk warga di Cogrek, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Melakukan riset dan pembiayaan untuk usaha mikro di bidang pertanian dalam wadah SEMFARM dan memasarkannya melalui Tokopedia/Herbal Mami dan Shopee/Herbalmami69

Melakukan riset dan praktik trading saham dan Investasi di Bursa Efek Indonesia bekerja sama dengan para trader yang bergabung dalam berbagai Perusahaan Sekuritas.

Memfasilitasi para pemuda untuk memulai dan mengembangkan usaha online dalam bentuk ekonomi kreatif dan digital.

Memfasiliasi wirausaha untuk menjadi Mitra BULOG untuk penyaluran sembako.

Memfasilitasi wirausaha untuk menjadi Agen Bank dalam rangka inklusi keuangan.

Menyediakan jasa konsultasi dan mentor untuk berbagai kebutuhan bisnis dan keuangan mulai skala mikro menjadi startup sampai go public (IPO), dan membuka peluang pendanaan startup oleh Angel Investor baik dari dalam maupun luar negeri.

Mengkoordinir para usaha mikro bidang kuliner dengan membuka pasar dan pembinaan dengan difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (SMESCO) dan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi DKI Jakarta.

Menyediakan pelatihan dan pendampingan untuk kewirausahaan dan pembangunan bisnis.

Pilot project kemitraan budidaya dan pengolahan porang.

 

Program Indonesia Cerdas (PIC)

Secara rutin menyediakan sumber pengetahuan melalui blog www.lemsakti.net dan www.kerajaanbiblikal.com yang telah dikunjungi oleh ratusan ribu kali. Juga dilengkapi dengan kanal youtube Bible Kingdom, ECLUB, dan SEM FARM serta facebook, ig dan twitter.

Melakukan pelatihan penggalang dana dan telah memberikan tanda lulus berupa Certified Fund Riser (CFR) untuk ratusan orang yang dibiayai oleh Dana Bantuan Sosial Pemprov DKI Jakarta.

Menyelenggarakan SEKOLAH LEMSAKTI: PENDIDIKAN TINGGI NON-FORMAL

BELAJAR SENDIRI GRATIS, KAPAN SAJA, DI MANA SAJA, TANPA DINDING, TANPA SEKAT. TINGGAL BACA ATAU COPY PASTE SEMUA PELAJARAN. Sudah dimanfaatkan oleh ribuan orang dari seluruh wilayah Indonesia.

I. SEKOLAH KERAJAAN: dalam bentuk suara dan teks, atau klik link berikut:

II. SEKOLAH PELIPATGANDAAN GEREJA atau klik link

III. SEKOLAH PENGGANDA KRISTEN  
IV.  Kerjasama dengan Doulo Cristo Iyesu (DCI), Inggris:

·                Sekolah Penginjilan

·                Sekolah Misi

·                Sekolah Pemuridan

·                Sekolah Kepemimpinan

·                Sekolah Pertumbuhan Gereja

·                Sekolah Uang

·                Pelayanan Praktis bagi Kaum Miskin

·                Sekolah Ekonomi Kerajaan Allah

 

Program Indonesia Prima (PIP)

Melakukan riset dan pengembangan tanaman obat dan herbal yang berbahan baku Indonesia.

Menjadi fasilitator pembentukan Komunitas Pegiat Pencegahan Penyalahgunaan dan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang difasilitasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk Masyarakat Kristen.

 

Program Indonesia Rohani (PIR)

Program ini dipadukan dengan Program Indonesia Cerdas (PIC).

Mengkhususkan pelayanan dalam Tumbuh Kembang Gereja didukung oleh WEABCID: berupa pelatihan, magang, pembiayaan church planting.

 

KENDALA YANG DIHADAPI

Belum tercapai skala ekonomi karena hambatan kelembagaan dan mindset keliru para pelaku usaha/wajib pajak yang belum bersedia memanfaatkan penghematan pajak yang disediakan oleh layanan LEMSAKTI. Pembiayaan operasional pelayanan masih disubsidi oleh pengelola.

 

KE DEPAN

Direncanakan untuk memperbaiki kelembagaan supaya memiliki kelincahan untuk bergerak dan tumbuh kembang seoptimal mungkin dalam memberikan pelayanan yang lebih baik sesuai ketentuan aturan perundangan yang berlaku.

 

Minggu, 12 September 2021

SIAPA YESUS KRISTUS?

SIAPA YESUS KRISTUS?

Serial KEJAHATAN KEUANGAN ADALAH DOSA YANG TIDAK DIAMPUNI?

Sebelumnya: PELAJARAN YANG KITA PELAJARI DARI KEHIDUPAN YUDAS

 

Bila Yudas Iskariot Mengetahui, Menyadari dan Menerima serta Mengakui Siapa Yesus, maka dia tidak akan pernah mengkhianati Yesus Kristus.

Yesus telah diakui sebagai pemimpin agama terbesar yang pernah hidup, sebagai orang paling berpengaruh yang pernah hidup di planet kita, dan sebagai pribadi yang unik sampai tingkat yang tidak dapat dibandingkan dengan siapa pun.

Tetapi menganggap Yesus Kristus hanya atas dasar kehidupan teladan dan ajaran moral-Nya yang unggul tidak akan menghilangkan batu sandungan bagi Kekristenan yang diangkat oleh dunia yang tidak percaya. Ujian sebenarnya dari apa yang orang pikirkan tentang Dia harus berkisar pada siapa Dia mengaku dan apa yang Dia capai selama misi singkat-Nya ke planet kita. Kesimpulan kita pastilah bahwa tidak ada Kekristenan tanpa Kristus; semua pusat di dalam Dia.

Tema utama Kitab Suci adalah Pribadi dan karya Yesus Kristus, Allah yang Raja Surga datang ke bumi untuk mengembalikan bumi dan segala isinya menjadi seperti rancangan Allah semula. Dia adalah Tuhan. Tuhan berasal dari kata tuan, Tuan Tanah, LandLord, pemilik dan penguasa tanah. Tanah dalam ilmu perpajakan (ekonomi) di sebut bumi. Tuan artinya Raja. Jadi Tuhan Yesus artinya Raja atas Bumi. Dia menjadi manusia, mati dengan penyaliban, dan dikuburkan. Dia bangkit kembali dari kematian. Dia adalah satu-satunya, Juruselamat dunia yang cukup. Dia akan datang lagi ke bumi ini. Semua peristiwa dalam kehidupan Yesus menunjukkan siapa Dia. Dia adalah Allah penguasa atas segala alam semesta. Yesus Kristus datang dari surga ke bumi yang dikuasai oleh dunia kegelapan. Misinya adalah menyelamatkan bumi dari kehancuran dan mengembalikan bumi kedalam bentuk tatanan dan wujud semula seperti dirancang oleh Allah di surga. Sejak semula bumi dan segala isinya diciptakan untuk didiami dan diusahakan serta dipelihara oleh manusia. Jadi, manusia adalah tugas utama Yesus untuk memulihkan, mengembalikan mereka dari keadaan rusak kembali kepada keadaan sangat baik waktu penciptaan. Yesus mengembalikan manusia yang rusak menjadi manusia yang sangat baik sesuai penciptaan.

 

Yesus Kristus adalah Tuhan:

Ketuhanan adalah satu-satunya penjelasan untuk semua tentang Yesus Kristus dan semua yang Yesus Kristus lakukan. Tuhan artinya Raja, penguasa tertinggi atas seluruh wilayah kerajaannya.

(1) Dia sudah ada sebelumnya dengan Bapa. “Hal yang sama pada mulanya dengan Tuhan. Segala sesuatu dibuat olehnya; dan tanpa dia tidak ada sesuatu pun yang telah dijadikan” (Yohanes 1:2, 3, KJV). (Juga lihat Yohanes 17:5 dan Kolose 1:17.)

(2) Dia adalah Anak Allah. Musuh-musuhnya mengakui: “Ia…berkata juga bahwa Allah adalah Bapanya, membuat dirinya setara dengan Allah” (Yohanes 5:18, KJV). Petrus mengaku: “Dan kami percaya dan yakin, bahwa Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (Yohanes 6:69, KJV). Yesus menegaskan: “Aku dan Bapa adalah satu” (Yohanes 10:30, NIV).

(3) Dia tidak berdosa, karena hanya Allah yang bisa. Yesus menantang musuh-musuh-Nya: “Siapakah di antara kamu yang dapat membuktikan bahwa Aku berdosa?” (Yohanes 8:46, KJV).

Petrus bersaksi: “...Kristus juga telah menderita untuk kita, dengan meninggalkan teladan bagi kita, bahwa kamu harus mengikuti langkah-langkah-Nya: yang tidak berbuat dosa, dan tidak ada tipu daya dalam mulutnya” (1 Petrus 2:21, 22, KJV). Paulus menyatakan: “Karena dia...menjadikannya dosa karena kita, yang tidak mengenal dosa; supaya kita dibenarkan oleh Allah di dalam Dia” (2 Korintus 5:21, KJV).

(4) Dia mengampuni dosa, karena hanya Allah yang bisa. Ahli Taurat berkata: “Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain hanya Allah?” (Markus 2:7, KJV). Yesus berkata: “Tetapi supaya kamu tahu, bahwa Anak Manusia berkuasa di bumi untuk mengampuni dosa...” (Matius 9:6, KJV). (Juga lihat Yohanes 8:11.) Petrus menulis: “Dia yang sendiri menanggung dosa kita di dalam tubuhnya sendiri di kayu salib, sehingga kita, yang mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran: oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (1 Petrus 2:24, KJV).

(5) Dia melakukan pekerjaan yang ajaib. Dia menyembuhkan orang sakit: Matius 8:9-13; Lukas 4:31-44; 5:12-15; Yohanes 4:43 sampai 5:16; dan referensi lainnya. Dia memberi makan yang lapar: Yohanes 6; Tanda 8, dll. Dia membangkitkan orang mati: Lukas 7:11-18; Yohanes 11:1-46.

(6) Yesus Kristus adalah Raja segala raja.

Dalam Yudaisme, Melech Malchei HaMelachim ("Raja di atas segala Raja di atas segala raja") kemudian digunakan sebagai nama Tuhan, menggunakan superlatif ganda untuk menempatkan gelar satu langkah di atas gelar kerajaan raja Babilonia dan Persia yang disebutkan dalam Alkitab. "Raja di atas segala Raja" (βασιλεὺς ) digunakan untuk menyebut Yesus Kristus beberapa kali dalam Alkitab, terutama sekali dalam Surat Pertama kepada Timotius (6:15) dan dua kali dalam Kitab Wahyu (17:14, 19: 11–16);[55] ... yang akan Dia wujudkan pada waktu yang tepat—Dia yang adalah Penguasa yang diberkati dan satu-satunya, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan, ...

 — Surat Pertama untuk Timotius 6:15

“Mereka ini akan berperang melawan Anak Domba, dan Anak Domba itu akan mengalahkan mereka, karena Dia adalah Tuhan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja, dan mereka yang bersama-sama dengan Dia adalah yang dipanggil dan dipilih dan setia.”

 — Kitab Wahyu 17:14

Dan aku melihat langit terbuka, dan lihatlah, seekor kuda putih, dan Dia yang duduk di atasnya disebut Setia dan Benar, dan dalam kebenaran Dia menghakimi dan mengobarkan perang. Matanya adalah nyala api, dan di kepalanya ada banyak mahkota; dan Dia memiliki nama yang tertulis pada-Nya yang tidak diketahui siapa pun selain diri-Nya sendiri. ... Dan pada jubah-Nya dan pada paha-Nya tertulis sebuah nama, "RAJA SEGALA RAJA, DAN TUHAN SEGALA TUHAN."

 — Kitab Wahyu 19:11–12, 16

Beberapa wilayah Kristen (Georgia, Armenia, dan Etiopia) menggunakan gelar tersebut dan merupakan bagian dari moto Kaisar Bizantium pada periode Palaiologan, Βασιλέων (Basileus Basileōn, Basileuōn Basileuontōn, secara harfiah "Raja segala raja, memerintah mereka yang memerintah"). Di Kekaisaran Bizantium, kata (Basileus), yang berarti "raja" di zaman kuno telah mengambil arti "kaisar". Penguasa Bizantium menerjemahkan "Basileus" menjadi "Imperator" ketika menggunakan bahasa Latin dan menyebut raja-raja lain rēx atau rēgas, bentuk-bentuk hellenisasi dari judul Latin rex.  Dengan demikian, di Kekaisaran Bizantium berarti "Kaisar Kaisar". Para penguasa Bizantium hanya memberikan gelar Basileus kepada dua penguasa asing yang mereka anggap sederajat, Raja Aksum dan Shahanshah dari Kekaisaran Sasania, yang menyebabkan "Raja segala Raja" disamakan dengan pangkat "Kaisar" di pandangan Barat.

 (7) Yesus Kristus adalah Raja Kerajaan Surga

Wahyu 19:13, 16. Dia mengenakan jubah yang dicelupkan ke dalam darah, dan nama panggilannya adalah Firman Tuhan. . . . Di jubahnya dan di pahanya tertulis nama, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

Yohanes 18:36 Yesus menjawab, “Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini. Jika kerajaanKu berasal dari dunia ini, hamba-hambaKu akan berperang, agar aku tidak diserahkan kepada orang-orang Yahudi. Tapi kerajaanKu bukan dari dunia.”

Yesaya 9:6–7 Karena bagi kami seorang anak telah lahir, untuk kami seorang putra telah diberikan; dan pemerintah akan berada di atas bahunya, dan namanya akan disebut Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar pemerintahannya dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di atas kerajaannya, untuk mendirikannya dan menegakkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Roh Tuhan semesta alam akan melakukan ini.

Efesus 1:20–21 . . . bahwa ia bekerja di dalam Kristus, ketika Ia membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh di atas segala pemerintahan dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan, dan di atas segala nama yang dapat disebut, bukan hanya di zaman ini tetapi juga di zaman yang akan datang.

Daniel 7:13–14 Aku melihat dalam penglihatan malam, dan lihatlah, dengan awan di langit datanglah seorang seperti anak manusia, dan dia datang kepada Yang Lanjut Usia dan dihadirkan di hadapannya. Dan kepadanya diberikan kekuasaan dan kemuliaan dan kerajaan, bahwa semua orang, bangsa, dan bahasa harus melayani dia; kekuasaannya adalah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan berlalu, dan kerajaannya yang tidak akan dihancurkan.

Kisah Para Rasul 2:30–32 Karena itu, sebagai seorang nabi, dan mengetahui bahwa Tuhan telah bersumpah dengan sumpah kepadanya bahwa dia akan menempatkan salah satu keturunannya di atas takhta, dia melihat sebelumnya dan berbicara tentang kebangkitan Kristus, bahwa dia tidak ditinggalkan ke Hades, juga tidak daging melihat korupsi. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang itu kami semua adalah saksinya.

Wahyu 17:14 Mereka akan berperang melawan Anak Domba, dan Anak Domba itu akan menaklukkan mereka, karena dia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja, dan orang-orang yang bersamanya dipanggil dan dipilih dan setia.

1 Timotius 6:13–15 Aku menuntut kamu di hadirat Allah, yang menghidupkan segala sesuatu, dan Kristus Yesus, yang dalam kesaksiannya di hadapan Pontius Pilatus membuat pengakuan yang baik, untuk memelihara perintah itu tidak ternoda dan bebas dari cela sampai kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, yang akan dia tunjukkan pada waktu yang tepat—dia yang adalah Penguasa yang diberkati dan satu-satunya, Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan.

Ibrani 1:3–4 Dia adalah pancaran kemuliaan Tuhan dan jejak yang tepat dari sifatnya, dan dia menopang alam semesta dengan firman kuasa-Nya. Setelah menyucikan dosa, dia duduk di sebelah kanan Yang Mulia di tempat yang tinggi, setelah menjadi lebih tinggi dari para malaikat karena nama yang dia warisi lebih baik daripada nama mereka.

Wahyu 1:5–6 . . . dan dari Yesus Kristus saksi yang setia, yang sulung dari antara orang mati, dan penguasa raja-raja di bumi. Bagi Dia yang mengasihi kita dan telah membebaskan kita dari dosa-dosa kita oleh darah-Nya dan menjadikan kita suatu kerajaan, imam-imam bagi Allah dan Bapa-Nya, bagi Dialah kemuliaan dan kekuasaan sampai selama-lamanya. Amin.

(8) Yesus  Kristus adalah Raja yang berkuasa atas seluruh Bumi dan atas segalanya


Yesus Berkuasa Atas Segalanya

Yesus Kristus adalah penguasa semua raja dan presiden dan kepala suku dan perdana menteri dan gubernur dan perdana menteri. Ketika Yesus bangkit dari kematian, Tuhan meninggikan dia dan memberinya "nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut," dan itu termasuk semua penguasa dan raja di bumi. Yesus hidup hari ini memimpin dari surga atas para penguasa bumi. Yesus Kristus hidup, dan memerintah atas semua raja di bumi. Bagaimana Anda memahami kekuasaan Yesus atas bumi?

a. Yesus mengontrol siapa yang menjadi raja dan siapa yang tidak

Pemerintahan Kristus hari ini berarti bahwa Ia mengendalikan siapa yang menjadi raja dan siapa yang tidak. Daniel 2:21 mengatakan, "Tuhan mengubah waktu dan musim; dia menyingkirkan raja dan mengangkat raja." Ketika Yesus berkata dalam Matius 28:18, "Semua otoritas di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Ku," artinya bahwa otoritas Allah untuk menghapus raja dan mengangkat raja diberikan kepadanya. Bapa menunjuk raja dan presiden di bumi melalui Putra.

Ini tidak berarti bahwa setiap raja menjalani kehidupan Kristen yang taat atau menyenangkan Tuhan. Tuhan sering menetapkan dan mengatur hal-hal yang tidak menyenangkan Dia sepenuhnya. Ini berarti bahwa Yesus mengesampingkan tindakan berdosa dari penguasa jahat dan menjadikan dosa dan kebodohan mereka sebagai bagian dari rencana bijaksana-Nya untuk sejarah. Cara pemerintahan Kristus tidak sederhana. Kita harus berulang-ulang mengatakan, "O, kedalaman kekayaan dan hikmat dan pengetahuan Tuhan! Betapa tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan betapa tak terpahami jalan-jalan-Nya!" (Roma 11:33). Kristus berkuasa dalam menjatuhkan pemerintah Jerman Timur dan Cekoslowakia dan untuk sementara waktu mendirikan pemerintahan di Cina—seperti yang dia lakukan kepada Cyrus sang raja (Yesaya 45:1–6). Jangan membaca koran Anda atau mendengarkan berita seperti orang non-Kristen mendengarkan. Dengarkan dengan telinga Kitab Suci dan dengarkan karya Kristus, penguasa raja-raja di bumi.

b. Yesus mengatur apa yang dilakukan raja-raja bumi

Pemerintahan Kristus hari ini atas para penguasa bumi berarti bahwa Ia mengatur apa yang dilakukan raja-raja di bumi; terkadang menahan mereka dari kejahatan, dan terkadang memerintahkan acara internasional untuk melanjutkan tujuannya. Misalnya, dalam Kejadian 20 kita membaca tentang bagaimana Abraham pergi ke Gerar di selatan Kanaan. Untuk melindungi dirinya, dia mengatakan bahwa istrinya yang cantik, Sarah, adalah saudara perempuannya. Maka Abimelekh sang raja membawanya ke dalam tempat selirnya. Tetapi Tuhan datang kepada Abimelekh dalam mimpi dan mengancamnya dengan kematian jika dia tidak mengembalikannya tanpa disentuh. Abimelekh memprotes ketidakbersalahannya dan Tuhan mengatakan sesuatu yang sangat penting: "Aku tahu bahwa kamu telah melakukan ini dengan integritas hatimu, dan Akulah yang mencegah kamu berbuat dosa terhadap Aku; oleh karena itu Aku tidak membiarkan kamu menyentuhnya."

Artinya, Allah memiliki otoritas untuk mencegah penguasa yang bahkan tidak mengenalnya melakukan perbuatan yang berdosa. Tuhan dapat dan memang menahan kejahatan di hati para penguasa. Dan otoritas ini sekarang adalah milik Yesus Kristus. Dia adalah penguasa raja-raja di bumi. Dia memiliki tujuan yang bijaksana dan penuh kasih ketika dia membiarkan dosa mengambil jalannya, dan dia memiliki tujuan yang bijaksana dan penuh kasih ketika dia menahan Abimelekh dunia.

Tetapi dia tidak hanya menahan kejahatan, dia juga memerintahkan acara-acara internasional untuk memajukan tujuannya. Misalnya, karena dia telah berjanji dalam Perjanjian Lama bahwa Mesias akan lahir di Betlehem, dan dia memilih seorang wanita muda di Nazaret untuk melahirkan anak itu, dia memerintahkan agar kaisar Caesar Augustus melakukan sensus terhadap seluruh kekaisaran, yang menyebabkan Yusuf dan Maria melakukan perjalanan dari Nazaret ke Betlehem tepat ketika Yesus akan lahir. Tuhan memerintah bangsa-bangsa untuk memenuhi tujuan penyelamatan-Nya. Maka hari ini Kristus memerintah atas bangsa-bangsa untuk memerintahkan peristiwa-peristiwa untuk menyelesaikan pekerjaan penebusan-Nya bagi manusia. Inilah makna sebenarnya dari apa yang terjadi di dunia saat ini: Tuhan sedang merencanakan hal-hal baru untuk kemajuan kerajaan-Nya. Kita harus berdoa dan berusaha untuk waspada tentang bagaimana menjadi benar sejalan dengan apa yang Tuhan lakukan.

c. Yesus memiliki wewenang untuk mengklaim warga dimanapun

Pemerintahan Kristus hari ini atas para penguasa bumi berarti bahwa Ia memiliki wewenang untuk mengklaim warga negara untuk kerajaannya sendiri dari semua bangsa dan negara di bumi.

Perhatikan hubungan antara Matius 28:18 dan 19. "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku." Dengan kata lain, fakta bahwa Kristus memiliki semua otoritas di surga dan di bumi—fakta bahwa Ia adalah penguasa raja-raja di bumi—berarti bahwa Ia dapat mengambil warganya menjadi warga kerajaan-Nya. Ini berarti bahwa para misionaris dan orang-orang tertentu yang dipanggil khusus oleh Tuhan adalah utusan dan duta yang sah dari Raja yang berada di atas semua raja lainnya, dan tidak seorang pun berhak mencegah mereka memanggil semua orang di mana pun untuk tunduk kepada Raja, Kristus Yesus. Raja-raja dunia mungkin tidak mengakui hak dan wewenang misionaris dan para duta Kristen ini di semua negara. Tetapi setidaknya para misionaris itu sendiri dapat memiliki hati nurani yang bersih. Otoritas Penguasa raja-raja di bumi ada di belakang mereka. Dan mereka memiliki hak untuk pergi ke mana Dia mengirim.

 d. Dia akan menang

Pemerintahan Kristus atas raja-raja di bumi saat ini berarti bahwa Ia akan menang dan membawa semua tujuan penyelamatannya kepada kemenangan. 1 Korintus 15:25 mengatakan, "Dia [Kristus] harus memerintah sampai dia meletakkan semua musuhnya di bawah kakinya." Dalam Matius 16:18 Yesus berkata, "Gerbang Hades tidak akan menang melawan" gereja-Nya. Dan dalam Wahyu 17:14 raja-raja di bumi ini diatur dalam pertempuran melawan Kristus; tetapi dikatakan, "Mereka akan berperang melawan Anak Domba, dan Anak Domba itu akan menaklukkan mereka, karena dia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja." Dengan kata lain, karena dia adalah penguasa raja-raja di bumi, dia tidak bisa dikalahkan. Perjuangannya akan menang. Ini adalah udara yang harus kita hirup di musim wabah covid-19 ini. Kristus menang dalam pemerintahan-Nya atas raja-raja di bumi. Semua perkembangan hari ini adalah langkah menuju kemenangan yang menentukan. Tidak mungkin sebaliknya karena Dia telah bangkit dari kematian. Senjata pamungkas raja duniawi adalah kematian. Jika senjata itu kehilangan kekuatannya, maka raja-raja akan dikalahkan. Ini hanya masalah waktu saja. Dan itu telah ditetapkan oleh hikmat Allah yang berdaulat (Kisah Para Rasul 1:7).

 e. Kristus memerintahkan dunia untuk mentransformasi bumi menjadi surga

Akhirnya, pemerintahan Kristus atas para penguasa di bumi saat ini berarti bahwa Kristus sedang mengatur dunia untuk perluasan Kerajaan surga di bumi. Itu berarti untuk kesucian dan kebahagiaan Anda sebagai warga Kerajaan surga di bumi. Anda dapat melihat ini di sini di teks dan di teks lain juga. Misalnya dalam Efesus 1:22 dikatakan, "Allah telah meletakkan segala sesuatu di bawah kaki [Kristus]-Nya dan menjadikan Dia kepala atas segala sesuatu bagi gereja." Dia memerintah di bumi demi gereja yang adalah tubuhNya. Ini adalah pemikiran yang luar biasa. Ini harus benar-benar merevolusi cara Anda menonton berita dan membaca koran dan menjalani hidup Anda. Jika Anda menonton berita dengan mata iman, apa yang Anda lihat dimainkan di hadapan Anda adalah strategi ilahi untuk pemurnian dan perluasan tubuh Kristus, sebagai agen dan duta KerajaanNya di bumi. Ketika bumi telah dimurnikan dari kekuasaan kegelapan dan beralih ke keuasaan terang, bumi telah kembali menjadi bagian dari Kerajaan Surga.

Anda dapat melihat kabar baik ini di sini dalam Wahyu 1:4–5. Dikatakan, "Kasih karunia dan damai sejahtera dari . . . Yesus Kristus . . . penguasa raja-raja di bumi." Dengan kata lain, Yohanes ingin kita mengetahui bahwa otoritas Kristus atas raja-raja di bumi dirancang untuk membawa kasih karunia dan damai sejahtera bagi umat-Nya. Itu benar apakah Kristus memerintahkan glasnost dan perestroika di Uni Soviet atau apakah dia mengizinkan pembalikan di Cina. Di Lausanne II di Manila, orang Tionghoa yang menangisi hancurnya kehidupan demokrasi di Lapangan Tiananmen berkata, "Ini adalah kebijaksanaan dan kasih Tuhan. Gereja belum siap untuk kebebasan. Gereja perlu dimurnikan lebih jauh lagi." Ini juga merupakan anugerah dan menuntun pada kedamaian sejati umat Allah.

 

Bersambung: Pelajaran tentang Yudas ada supaya Anda Didorong, Dikuatkan, Penuh Harapan, dan Berani



Minggu, 29 Agustus 2021

PELAJARAN YANG KITA PELAJARI DARI KEHIDUPAN YUDAS ISKARIOT

PELAJARAN YANG KITA PELAJARI DARI KEHIDUPAN YUDAS

 

Serial KEJAHATAN KEUANGAN ADALAH DOSA YANG TIDAK DIAMPUNI?

Sebelumnya: AKIBAT PENGKHIANATAN JUDAS: PASKAH

 

Kisah Para Rasul 1:17-20

Karena dia terhitung di antara kita dan diberikan bagiannya dalam pelayanan ini.” (Sekarang orang ini memperoleh sebuah ladang dengan imbalan kejahatannya, dan jatuh tertelungkup dia meledak di tengah dan semua isi perutnya menyembur keluar. Dan hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga ladang itu disebut Akeldama bahasa milik mereka sendiri, yaitu, Ladang Darah.) “Karena ada tertulis dalam Kitab Mazmur, “'Semoga perkemahannya menjadi sunyi sepi, dan janganlah ada orang yang tinggal di dalamnya'; dan “‘Biarkan yang lain mengambil alih jabatannya.’

 

Ada tiga hal yang dapat kita ambil dari Kitab Suci tentang Yudas yang relevan bagi kita saat ini:

1. Dia tidak pernah menanggapi koreksi artinya dia tidak bertobat.

2. Kita punya pilihan atas masa depan kita.

3. Cinta uang menghancurkan.

 

1. Dia tidak pernah menanggapi koreksi (tidak bertobat)

Koreksi adalah bagian dari proses pemuridan. Ketika kita melihat Injil, kita melihat bahwa Petrus tampaknya memiliki lebih banyak kekurangan karakter daripada Yudas. Tanpa mengetahui ceritanya, kita dapat dengan mudah mengatakan bahwa jika salah satu murid akan murtad, itu adalah Petrus. Dia tampak sangat tidak stabil, selalu menempatkan kakinya ke dalam permasalahan yang akan mencelakakannya, melakukan hal yang salah, dan menerima koreksi dan teguran berulang kali. Yesus menegur Petrus dengan mengatakan, “Pergilah ke belakangku Setan!” sementara Yudas hanya menerima teguran ringan dalam Yohanes 12 ketika Maria mengurapi kaki Yesus.

Yohanes 12:3-8

Oleh karena itu Maria mengambil satu pon minyak narwastu mahal yang terbuat dari narwastu murni, dan meminyaki kaki Yesus dan menyeka kakinya dengan rambutnya. Rumah itu dipenuhi dengan aroma parfum. Tetapi Yudas Iskariot, salah seorang muridNya (yang hendak mengkhianati Dia), berkata, “Mengapa minyak urapan ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya  diberikan kepada orang miskin?” Dia mengatakan ini, bukan karena dia peduli pada orang miskin, tetapi karena dia adalah seorang pencuri, dan karena dia bertanggung jawab atas kantong uang yang dia gunakan untuk membantu kepentingan dirinya sendiri untuk apa yang dimasukkan ke dalamnya. Yesus berkata, “Biarkan dia sendiri, sehingga dia dapat menyimpannya untuk hari penguburanKu. Untuk orang miskin kamu selalu ada bersamamu, tetapi kamu tidak selalu memiliki Aku.”

Yudas tahu bahwa dia bisa mendapatkan uang dari wewangian itu jika itu masuk ke perbendaharaan. Dia kemudian bereaksi terhadap teguran ringan dari Yesus dan kemudian (setelah Perjamuan Terakhir) lari ke otoritas Yahudi untuk menjual Yesus hanya dengan imbalan gaji satu bulan (30 keping perak). Bukannya terlalu bernilai, dia tidak bisa hidup mewah atau melunasi hutang apa pun dengannya!

Mengapa Petrus dapat menerima koreksi yang begitu keras tetapi Yudas bahkan tidak dapat menangani koreksi yang paling ringan?

Lihat, Yudas bereaksi sementara Petrus menanggapi. Petrus tetap dengan sikap seperti itu. Salah, dikoreksi. Setelah koreksi dia selalu kembali, dia selalu mengangkat tangannya untuk melakukan apa yang perlu, dan dia mencintai hadirat Tuhan (Matius 17:1-7).

Tantangan dalam proses menjadi pengikut Kristus adalah apakah Anda merespons (menanggapi, bukan bereaksi dan dapatkah Anda dikoreksi? Hanya Anda dan Tuhan yang tahu jawaban atas pertanyaan itu.

Bisakah Anda ditantang? Ketika Anda terhubung dengan orang-orang dengan nilai-nilai Alkitabiah, apakah Anda merasa tertantang? Apakah Anda merunduk dan menyelam dan melarikan diri atau apakah Anda menanggapi Tuhan?

Ketika para pemimpin datang bertemu Anda dan menantang Anda tentang koreksi atau melakukan apa yang ada dalam hidup atau panggilan hidup Anda, bagaimana reaksi Anda? Peristiwa seperti itu sudah dan masih akan datang. Pilihan Anda menentukan langkah Anda selanjutnya.

Yohanes 13:27-30

Kemudian setelah dia mengambil sesuap, setan masuk ke dalam dirinya. Yesus berkata kepadanya, "Apa yang akan kamu lakukan, lakukanlah dengan cepat." Sekarang tidak ada seorang pun di meja yang tahu mengapa Dia mengatakan ini padanya. Beberapa orang berpikir bahwa, karena Yudas pengelola kantong uang, Yesus berkata kepadanya, "Beli apa yang kita butuhkan untuk pesta," atau bahwa ia harus memberikan sesuatu kepada orang miskin. Jadi, setelah menerima sepotong roti, dia segera keluar. Dan itu adalah malam, artinya kuasa kegelapan sedang beraksi.

Keadaan Yudas menjadi sangat buruk karena dia tidak pernah tahu bagaimana mengambil peluang untuk koreksi diri, dia tidak memahami apa artinya bertobat. Akibatnya jelas, kemudian Setan sendiri memasuki jiwa raganya. Judas bukan hanya sekedar antek tetapi otomatis menjadi CEO kejahatan itu sendiri! Rencana musuh (Setan) adalah untuk membuat Yesus terbunuh. Setan ternyata bodoh karena tidak mengetahui bahwa rencana Tuhan adalah untuk mengubahnya menjadi kemenangan. Tetapi dalam kasus Yudas ini kita melihat bahwa kerasukan (dimasuki dan dikuasai oleh Setan diri seseorang) adalah hasil akhir dari tidak menanggapi koreksi Yesus. Keadarannya sudah dibutakan dan dilumpuhkan oleh keserakahannya. Cintanya kepada uang melebihi cintanya kepada Yesus. Maka, mampuslah dia.

Koreksi bertentangan dengan sifat manusia kita. Bagaimanapun, kita harus menanggapinya. Ketika seorang pemimpin menghadapkan Anda pada sesuatu pilihan, apa yang akan Anda lakukan? Tinggalkan gereja ini dan pergi ke gereja lain di mana mereka meninggalkan Anda sendirian? Jika Anda memiliki hal-hal penting dalam hidup Anda yang perlu diperbaiki, Anda perlu langsung memikirkan dan menanggapinya, jika tidak, Anda akan selalu berlari.

Yudas memilih ketidaktaatan! Paling-paling, dia hanya pernah berubah pikiran dan menyesal tentang apa yang dia lakukan dan kemudian dia menanggapinya dengan gantung diri. Tidak ada pertobatan sejati dalam diri Yudas dan karena itu tidak ada pemulihan dalam hidupnya. Dosa keserakahan yang memiicu terjadinya kejahatan keuangan tidak pernah dapat diampuni, karena hati orang itu telah dibungkus dan dikuasai oleh roh mammon.

Yakobus 1:12-18

Berbahagialah orang yang tetap tabah di bawah pencobaan, karena ketika dia telah bertahan dalam ujian, dia akan menerima mahkota kehidupan, yang telah dijanjikan Allah kepada mereka yang mencintainya. Janganlah seorang pun berkata ketika dia dicobai, "Aku dicobai oleh Tuhan," karena Tuhan tidak dapat dicobai dengan kejahatan, dan dia sendiri tidak mencobai siapa pun. Tetapi setiap orang tergoda ketika dia terpikat dan terpikat oleh keinginannya sendiri. Kemudian keinginan ketika telah dikandung melahirkan dosa, dan dosa ketika sudah dewasa membawa kematian.

Jangan tertipu, saudara-saudaraku yang terkasih. Setiap pemberian yang baik dan setiap pemberian yang sempurna berasal dari atas, turun dari Bapa segala terang yang dengannya tidak ada variasi atau bayangan karena perubahan. Atas kehendak-Nya sendiri, Dia melahirkan kita dengan firman kebenaran, bahwa kita harus menjadi semacam buah sulung dari ciptaan-Nya.

 

2. Kita punya pilihan atas masa depan kita

Efesus 1:3-14

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah memberkati kita di dalam Kristus dengan segala berkat rohani di sorga, sama seperti Ia memilih kita di dalam Dia sebelum dunia dijadikan, sehingga kita harus kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Dia telah menentukan kita untuk diadopsi sebagai anak-anak melalui Yesus Kristus, sesuai dengan tujuan kehendak-Nya, untuk memuji kasih karunia-Nya yang mulia, yang dengannya Dia telah memberkati kita dalam Kekasih. Di dalam Dia kita memiliki penebusan melalui darah-Nya, pengampunan atas kesalahan kita, sesuai dengan kekayaan kasih karunia-Nya, yang dicurahkan-Nya kepada kita, dalam segala hikmat dan wawasan yang memberitahukan kepada kita misteri kehendak-Nya, sesuai dengan tujuannya, yang Ia menetapkan dalam Kristus sebagai rencana untuk kepenuhan waktu, untuk menyatukan segala sesuatu di dalam Dia, hal-hal di surga dan hal-hal di bumi.

Di dalam Dia kita telah memperoleh warisan, yang telah ditentukan sebelumnya sesuai dengan tujuan Dia yang mengerjakan segala sesuatu menurut kehendak kehendak-Nya, sehingga kita yang pertama-tama berharap kepada Kristus dapat menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Di dalam Dia kamu juga, ketika kamu mendengar firman kebenaran, Injil keselamatanmu, dan percaya kepadanya, dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan, yang merupakan jaminan warisan kita sampai kita memperolehnya, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Apakah kita seperti tikus lab yang dimasukkan ke dalam labirin? Apakah kita hanyalah robot biologis? Kita harus menanyakan pertanyaan ini, jika tidak, tidak ada dari kita yang memiliki harapan untuk masa depan. Harapan kami hari ini adalah bahwa kami dapat berubah melalui Kristus yang memberi kami kekuatan dan kuasa dan pengertian. Paulus mendorong Timotius dengan cara ini – dalam 2 Timotius 2 dia mengatakan kepadanya untuk melarikan diri dari nafsu muda dan menjadi bejana emas. Kita tidak bisa membiarkan pekerjaan hidup kita menjadi kayu, jerami dan rumput.

Di dalam Kristus, kita semua dipilih untuk diselamatkan dari dunia kegelapan ke surga terang. Seluruh dunia dipilih untuk keselamatan tetapi tidak semua menerimanya. Kita harus memahami bahwa di satu sisi Tuhan memilih dan bahwa di sisi yang lain manusia memiliki kehendak bebas. Kita tidak dapat percaya bahwa orang tertentu dipilih untuk keselamatan dan orang lain untuk kehancuran. Ada merek ajaran yang mengatakan itu, tetapi saat itulah gagasan tentang takdir (stilah teologianya predestinasi, tujuan atau nasib yang sudah ditentukan lebih dahulu) dibawa ke kesimpulan yang tidak saleh. Maksudnya, semua orang yang pernah lahir ke dunia ini memiliki kesempatan yang sama untuk dipindahkan dari kegelapan ke terang ilahi, tetapi hanya mereka yang menanggapi, dengan kehendak sendiri menerima tawaran pemindahan itu yang dapat dipindahkan. Istilahnya diselamatkan, maksudnya diselamatkan dari kehancuran dalam dunia kegelapan menuju kedalam alam surgawi yang terang benderang.

Inilah masalahnya: Tuhan tahu, Dia tahu sebelumnya semuanya. Dia mengetahui keputusan dan kehendak setiap orang agar semua orang diselamatkan (1 Timotius 2:4). Apakah itu membingungkan Anda? Sebenarnya ya begitu, seharusnya proses ini memang membingunkan. Isu kuncinya adalah bahwa kita perlu memilih takdir (tujuan Allah yang sudah ditetapkan untuk setiap orang) yang Tuhan miliki untuk hidup kita. Jika keselamatan ditawarkan kepada Anda, apa yang harus Anda lakukan? Pilih keselamatan, artinya pilih Yesus Kristus menjadi raja Anda, menjadi penguasa Anda, menjadi Tuhan Anda, sehingga dengan mengikuti perintahnya otomatis Anda diselamatkan.

Masalah pelik lainnya adalah: mengapa ada orang yang begitu mudah menanggapi panggilan pertobatan sementara orang yang lain begitu sulit bahkan tidak peduli dengan keselamatannya? Jawabannya adalah dalam persamaan setiap orang (kehendak bebas) ada perbedaan yang sangat mendalam (keunikan) setiap pribadi. Keunikan setiap pribadi dibentuk oleh asal usul keturunannya dan juga faktor lingkungan yang telah mempengaruhi seumur hidupnya.

Mari kita ambil contoh. Seorang keluarga, seorang ayah dan seorang ibu memiliki tujuh orang anak. Satu orang begitu dekat dengan ayahnya. Satu orang begitu dekat dengan ibunya. Lima orang lain bervariasi dari dekat dan sangat jauh dari baik ayah maupun ibunya. Dalam pendidikan yang dua orang begitu tertarik berlajar dan rajin mengikuti setiap pelajaran sekolah dan bercita-cita sekolah setinggi mungkin. Anak lainnya memiliki tingkat ketertarikan dari biasa-biasa saja sampai tidak ingin sekolah sama sekali. Dalam pergaulan, beberapa anak senang berada di rumah, sedangkan anak-anak lainnya lebih senang berada di luar rumah. Anak-anak yang bergaul di luar rumah ada yang senang dengan lingkungan gereja, ada yang senang dengan lingkungan hobby tertentu, dan anak lainnya bergaul dengan orang-orang yang berpotensi membuat keonaran, kegaduhan dan permasalah dalam masyarakat. Mereka ini semua berasal dari ayah dan ibu yang sama. Hidup dan makan tinggal di lingkungan yang sama. Tetapi kecenderungan minat, pergaulan dan kegiatan sangat berbeda yang satu dan lainnya. Bagaimana kita menyoroti ini dari sudut kehendak bebas dan pilihan yang mereka buat? Apa yang kita diskusikan ini adalah semua menjadi topic ilmu-ilmu social, psikologi, kepribadian, dan sejenisnya termasuk teologi. Tetapi selama peradaban manusia ada yang berhasil mengubah hidupnya seratus delapan puluh derajat dari kondisi kurang menguntungkan menjadi lebih mulia. Tetapi sebagian besar belum berhasil, bahkan tidak tahu kalau kehidupan di dunia ini dapat diubah.

Apakah Anda merasa bahwa Anda dipilih untuk menjadi Yudas dalam kelompok teman-teman Anda? Anda salah. Kita harus memanfaatkan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita. Tak satu pun dari kita dipilih karena tidak penting. Setiap orang dari kita telah dipilih di dalam Kristus untuk sesuatu yang spesifik. Kita semua memiliki takdir di dalam Tuhan. Dalam perkembangan kekristenan, khususnya tumbuh kembang gereja berkembang “ilmu pengetahuan” baru yang dipromosikan yang disebut panggilan hidup. Setiap orang memiliki panggilan hidup. Ada orang yang dengan sadar atau tanpa sadar menemukan panggilan hidupnya dan menekininya. Dia berusaha memenuhi panggilan hidupnya. Jumlah orang seperti ini sangat sedikit. Selebihnya, sebagian besar manusia tidak pernah mendengar dan tidak pernah menemukan apa yang menjadi panggilan hidupnya. Untuk membantu Anda lebih memahami tentang panggilan hidup ini Anda dapat mencarinya di dalam situs ini atau melalui mesin pencari google.

Apakah Yudas dibuat untuk mengkhianati Yesus? Yesus memilih dia sebagai salah satu muridNya untuk membalikkan dunia demi Injil Kerajaan. Yesus melihat potensi dalam dirinya untuk Injil. Tetapi Yudas memilih kehancuran.

“Jika saya menemukannya diajarkan di bagian Alkitab bahwa segala sesuatu telah ditentukan sebelumnya, itu benar; dan jika saya menemukan dalam Kitab Suci bagian yang lain, bahwa manusia bertanggung jawab atas semua tindakannya, itu benar; dan hanya kebodohan saya yang membuat saya membayangkan bahwa kedua kebenaran ini dapat saling bertentangan. Saya tidak percaya mereka dapat disatukan menjadi satu di atas landasan duniawi mana pun, tetapi mereka pasti akan menjadi satu dalam kekekalan. Mereka adalah dua garis yang sangat hampir paralel, sehingga pikiran manusia yang mengejar mereka paling jauh tidak akan pernah menemukan bahwa mereka bertemu, tetapi mereka bertemu, dan mereka akan bertemu di suatu tempat dalam kekekalan, dekat dengan takhta Tuhan, di mana semua kebenaran muncul. .” – Charles Spurgeon

Yang menarik adalah bahwa Yudas tidak pernah menyebut Yesus “Tuhan” seperti murid-murid lainnya. Dia hanya memanggilnya “Rabi”, yang berarti “guru.” Apakah Yudas di surga atau neraka? Dari bukti Alkitab dia tampaknya tidak menjadikan Yesus sebagai Tuhannya. Kalau Yesus Kristus bukan Tuhan dan Juruselamat pribadinya, maka menurut logika bible, Yudas ada di neraka. Dia mulai dengan neraka di bumi, kemudian dia pindah ke neraka jahanam kekal. Tapi, harapan kita,  semoga dalam pergolakan kematian dia mengulurkan tangan kepada Yesus. Karena Tuhan panjang setia dan kasihnya, maka dalam setiap momen Tuhan menerima orang yang ingin kembali bersama Dia. Yang jelas, Yudas sudah disebut “anak hilang” artinya tidak pernah lagi kembali ke pangkuan Bapa surgawi. Dia tidak pernah mendapat pengampunan, sebagai pelajaran bagi manusia yang masih hidup di dunia ini supaya jangan bermain-main dengan kejahatan keuangan yang dikendalikan oleh mammon. Siapa yang tunduk kepada mammon, dia lepas dari Tuhan Semesta Alam. Tempatnya adalah neraka.

 

3. Cinta uang menghancurkan

Untuk siapa ini relevan? Untuk semua orang. Pikirkan tentang bagaimana Johannesburg didirikan. Ibukota dan kota terbesar di Afrika Selatan ini berdiri karena demam emas. Banyak hal buruk terjadi karena uang. Semangat itu hidup di sini dan kita perlu mengatasinya. Di kota ini kita semua bisa masuk ke roda hamster itu dan harus terus mengayuh kalau tidak kita akan dipukul di bagian belakang kepala. Jadi kita perlu terus-menerus membahas masalah keuangan ini. Yesus terus menerus membicarakannya. Dua pertiga dari ajarannya mencakup sesuatu tentang uang dan penatalayanan! Penatalayanan dimaksud di sini adalah menjalankan dan mempertanggungjawabkan semua kepercayaan pelayanan atau tugas dan pekerjaan atau usaha yang diberikan oleh Yesus kepada setiap orang sesuai dengan panggilan masing-masing.

Cinta uang merusak dan menghancurkan. Yudas jelas menunjukkan bakat untuk penatalayanan yang baik, itulah sebabnya Yesus menempatkan dia sebagai penanggung jawab perbendaharaan, tetapi dia tunduk dan dikalahkan cintanya kepada uang.

1 Korintus 4:2

Selain itu, para penatalayan dituntut agar mereka ditemukan setia.

Setiap orang dari kita telah diberi beberapa lingkup pengaruh. Apa pun yang menghadang Anda, Tuhan menuntut Anda sebagai penatalayan untuk ditemukan setia. Artinya apapun yang terjadi, Anda harus melakukan tugas Anda dan mempertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang diberlakukan oleh pemberi tugas itu kepada Anda. Di sinilah jebakan batman yang banyak terjadi kepada para pemimpin Kristen baik formal maupun informal. Awalnya semuanya semangat, bersih, kudus, setia. Di tengah perjalanan, kesetiaan menghilang dan digantikan oleh pengkhianatan. Secara perlahan dan pasti akhirnya satu persatu para pemimpin ini gugur di medan peperangannya sendiri melawan keserakahan dan keegoisan dirinya sendiri. Sebagian besar mereka pasti gagal dan hancur.

2 Korintus 8:20-21

Kami mengambil jalan ini agar tidak ada yang menyalahkan kami tentang pemberian murah hati (persembahan, sumbangan, sedekah) yang kami berikan ini, karena kami bertujuan untuk apa yang terhormat tidak hanya di mata Tuhan tetapi juga di mata manusia.

Yudas membiarkan pembusukan lambat dari hak dan hak istimewa terjadi pada dirinya. Pada awalnya, Yudas seperti bendahara atau pemegang kas lainnya mencelupkan tangannya ke dalam tas karena tidak ada yang akan memperhatikan dan Anda membutuhkan sesuatu. Maksudnya, Yudas melihat banyak uang di kantong uang yang dia pegang. Kemudian dia masukkan tangannya menjamah uang itu: …wah banyak katanya. Ketika tangannya masih di dalam kantong, di melihat kira kanan dan sekelilingnya, ternyata tidak ada yang memperhatikan apa yang dia lakukan. Kemudian jari-jarinya menggenggam segepok uang dan dijepitnya, kemudian ditariknya tangannya keluar kantong. Uang yang ada di jari-jarinya, dia masukkan ke saku celananya. Karena telah melakukan dan mengalami, dia menjadi percaya diri, percaya bahwa dialah yang memegang kendali, tidak ada orang yang lain mengawasinya. Tetapi pada akhirnya, tas atau kantong uang atau petty cash box atau rekening bank online itu mengendalikan Anda dan memiliki Anda! Itulah sifat mammon yang dibenci Tuhan Yesus, memerangkap setiap anak manusia yang menaruh harapan kepada uang masuk ke dalam cengekaramannya dan menjauhkan mereka dari hadirat Tuhan. Hasil akhirnya adalah kehancuran, kematian dan pembusukan hingga lenyap dari pandangan manusia. Dia hilang.

Kebenaran yang diabaikan adalah ketidaktaatan. Ketidaktaatan adalah pemberontakan. Hukuman untuk setiap pemberontak adalah mati. Yudas memilih untuk berjalan dalam kegelapan, tidak menaati dan memberontak terhadap firman Tuhan. Ini bukan hanya tentang tidak melakukan hal yang salah, ini juga tentang melakukan hal yang benar. Anda tidak bisa tidak bertindak berdasarkan kebenaran. Yudas seharusnya pergi kepada Yesus dan mengatakan kepadanya bahwa beban menjadi bendahara terlalu berat. Itu akan menjadi tanggapan serius oleh Kristus dan akan membuat hatinya beres. Dan Yudas punya banyak waktu untuk melakukan itu. Yudas mendengar setiap pengajaran yang Yesus ajarkan tentang uang! Dia ada di sana! Tetapi dia tutup pintu teling dan pintu pemahamannya, sehingga dia tidak memahami apa yang diajarkan oleh Yesus tentang uang.

Matius 6:19-24

Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi, di mana ngengat dan karat merusakkannya dan di mana pencuri membongkar dan mencurinya, tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga, di mana ngengat dan karat tidak merusakkannya dan di mana pencuri tidak membongkar dan mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. “Mata adalah pelita tubuh. Jadi, jika mata Anda sehat, seluruh tubuh Anda akan penuh cahaya, tetapi jika mata Anda buruk, seluruh tubuh Anda akan penuh kegelapan. Jika kemudian terang di dalam dirimu adalah kegelapan, betapa hebatnya kegelapan itu! “Tidak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan, karena dia akan membenci yang satu dan mencintai yang lain, atau dia akan mengabdi kepada yang satu dan membenci yang lain. Anda tidak dapat melayani Tuhan dan uang.

Yudas ada di sana ketika Yesus mengajarkan hal ini, tetapi tidak pernah menanggapi.

Ayat ini berat dan sulit dipahami. Kumpulkan hartamu di surga bukan di bumi. Bagaimana Anda memahaminya? Secara logika ilmiah ini tidak mungkin. Secara fisik dan indra manusiawi, kita tidak memahami dan tidak mengetahui ada dimana surga. Kita hidup di bumi. Setiap hari kita bekerja untuk mencari uang, mengerjakan pekerjaan yang mendorong uang masuk ke dalam rekening atau kantong kita. Uang jelas kita persepsikan secara fisik ataupun digital, misalnya ukurannya rupiah, jumlahnya dalam angka: satuan, puluhan, ratusan, ribuan, jutaan, milyaran, triliunan, dst. Kita dengan mudah bebas memindahkannya dari satu rekening (kantong) ke rekening bank (kantong) lainnya. Dari satu akun ke akun lainnya. Bagaimana menyimpan uang kita di surga? Bukankah dengan uang kita mengukur kekayaan kita? Bukankah uang itu alat tukar semua kebutuhan manusia yang hidup di bumi ini? Bukankah uang itu kita gunakan untuk menyimpan harta kekayaan kita? Uang itu diciptakan oleh manusia dan digunakan oleh manusia. Itu semua terjadi di bumi, bukan di surga seperti yang kita pahami sesuai dengan yang diajarkan oleh gereja selama ribuan tahun.  Kalau kita tidak paham, bagaimana kita dapat menaatinya?

Untuk memahami ajaran Yesus Kristus untuk menyimpan harta kekayaan kita di surge, kita perlu belajar tentang siapa Yesus, dari mana Dia datang, dan apa misinya di bumi ini selama Dia hidup seperti manusia pada umumnya.

 

Bersambung: Siapa Yesus Kristus?