LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

Minggu, 31 Januari 2021

YESUS RAJA ABADI BERKUASA SELAMANYA, SAYA BAGAIMANA?

 YESUS RAJA ABADI BERKUASA SELAMANYA

Ketika kita memahami siapa Yesus Kristus, dan memahami apa yang telah Dia ungkapkan tentang diriNya, kita kemudian akan mengasihi dan mengikutiNya sepanjang hidup kita, dalam semua yang kita lakukan, di rumah kita, pekerjaan kita, di gereja kita, di sekolah kita, di tempat bermain kita.

Kerajaan Abadi

Perjanjian Lama meramalkan bahwa raja yang dijanjikan akan mengantarkan kerajaan yang akan ada selamanya. Itu akan menjadi surga di bumi, dan akan bertahan selama-lamanya di bawah raja keturunan Daud. Perjanjian Baru menegaskan bahwa pemerintahan Yesus sebagai raja akan bertahan selamanya. (Matius 19: 28-29 dan 25:34, Lukas 1:33, dan Ibrani 1: 8-13). Tetapi:

ü  Di manakah kerajaan ini sekarang?

ü  Apakah benar-benar memenuhi harapan ini? Atau

ü  Apakah kita masih menunggu Dia melakukannya?

Salah satu hal yang Yesus capai selama pelayananNya di bumi adalah mendirikan Kerajaan Allah di bumi. Sekarang, apa yang tampaknya berarti adalah bahwa, dalam tindakan kuasa ilahi, Yesus mendirikan tempat berpijak di wilayah yang tidak bersahabat, dan meresmikan inisiatif invasi yang ditakdirkan untuk memulihkan planet ini kepada pencipta dan pemilik serta rajaNya yang sah.

Serangan awal di wilayah musuh ini memanifestasikan diriNya dalam sejumlah cara dramatis: menantang kejahatan sistemik dalam wujud agama dan pemerintahan manusia, menantang kejahatan iblis, menghalau penipuan dengan terang dan kebenaran. Itu adalah pengenalan yang kuat dari kesetiaan alternatif. Kampanye ini masih berlangsung. Masih ada operasi pengepel, pembersihan, penahanan terakhir yang harus dihilangkan. Dan musuh terakhir yang masih harus diatasi adalah kematian.

Kita yang percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Raja, berperan serta dalam kuasa Roh Kudus dalam kampanye Kerajaan yang sedang berlangsung ini. Kita berdoa, "kerajaanMu datang, kehendakMu terjadi." Kita mempraktekkan kehidupan Kerajaan yang telah dicontohkan oleh Yesus. Bertemu orang, berkhotbah, mengajar, memberitakan Kerajaan Allah, menyembuhkan yang sakit, memberi makan yang lapar, mengusir setan dan roh jahat, mengecam orang munafik, memberitahukan jalan kebenaran dan hidup, melakukan berbagai tindakan mujizat sesuai kebutuhan untuk menunjukkan bahwa kita adalah warga, utusan, atau Duta Besar Kerajaan Surga. Supaya berfungsi, kita tetap  membutuhkan bantuan supernatural dalam Pimpinan Koh Kudus agar tercapai.

Dalam pemenuhan harapan Perjanjian Lama, pemerintahan penyelamatan Tuhan telah diturunkan ke dalam dunia ini dalam Yesus Kristus, yang berpuncak pada kematianNya dan kebangkitanNya serta kenaikanNya. KebangkitanNya menunjukkan bahwa kematianNya telah membawa kemenangan. Dosa telah ditangani. Kematian sebagai akibat dari dosa telah dikalahkan.

Bukan hanya dalam kebangkitan. KenaikanNya yang mulia menunjukkan bahwa Dia sekarang duduk di sebelah kanan Tuhan. Artinya menjadi Eksekutif Utama dalam Kerajaan Allah, sebagai Kepala Pemerintahan.

JanjiNya dipenuhinya dalam Pentakosta, Dia telah mencurahkan Roh Kudus. Semua itu adalah bagian dari kedatangan kerajaan. Kita sebut, "pelantikan kerajaan", “penahbisan Raja”, sekarang sudah ada di sini. Namun, Tuhan kita Yesus Kristus juga telah memberi tahu kita bahwa masih ada masa depan. Kita masih berdoa. Pikirkan tentang Doa Bapa Kami, agar kita berdoa, “datanglah KerajaanMu.” Kerajaan telah datang. Dia telah memenangkan pertempuran dengan mengalahkan Iblis. Pemerintahan di bumi dan di dunia telah dikembalikan ke dalam kekuasaan Tuhan Allah. Proses pengalihan dan pembaharuan semua perangkat dan sistem pemerintahan itu masih berlangsung, masih mengalami penyempurnaannya.

Salah satu hal yang paling sulit untuk dipahami orang, terutama orang Yahudi, adalah hubungan antara kedatangan Yesus sang Mesias yang pertama dan kedua. Dapat dimengerti bahwa orang-orang akan berkata, bagaimana mungkin Yesus adalah Mesias dan telah memenuhi harapan mesianis ketika kita tidak melihat singa berbaring dengan anak domba. Kita tidak melihat orang-orang menempa pedang mereka menjadi mata bajak. Kita tidak melihat perdamaian di bumi. Kita tidak melihat proses perwujudan niat baik terhadap manusia. Jadi bagaimana bisa Mesias sudah datang? Bagaimana mungkin Kerajaan Surga sekarang sudah berkuasa kembali di bumi dan dunia kita sehara-hari sekarang ini?

Untuk memahami bahwa kedatangan Yesus sebagaimana manusia ke dunia ini adalah kedatangan Kerajaan Surga, dapat dipahami dengan belajar eskatologi yang diresmikan. Eskatologi yang diresmikan mengajarkan gagasan bahwa realitas akhir zaman telah dibawa ke dalam sejarah dengan kedatangan Yesus yang pertama. Kerajaan dan Raja Surga di bumi telah dilantik, mereka telah diinisiasi dan dimulai dengan cara yang menentukan, tetapi mereka masih proses dikerjakan sampai pada titik di mana pada akhirnya akan ada penyempurnaan dari kenyataan ini. Itu disebut "sekarang dan belum" dari kerajaan. Bahwa kerajaan sekarang telah datang, Yesus telah membawanya. Dia memberikan pukulan yang menentukan kemenangan dalam pertempuran. Tapi peperangan masih berkecamuk dan berlangsung sambil menunggu masa depan, pemenuhan akhir yang akan datang. Pemimpin musuh Tuhan yang merusak bumi dan menyebarluaskan kejahatan dan kehancuran sudah dikalahkan di salib. Tetapi para pengikutnya dan dampak perbuatan jahatnya masih harus dibersihkan, direnovasi dan diperbaiki terus sampai selesai tuntas penuh dalam proses menuju masa depan yang bersih total.

Yesus dengan jelas mendirikan kerajaan mesianikNya sebelumDia naik ke tahtaNya di surga. Kita melihat ini dalam bagian-bagian seperti Matius 12:28, di mana Yesus berkata bahwa kuasa-Nya untuk mengusir setan membuktikan bahwa Dia telah membawa Kerajaan Allah. Eksorsisme bukanlah tanda bahwa Kerajaan sedang dalam perjalanan. Sebaliknya, itu adalah bukti bahwa Kerajaan sudah hadir dalam kekuasaan, dan rajaNya mengusir musuh-musuhNya. Sementara beberapa ahli keberatan bahwa Kerajaan tidak datang dengan cara yang diharapkan banyak orang. Di sisi lain Yesus bersikeras bahwa adalah salah untuk mencari manifestasi fisik Kerajaan dalam arti kekuatan politik tradisional. Seperti yang Dia katakan kepada orang-orang Farisi dalam Lukas 17:20 -21:

Kerajaan Allah tidak datang dengan pengamatan Anda yang cermat, dan orang-orang juga tidak akan berkata, "Ini dia," atau "Itu dia," karena Kerajaan Allah ada di dalam kamu" (Lukas 17: 20-21).

 

Kerajaan Sedunia

Saat Yesus kembali, seluruh bumi baru akan menjadi bagian dari kerajaanNya. Sekarang penduduk bumi baru sekitar sepertiga (33%) yang mengenal Yesus Kristus. Sekitar dua pertiga (67%) masih berada dalam kekuasaan Kerajaan kegelapan. Kekuasaan fisik serta kekuasaan Pemerintahan Yesus akan menggantikan semua pemerintahan duniawi, pada saat 100% penduduk bumi sudah menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat dan Rajanya. Untuk saat ini, pemerintahan universal-Nya terutama bersifat spiritual, seperti yang kita lihat di Efesus 1: 21-22. Walaupun gereja hingga saat ini sudah lebih 2000 tahun ada dan dapat dibuktikan secara fisik (orang, gedung, aktivitas, suara) tetapi masih memperlihatkan banyak pertentangan dan konflik. Akibatnya, gereja tidak dapat sepenuhnya menjadi gambaran atau perwujudan Kerajaan Surga di Bumi. Gereja yang kita kenal saat ini belum memenuhi syarat menjadi Pengantin Anak Domba. Masih banyak noda dan kerut yang menghiasi wajah dan tubuhnya. Masih harus dimurnikan lagi.

Tetapi ketika semua orang Kristen sudah sempurna sebagaimana BapaNya adalah sempurna, dengan bekerja keras dalam pimpinan Roh Kudus, sehingga pada KKat 100% penduduk bumi menerima Dia, maka Dia kembali dalam wujud dan bersifat fisik. Wahyu 21-22 melukiskan gambaran yang mulia tentang langit dan bumi baru, di mana Yesus memerintah sebagai raja dari ibukotanya di Yerusalem Baru.

Perjanjian Baru menjelaskan bahwa Yesus benar-benar adalah Mesianik Raja yang telah lama ditunggu, putra Daud yang datang untuk membawa Kerajaan Allah ke bumi. Yesus Kristus tidak memenuhi semua nubuatan dan harapan Perjanjian Lama selama pelayananNya di bumi. Tetapi Dia memenuhi begitu banyak dari “tanda-tanda Raja Mesias”. Dengan tanda-tanda itu Dia membuktikan bahwa Dia adalah Raja yang benar. Dia telah meyakinkan kita bahwa Dia akan datang lagi untuk menyelesaikan apa yang telah Dia mulai. Pada hari itu, kerajaanNya akan dengan sempurna memenuhi tujuan awal Tuhan untuk penciptaan. Seluruh dunia akan menjadi kerajaan duniawi Tuhan, bebas dari dosa dan penderitaan, aman dalam kedamaian dan kemakmuran, dan diberkati oleh persekutuan dan kehadiran Tuhan.

 

APLIKASI MODERN

Meskipun ada banyak cara untuk menggambarkan implikasi modern dari "Kerajaan Yesus”, satu model yang membantu dapat ditemukan dalam Pertanyaan dan Jawaban 26 dari Katekismus Singkat Westminster. Sebagai jawaban atas pertanyaan,

T. Bagaimana Yesus menjalankan jabatan sebagai raja?

Katekismus menjawab, Kristus menjalankan tugas seorang raja, dalam menundukkan kita kepada diriNya sendiri, dalam memerintah dan membela kita, dan dalam menahan dan menaklukkan semua musuh-Nya dan musuh kita.

Jawaban ini menjelaskan bagaimana pengaruh kekuasaan Yesus terhadap kehidupan kita dalam tiga kategori tradisional dari teologi sistematika. Pertama, Yesus menundukkan kita kepada-Nya, yaitu, Dia membawa kita ke dalam kerajaan-Nya, sehingga kita bukan lagi musuh-Nya tetapi warga Kerajaan yang menjadi kekasih-Nya. Kedua, Dia mengatur kerajaanNya dengan memerintah dan membela kita. Dan ketiga, Dia menahan dan akhirnya menaklukkan semua musuhnNya dan musuh kita.

Mengikuti penekanan Katekismus Singkat Westminster, kita "akan membahas penerapan modern dari jabatan raja Yesus" dalam tiga bagian:

·       Pertama, kita akan melihat bahwa Yesus membangun kerajaanNya.

·       Kedua, kita akan mempertimbangkan fakta bahwa Dia mengatur orang-orang yang menjadi warga kerajaanNya.

·       Ketiga, kita akan fokus pada cara Dia mengalahkan musuh-musuhNya.

 

Yesus Membangun Kerajaannya

Tujuan pekerjaan Yesus

Kitab Suci mengajarkan bahwa Tuhan berencana untuk mengubah seluruh dunia menjadi kerajaan duniawi-Nya, sehingga pemerintahan-Nya di bumi mencerminkan pemerintahan-Nya di surga. Kita melihat ini di tempat-tempat seperti Matius 6:10, di mana Yesus mengajar kita untuk berdoa agar kerajaan Allah datang, dan agar kehendak-Nya akan dilakukan di bumi dengan cara yang sama seperti yang telah dilakukan di surga. Kita melihatnya dalam gambar langit baru dan bumi baru yang dijelaskan dalam Wahyu 21-22. Jadi, secara umum, tujuan pembangunan kerajaan Yesus adalah untuk mengubah dunia menjadi kerajaan duniawi Allah, layak untuk didiami, dan penuh dengan orang yang sangat setia padaNya.

Tetapi jika tujuannya adalah agar Tuhan memiliki kerajaan duniawi, peran apa yang Yesus mainkan? Meskipun Tuhan adalah Raja tertinggi atas semua ciptaan, Dia telah menunjuk Yesus untuk memerintahnya dengan cara yang lebih langsung. Ittulah mengapa Kerajaan Tuhan juga tepat disebut kerajaan Yesus. Dalam masa ini, Tuhan adalah seperti penguasa Timur Dekat kuno, dan Yesus adalah raja bawahannya. Karena Yesus ingin menyenangkan tuanNya, Dia telah mendedikasikan diriNya untuk mencapai tujuan Tuhan. Dengarkan bagaimana Paulus menggambarkan penyerahan Yesus kepada Tuhan Bapa dalam 1 Korintus 15:24, 28:

Kemudian akhir akan datang, ketika [Kristus] menyerahkan kerajaan kepada Allah Bapa setelah Dia telah menghancurkan semua kekuasaan, otoritas dan kekuasaan ... Ketika dia telah melakukan ini, maka Anak itu sendiri akan dijadikan tunduk kepada Dia yang meletakkan segalanya di bawahnya, sehingga Allah menjadi segalanya (1 Korintus 15:24, 28).

Sebagai raja bawahan dari Tuhan Bapa Allah yang tertinggi, Yesus memiliki otoritas atas Kerajaan Tuhan, dan bahkan atas semua ciptaan. Dia menggunakan otoritas itu untuk menaklukkan segala sesuatu yang menentang Tuhan, dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan, untuk mencapai tujuan Tuhan bagi ciptaan-Nya.

Tapi apa arti tujuan ini bagi kita? Bagaimana seharusnya orang Kristen modern menanggapi gagasan bahwa "tujuan Yesus adalah mengubah seluruh dunia menjadi kerajaan Allah?” Jawabannya adalah kita harus menjadikan Kerajaan Tuhan sebagai tujuan utama hidup kita juga. Apa pun tujuan lain yang kita miliki - mencari nafkah, menafkahi keluarga kita, tetap sehat, melayani di gereja, menginjili orang, mendapatkan pendidikan setinggi mungkin, mengumpulkan harta kekayaan, menduduki jabatan tinggi setinggi mungkin, mengangkat nama supaya terkenal, memiliki karya sehingga berguna bagi orang banyak - semuanya harus dikejar dengan cara yang memajukan Kerajaan Allah. Seperti yang Yesus ajarkan dalam Matius 6:33:

Carilah dahulu kerajaan [Allah] dan kebenaran-Nya, dan semua hal ini akan diberikan kepada Anda juga (Matius 6:33).

 

Manifestasi kerajaan Surga di dunia

Banyak teolog sepanjang zaman telah memperhatikan bahwa ketika Perjanjian Baru berbicara tentang manifestasi kerajaan Yesus saat ini, para teolog itu sering menghubungkan kerajaan dengan gereja. Hubungan antara kerajaan dan gereja dijelaskan di banyak tempat di seluruh Kitab Suci, termasuk bagian-bagian seperti Efesus 1: 19-2: 20; dan Wahyu 1: 4-6. Sebagai satu contoh saja, dengarkan pembahasan antara Petrus dan Yesus dalam Matius 16: 16-19:

Simon Petrus menjawab, "Kamu adalah Kristus, Putra Allah yang hidup." Yesus menjawab, "Berbahagialah kamu, Simon anak Yunus, karena ini tidak diungkapkan kepadamu oleh manusia, tetapi oleh Bapa-Ku yang di surga. Dan aku katakan kepadamu bahwa kamu adalah Petrus, dan di atas batu karang ini aku akan membangun gerejaku, dan gerbang Hades tidak akan mengatasinya. Aku akan memberimu kunci kerajaan surga; apapun yang kamu ikat di bumi akan terikat di surga, dan apapun yang kamu lepas di bumi akan dilepaskan di surga" (Matius 16: 16- 19).

Bagian ini mengatakan setidaknya tiga hal yang menghubungkan kerajaan dengan gereja. Pertama, Yesus berkata, "Aku akan membangun gerejaKu." Dan kemudian Dia mengikuti pernyataan ini dengan mengatakan bahwa Dia akan memberi Petrus "kunci kerajaan surga." Perhatikan hubungannya di sini: Petrus, seorang rasul dan bagian dari fondasi gereja, akan memiliki kuasa atas "kerajaan" surga.

Detail kedua yang menyoroti hubungan antara kerajaan dan gereja adalah fakta bahwa Petrus menerapkan gelar Kristus kepada Yesus. Kata "Kristus" berarti "yang diurapi". Itu adalah referensi khusus pada fakta bahwa raja-raja diurapi dengan minyak untuk menandai klaim mereka atas takhta. Jadi, dengan menyebut Yesus "Kristus", Petrus mengidentifikasi Yesus sebagai Raja Daud yang dinubuatkan. Dan dalam perannya sebagai raja itulah Yesus akan membangun gereja.

Dan detail ketiga dalam Matius 16: 16-19 yang menunjuk pada hubungan yang erat antara kerajaan dan gereja adalah bahwa Yesus bermaksud agar gereja berpartisipasi dalam peperangan antara Hades atau "neraka" dan kerajaan surga.

Gereja Katolik Roma menafsirkan Petrus yang dimaksud Yesus sebagai “batu karang”. Tetapi penafsiran yang lebih akurat yang dimaksud dengan “batu karang” oleh Yesus adalah jawaban Petrus bahwa “Kristus, Putra Allah yang hidup”. Jadi, gereja didirikan di atas Kristus, Putra Allah yang hidup, itulah batu karang. Kristus, Putra Allah yang hidup = batu karang, pondasi gereja. Membangun rumah di atas batu.

Semua detail ini menunjuk pada fakta bahwa baik Yesus maupun Petrus menganggap gereja dan kerajaan sebagai konsep yang sangat terkait erat. Tetapi sedekat apa pun dengan gereja dan kerajaan, mereka "tidak persis sama” dalam Perjanjian Baru. Mayoritas ahli setuju bahwa kerajaan adalah konsep yang jauh lebih besar daripada gereja. Kerajaan sudah ada di Perjanjian Lama, gereja baru muncul dalam Perjanjian Baru.

Hubungan antara gereja dan kerajaan Allah sangat menarik. Kerajaan Allah adalah visi makro dari pemulihan segala sesuatu menjadi penyerahan diri kepada kehendak Allah yang sempurna. Visi yang mencakup semuanya untuk seluruh alam semesta, tentu saja planet ini dan kehidupan manusia. Ini adalah ketundukan kepada raja yang akan menciptakan shalom kehidupan yang luar biasa karena itu dimaksudkan untuk kemuliaan Tuhan dan kegembiraan besar kita.

Gereja adalah salah satu instrumen utama yang dipilih Tuhan untuk kemajuan visi makro ini. Penting untuk tidak menyamakan gereja, dan tentunya bukan struktur gerejawi religius, dengan Kerajaan. Gereja bukanlah satu dalam satu hal, tetapi satu alat untuk mencapai tujuan. Gereja harus sebagai sebuah kota di atas bukit. Bisa dikatakan, sudah termanifestasi dalam kehidupan interior dan dinamika sosialnya sendiri. Dinamika yang suatu hari nanti akan menjadi ciri seluruh ciptaan Tuhan dari laut ke laut. Gereja harus menjadi prototipe kerajaan sekaligus agen Kerajaan. Gereja adalah orang-orang yang melengkapi “batu karang” membangun sebuah bangunan kekuasaan pemerintahan yang disebut Kerajaan Surga di bumi.

Baik konsep Kerajaan Allah dan gereja sangat diperlukan untuk pemahaman Kristen yang lengkap tentang bagaimana kita harus hidup di bagian mana pun dari hidup kita. Tetapi sangat penting untuk membedakan gereja dari Kerajaan Allah. Banyak orang Kristen salah, selama bertahun-tahun, menganggap gereja seperti klimaks Kerajaan. Orang Kristen menganggap dia adalah hal yang paling penting terjadi. Ini pemikiran dan pengakuan yang salah dan menyesatkan, karena membawa orang dan gereja menjadi sombong dan arogan. Bahkan akhirnya hanya mengabaikan dan memperalat Tuhan Yesus Kristus untuk nafsu dan kepentingan diri sendiri.

Tetapi konsep kerajaan dalam seluruh Kitab Suci jauh lebih besar dari pada gereja. Jadi Alkitab memandang gereja sebagai bagian kerajaan yang tak tergantikan, tetapi itu adalah "sub-bagian atau bagian dari pekerjaan kerajaan. Kerajaan Allah, pemerintahan-Nya, selalu menjadi dasar realitas”.

Dia adalah Tuhan yang memerintah alam semesta, dari semua ciptaan, dari kita. Dia adalah Tuhan atas semua bangsa, semua suku bangsa, semua raja, semua suku. Sekarang sebagian besar tidak tahu itu, tapi Dia tahu. Jadi Kerajaan Allah, pemerintahan Allah, adalah tema menyeluruh di seluruh Kitab Suci. Gereja, semoga, adalah orang-orang yang telah tunduk kepada ke-Raja (Tuhan)-an Yesus, orang-orang yang telah mengenali ke-Tuhan-annya yang berdaulat dan telah menyerahkan diri untuk menjadi agenNya, menjadi Duta Besar Yesus di dunia.

Perjanjian Baru mengajarkan bahwa tahap kemuliaan terakhir dari pemerintahan Allah atas ciptaan dimulai pada saat kedatangan Kristus yang pertama. Sejak saat itu kerajaan Tuhan di bumi terus bertumbuh dan membawa banyak aspek budaya manusia di bawah ketundukan kepada Tuhan. Ketika Kristus datang kembali, Kerajaan Tuhan akan sepenuhnya eksis tanpa perlawanan dan sepenuhnya dimanifestasikan di seluruh aspek alam dan budaya manusia. .

Tetapi bagaimana gereja cocok dengan garis besar sejarah itu? Pada dasarnya, gereja adalah inti dari kerajaan Tuhan di bumi pada zaman sekarang. Kita para Pelayan Tuhan Yesus Kristus  mengabdikan diri untuk memajukan Kerajaan Tuhan sekarang. Ketika Kristus datang kembali, kita  akan mewarisi berkat penuh dari Kerajaan. Sampai saat itu, kita menyebarkan Injil Kristus dan menjadi semua bangsa murid Yesus Kristus dengan mengajarkan segala sesuatu yang Dia perintahkan, untuk memperluas pemerintahan nyata Tuhan ke dalam setiap dimensi masyarakat manusia, sejauh mungkin, sebelum kedatangan Kristus.

Sangat penting bahwa gereja memahami tempatnya di kerajaan. Ketika kita akan bersamaNya di masa depan, ketika Dia datang lagi, kita tidak akan disebut sebagai gereja. Kita akan disebut kerajaan. Mempelai perempuan akan dihiasi dan dipercantik untuk mempelai laki-lakinya, gambaran lain yang sangat penting dalam Kitab Suci.

Kita sebagai gereja memiliki pandangan yang terlalu tinggi tentang diri kita sendiri. Gereja pikir dia adalah satu-satunya jawaban, atau satu-satunya tujuan Tuhan. Gereja memperlakukan dirinya sendiri sangat, sangat penting. Gereja menganggap Kristus mati untuk gereja. Gereja menganggap Kristus mati untuk mempersembahkan diriNya sendiri. Pandangan yang salah dan menjebak gereja dalam kesesatan. Pandangan gereja yang memenjarakan dirinya dalam kesombongan sempit, seperti katak di bawah tempurung.

Yang benar, Yesus Kristus juga mati untuk dunia. Yesus Kristus mengorbankan diriNya untuk semua orang juga yang berada di luar gereja. Jadi cara terbaik untuk memandang diri sebagai anggota gereja Yesus Kristus adalah dengan mengatakan, gereja punya satu tujuan dan itu adalah menjadi tubuh Kristus. Gereja dipanggil untuk menjadi tangannya, kakinya, lengannya bagi dunia sama seperti jika Dia ada di sini. Itulah rajaku. Perintah ini kepada gereja.

Hal yang menyedihkan dan menyesatkan lainnya adalah kadang-kadang gereja berkata, "Baiklah, kita adalah klimaks dari kerajaan, oleh karena itu kita adalah akhir dari apa yang akan dia lakukan dan karena itu kita akan duduk dan tidak melakukan apa pun atau hanya menikmati kehadirannya sampai dia datang lagi." Ini disebut pasifisme anugerah keselamatan, ajaran sempit yang menyesatkan. Ini pandangan yang salah dan kita perlu mengoreksi diri kita sendiri dan kembali ke urusan menghubungkan tujuan gereja dengan tujuan raja dari Tuhan dan Juruselamat kita.

 

Metode Yang Yesus Gunakan Untuk Membangun KerajaanNya

Yesus "membangun kerajaanNya dengan dua cara utama, yang keduanya secara langsung melibatkan gereja: Ia menambahkan lebih banyak orang ke dalam gereja, dan Ia memperluas batas geografisnya”. Dalam Perjanjian Baru, Yesus mulai mengumpulkan orang-orang terutama dari Israel. Tetapi pada saat kenaikanNya Dia menginstruksikan gereja untuk memperluas kerajaanNya dari Yerusalem ke Yudea, ke Samaria, sampai ke ujung bumi, seperti yang kita baca dalam Kisah Para Rasul 1: 6-8. Yesus sedang membangun kerajaanNya dengan memperluas gereja untuk mencakup seluruh umat manusia dan menutupi seluruh dunia.

Tetapi bagaimana kita, gereja, menanggapi dan berpartisipasi dalam pekerjaan ini? Secara umum, jawabannya terdapat dalam kata-kata dari Amanat Agung ini dalam Matius 28: 19-20:

Pergi dan jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, dan ajari mereka untuk mematuhi semua yang Aku perintahkan kepadamu (Matius 28: 19-20).

Seperti yang bisa kita lihat di sini, metode utama yang Yesus gunakan untuk membangun kerajaanNya adalah pemuridan, baptisan dan pengajaran alkitabiah. Yesus tidak melakukan metode ini sendirian, Yesus telah menugaskan para muridNya untuk melakukannya atas namaNya. Pemuridan membawa orang pada kehidupan pribadi bersama Yesus Kristus. Baptisan menyatukan mereka dengan gereja berkumpul bersama murid-murid Yesus Kristus yang lainnya. Mengajar melakukan perintah Yesus membantu mereka tumbuh dengan cara yang memperkuat pembangunan Kerajaan dan menuntun pada perluasanNya lebih lanjut.

Tantangan yang diberikan kepada semua murid di akhir Injil adalah bahwa para murid harus pergi ke semua bangsa, menjadikan murid, membaptis dan mengajar mereka taat. Bahasa pemuridan menyiratkan lebih dari sekedar menjadi pembelajar. Ini menyiratkan lebih dari sekedar menjadi orang percaya. Tapi itu juga menyiratkan berada dalam hubungan dengan Tuhan. Ya, Tuhan yang akan mengajari kita. Ya, Tuhan yang akan memimpin kita. Tantangan untuk memuridkan adalah memiliki orang-orang yang akan magang seumur hidup, berhubungan, dengan Tuhan.

Itu perlu dicontoh dengan baik, yaitu orang-orang perlu memiliki hubungan dengan orang percaya lain yang dapat menunjukkan kepada mereka bagaimana menjalani kehidupan Kristen dengan baik. Hal itu jelas membutuhkan pengajaran. Orang-orang perlu memahami persyaratan Tuhan untuk menjadi para pengikut dan murid-muridNya. Itu perlu ditanamkan di gereja karena di sanalah Tuhan telah menempatkan struktur bagi orang-orang untuk bertumbuh sebagai orang Kristen dan memang menjadi pembelajar seumur hidup. Memuridkan berarti berhubungan dengan Tuhan dan mengikutinya dengan setia. Kalau gereja lalai melakukan pemuridan, maka Tuhan akan menyediakan sarana lain. Sarana pemuridan yang paling banyak tersedia sekarang adalah di internet. Pelayanan internet lebih efektif dan lebih efisien daripada pelayanan gereja konvensional dan tradisional. Contohnya pelajaran yang sedang Anda nikmati saat ini, dengan berani menelanjangi kesalahan dan kesesatan gereja. Apakah gereja berani berbicara tentang kesalahan dan kesesatan pengajaran dan praktek pelayanannya selama ini?

 

Yesus Mengatur RakyatNya

Kita membahas dua aspek dari cara Yesus mengatur umatnya.

·       Pertama, Dia mengatur mereka untuk kebaikan mereka.

·       Kedua, Dia melindungi mereka dari musuh-musuh mereka.

 

Perhatikan: kalau gereja Anda adalah bagian dari Kerajaan Tuhan, maka apa yang dilakukan oleh Yesus dilakukan juga oleh gereja Anda. Kalau tidak … saatnya untuk koreksi

 

Aturan

Pemerintahan Yesus difokuskan untuk mengamankan kebaikan kita yang kekal, berkat-berkat yang akan kita nikmati bersama-Nya selamanya. Setiap orang yang datang kepadaNya menerima belas kasihan dan pengampunan. (Yohanes 6: 35-37, 7:37, dan 10 : 28-29; dan Kisah Para Rasul 5:31).

Dia mengadopsi kita sebagai ahli waris Tuhan, dan berbagi dengan kita semua berkat perjanjian yang telah diperolehnya melalui ketaatannya yang sempurna. (Kisah Para Rasul 13: 34- 39; Roma 8:17, 32; dan Ibrani 2:13).

Dia memberi kita semua berkat ini sebagai anugerah. (Yohanes 1:16, Efesus 2: 8-9, dll).

Pemerintahan Kristus yang penuh kasih juga memberi kita kebaikan duniawi di dunia sekarang. Dia memberi kita kehadiran-Nya melalui Roh Kudus. (Kisah Para Rasul 2:33, Galatia 4: 6, dan Filipi 1:19).

Dia memberi kita kejelasan arah dalam Alkitab, sehingga kita dapat melayani Dia dengan setia. (1 Korintus 9:21, Galatia 6: 2, dan Kolose 3:16).

Dia menunjuk kepemimpinan untuk gereja, mendelegasikan kepada mereka otoritas dan kuasa untuk melayani kepada umat-Nya. (1 Korintus 12:28, dan Efesus 4: 11-12).

Raja Yesus bukanlah seorang diktator yang kejam. Dia adalah raja yang penuh kasih yang peduli dan menyediakan bagi kita. Jauh dari menjadi sumber masalah, pemerintahanNya adalah berkah kebajikan yang menguntungkan kita sekarang dan selamanya.

Tanggapan kita terhadap aturan ini harus jelas. Untuk menerima berkah raja supaya kita miliki untuk kita, kita harus tunduk pada pemerintahanNya. Kita harus patuh pada hukumNya dan percaya pada belas kasihan dan kuasaNya untuk mengatasi kegagalan dan kesulitan kita. Tentu saja, kita harus berterima kasih atas kepemimpinanNya, dan memuji Dia atas kebaikanNya kepada kita.

 

Yesus Membela Kita

Ada banyak cara Yesus membela orang percaya.

Pertama, Yesus membela kita dari godaan untuk berbuat dosa.

Sebagai raja kita, Yesus membela kita dari pencobaan dengan banyak cara.

Dia memperingatkan kita tentang godaan sebelumnya. (Matius 6:13).

Dia menguatkan kita untuk melawan dosa. (Ibrani 2:16).

Dia melindungi kita dari situasi yang akan membuat kita kewalahan atau menjebak kita, selalu memastikan bahwa kita memiliki cara untuk menghindari dosa. (1 Korintus 10:13 dan 2 Timotius 4:18).

Kedua, ketika kita menyerah pada pencobaan, Yesus melindungi kita dari kerusakan akibat dosa.

Salah satu cara Yesus membela kita dari korupsi adalah dengan mendisiplinkan dan mengoreksi kita ketika kita berdosa, sehingga kita tidak menundukkan diri kita pada penguasaan dosa. (Yeremia 46:28, Ibrani 12: 5-11, Wahyu 3:19).

Memberi kita pengampunan dan pembersihan dari dosa ketika kita bertobat. (1 Yohanes 1: 9).

Ketiga, Yesus membela kita dari tuduhan dosa.

Semua orang Kristen rentan terhadap dosa. Ketika kita kalah melakukan dosa, maka Setan mencoba membujuk Tuhan untuk menghukum kita. (Wahyu 12:10). Tetapi Yesus membela kita dari tuduhan ini, sehingga Tuhan menganggap kita benar-benar benar karena dibenarkan olehNya. Meskipun Kitab Suci sering berbicara tentang perantaraan Kristus bagi kita dalam kaitannya dengan jabatan imamat-Nya, Roma 8:34 menunjukkan bahwa itu juga merupakan salah satu aspek dari kerajaanNya. Sebagai raja bawahan yang agung, Yesus membela rakyatNya dari tuduhan dengan menjadi perantara bagi kita dengan Raja Agung.

Karena Yesus membela kita dengan sangat kuat, kita dapat memiliki keyakinan yang besar dalam pertempuran kita dengan dosa. Kita harus mengandalkan kekuatanNya untuk menahan godaan. Kita mengandalkan pengampunanNya untuk membersihkan kita dari efek dosa. Kita mengandalkan pembelaanNya untuk melindungi kita dari konsekuensi dosa. Tidak ada yang dapat merugikan kita.

Yesus adalah raja pejuang yang hebat dan berkuasa. Dia memimpin kita ke dalam pertempuran melawan dosa. Bersama Yesus, walaupun kita tidak bertarung dengan baik, kita tetap tidak bisa kalah. Dia tidak akan membiarkan kita. Dia akan selalu menjaga dan melindungi kita, memaafkan dan membersihkan kita, membela dan membebaskan kita. Akhirnya, Dia akan membawa kita ke dalam berkat yang tidak pernah gagal dari kerajaan kekal-Nya.

 

Kristus Menaklukkan Musuhnya

Ketika hukum Tuhan dilanggar, banyak orang terluka. Kita melihat ini setiap hari ketika kejahatan dilakukan. Ada korban yang dirampok, atau ditipu, atau dipukuli, atau dikhianati, atau bahkan dibunuh. Dalam bahasa Kitab Suci, para penjahat yang melakukan kejahatan ini telah menjadikan diri mereka musuh bgi korban mereka maupun musuh Tuhan. Tanggapan yang tepat dari pemerintah adalah menangkap dan menghukum para penjahat ini. Keputusan untuk mereka seharusnya menjalani hukuman yang pantas untuk kejahatan mereka. Ini cara untuk melindungi korban mereka dan masyarakat lainnya dari kejahatan lebih lanjut. Kitab Suci berbicara tentang ini di Amsal 20: 8 dan 25: 5.

Hal serupa juga terjadi pada penghakiman yang Yesus berikan. Dia menghukum penjahat dan musuh kita sesuai dengan keadilan, untuk membalas kejahatan mereka. Tapi dia juga menghukum mereka sebagai tindakan berkat dan kebajikan terhadap kita, untuk melindungi kita dari dosa dan kekerasan mereka, dan untuk memurnikan dan melindungi dunia yang Dia buat untuk kita. Inilah mengapa penghakiman dan kehancuran orang-orang berdosa adalah bagian penting dari "misi Yesus untuk mengubah dunia menjadi kerajaan duniawi Allah”. Agar dunia menyenangkan Tuhan dan layak untuk didiami, dan agar kita menikmati berkat abadi, maka kerusakan akibat dosa harus benar-benar disingkirkan darinya.

Yesus mulai mengeksekusi penghakiman terhadap banyak dari kejahatan dan musuh kita selama pelayananNya di bumi. Musuh-musuh ini termasuk dosa, kematian dan setan. Kemenangan Yesus atas musuh-musuh ini sudah pasti, tapi Dia belum selesai menghukum mereka. Jadi, di zaman sekarang, Yesus terus menghakimi mereka. Dia akan menyelesaikan penghakiman mereka hanya ketika Dia kembali. (2 Petrus 2: 4; Yudas ayat 6; dan Wahyu 20:10, 14).

Tetapi Yesus dan gerejaNya juga memiliki musuh lain. Setiap orang berdosa yang belum menyerahkan diriNya kepada Kristus adalah warga kerajaan Setan dan musuh Allah. (Matius 13: 37-43; Lukas 19:27; dan Efesus 2: 1-3).

Saat ini, Yesus melaksanakan sebagian penghakiman terhadap beberapa musuh ini selama hidup mereka di dunia. Contoh Herodes dipukul mati dalam Kisah Para Rasul 12:23 karena Ia mengizinkan orang-orang untuk memperlakukan dia sebagai tuhan. Tetapi sebagian besar, Yesus bersabar dalam penghakimanNya terhadap musuh-musuhnya, dengan sabar menahan penghakimanNya sampai Dia kembali.

Sangat menarik bahwa penghakiman di masa depan sering diekspresikan sebagai bagian dari Injil Kerajaan seperti yang disajikan dalam Perjanjian Baru. Ini mungkin tampak seperti elemen aneh dari apa yang seharusnya menjadi kabar baik. Tetapi kenyataannya adalah bahwa ini adalah bagian dari kabar baik. Alasan itu adalah bagian dari Kabar Baik, karena jaminan Tuhan bahwa seperti penderitaan tidak akan bertahan selamanya, tetapi ditangani dengan penyembuhan, ketidakadilan tidak akan dibiarkan berlanjut tanpa batas, tetapi kesalahan akan diampuni.

Ada kerinduan yang dalam di setiap hati manusia bahwa ketidakadilan tidak akan menang, atau dianggap tidak penting karena kita terus maju. Ini adalah janji Tuhan yang meyakinkan kepada mereka yang menderita bahwa hal ini tidak akan ditoleransi. Mereka memiliki seorang pembela, dan bahwa mereka tidak perlu keluar dengan semacam keadilan main hakim sendiri yang penuh dendam dan mengambilnya ke tangan mereka sendiri tetapi untuk mempercayakan diri mereka sendiri kepada hakim setia yang akan melakukan yang benar. Penghakiman dan penghukuman adalah milik Tuhan.

Para rasul dengan jelas mengatakan bahwa "pemerintahan Yesus sebagai raja akan mencakup hari penghakiman di masa depan, ketika setiap orang akan menjawab pemerintahan dan hukumnya. (Kisah Para Rasul 17:31, Roma 14: 10- 12, dan Ibrani 10: 26-31). Hari Penghakiman yang akan datang adalah bagian utama dari pekerjaan Kristus sebagai raja karena itu akan memuaskan keadilanNya terhadap orang-orang berdosa, belas kasihanNya kepada orang-orang percaya, dan kesetiaanNya kepada Bapa saat ia memurnikan Kerajaan.

Meskipun doktrin penghakiman terakhir bisa menakutkan bagi mereka yang belum menerima Kristus sebagai Tuhan, ini bukanlah hal yang buruk. Peringatan ini memberikan kesempatan bagi yang tidak setia untuk bertobat dari dosa mereka, dan untuk menerima pengampunan, belas kasihan dan kasih karunia dari raja kita Yesus Kristus. Ya, kata-kata itu sangat kuat. Tetapi pada intinya, penghakiman terakhir menawarkan berkat bagi mereka yang bertobat. Faktanya, inilah mengapa presentasi Injil Kerajaan di dalam Alkitab sering berisi peringatan tentang penghakiman di masa depan. (Matius 21: 32-44 dan Kisah Para Rasul 17: 30-31).

Banyak orang Kristen kadang-kadang bingung dengan deskripsi dan penyajian Injil dalam Kitab Suci. Di sana ada paradox, hal yang saling bertentangaan.  Mencakup pesan yang sangat jelas tentang hukuman kekal yang menghancurkan bagi orang yang tidak bertobat, mereka yang tidak di dalam Kristus, mereka yang mati dalam dosa-dosa mereka. Itu kabar baik bahwa dia menemukannya. Kabar baik Injil memberi tahu orang berdosa tentang penghakiman itu.

Jadi, inilah kabar baiknya. Anda tahu, Kitab Suci menyajikan dengan jelas penghakiman yang akan datang dan konsekuensi dari dosa. Itu adalah kabar baik yang kita ketahui. Itu kabar baik juga karena itu menunjukkan kemuliaan Tuhan. Kita tidak diberitahu bahwa akan ada penghakiman yang akan datang dan, omong-omong, ini adalah sesuatu yang Tuhan tidak bisa cegah terjadi. Kami diberitahu kembali bahwa ini adalah pencurahan kebenaran Tuhan dan keadilan-Nya, kesucian-Nya. Jadi, adalah baik bahwa kita tahu bahwa agar kita mendekatkan diri kepada Kristus untuk menghindari kehancuran yang akan datang, penghakiman yang akan datang.

Tetapi, tahukah Anda, Alkitab juga sangat jujur ​​ketika Anda datang sampai bab penutup Perjanjian Baru dalam kitab Wahyu bahwa kemuliaan Allah ada dalam keselamatan orang-orang yang ditebus dan dalam penghakiman yang dicurahkan kepada yang tidak bertobat. Sekarang, ketika kita melihat itu, kita harus menyadari bahwa Kemuliaan Allah paling mendasar, tak terbatas terlihat ketika Ia menunjukkan kebenaran-Nya, baik kepada mereka yang ada di dalam Kristus dan dosa-dosa mereka diampuni di dalam Kristus dengan tidak pantas, dan kepada mereka yang, sampai akhir, dengan keras menolak Dia. Anda tahu, kenyataannya adalah kita perlu mengetahui hal ini.

Injil adalah kabar baik pertama-tama karena itu memberi tahu kita bagaimana kita dapat menghindarkan diri dari kehancuran yang akan datang, bagaimana kita dapat memercayai Kristus dan ditemukan di dalam Dia serta menemukan kehidupan abadi. Tetapi itu juga kabar baik karena kita perlu mengetahui kisah selanjutnya. Itu juga bagian dari Injil.

Ajaran Alkitab tentang penghakiman terakhir seharusnya sangat menguatkan orang percaya. Ini meyakinkan kita bahwa penderitaan kita tidak sia-sia. Setiap kesalahan akan diperbaiki. (Yakobus 5: 7-8, dan 2 Tesalonika 1 : 4-10).  Penghakiman Kristus adalah alasan untuk pujian, karena itu akan menghancurkan kehadiran, kerusakan dan pengaruh dari setiap bentuk kejahatan, dan menghasilkan dunia yang dibersihkan dan sempurna yang akan kita warisi dan huni selamanya.

Takutlah pada Tuhan dan berikan Dia kemuliaan, karena saat penghakiman telah tiba. Sembahlah Dia yang membuat langit, bumi, laut dan mata air (Wahyu 14: 7).

 

Ketika kita memahami siapa Yesus Kristus, dan memahami apa yang telah Dia ungkapkan tentang diriNya, kita kemudian akan mengasihi dan mengikutiNya sepanjang hidup kita, dalam semua yang kita lakukan, di rumah kita, pekerjaan kita, di gereja kita, di sekolah kita, di tempat bermain kita.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar