LEMSAKTI adalah lembaga yang dibentuk/disahkan oleh Pemerintah untuk mengelola sumbangan keagamaan yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dalam perhitungan pajak penghasilan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1983 TENTANG PAJAK PENGHASILAN

Pasal 9 ayat (1) Untuk menentukan besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap tidak boleh dikurangkan:

g. harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan ... , kecuali... sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, yang diterima oleh lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah;

PICR SEKOLAH

PIC: PROGRAM INDONESIA CERDAS
PIR: PROGRAM INDONESIA ROHANI


SEKOLAH LEMSAKTI: PENDIDIKAN TINGGI NON-FORMAL

BELAJAR SENDIRI GRATIS, KAPAN SAJA, DI MANA SAJA, TANPA DINDING, TANPA SEKAT. TINGGAL BACA ATAU COPY PASTE SEMUA PELAJARAN.

I. SEKOLAH KERAJAAN: dalam bentuk suara dan teks, atau klik link berikut:



II. SEKOLAH PELIPATGANDAAN GEREJA atau klik link berikut: https://www.lemsakti.net/p/gereja-pengganda.html

MODUL I: MENJADI GEREJA PENGGANDA LEVEL 5


III. SEKOLAH PENGGANDA KRISTEN  


IV. Sekolah berikut:

  • Sekolah Penginjilan
  • Sekolah Misi
  • Sekolah Pemuridan
  • Sekolah Kepemimpinan
  • Sekolah Pertumbuhan Gereja
  • Sekolah Uang
  • Pelayanan Praktis bagi Kaum Miskin
  • Sekolah Ekonomi Kerajaan Allah


Kerjasama Pelayanan dengan Doulo Christo Iesu (DCI) England dan North Caroline Christian University (NCCU)  USA, dan Komunitas Pelayanan Kristen Internasional.


Sekolah Penginjilan

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.

2. Kabar Baik
Mengenal Allah; Yesus hidup, dan anugerah Allah; hidup sesudah kematian; kedatangan Kristus kedua kali, dan akhir zaman.

3. Bertanya kepada Allah
Doa yang menggerakkan hati Allah; menggerakkan kaki dan mulut kita, dan menyingkirkan musuh.

4. Poin-poin Persiapan tentang Keselamatan
Mengatasi ketakutan untuk bersaksi, dan mempersiapkan hati, isi pesan dan pendekatan kita kepada orang lain.

5. Gaya Hidup Penginjil
Jika kita mau melakukan apa yang dikerjakan Yesus pada waktu itu, maka orang-orang akan ditarik kepada Kristus dengan cara yang sama.

6. Dengan Berbagai Cara
Penginjilan yang efektif, menjadi sahabat orang-orang berdosa, menjadi peka, memiliki fokus, tahu di mana harus memulai.

7. Diperlengkapi
Memahami bagaimana Allah mendukung kesaksian Anda dengan kuasa Firman-Nya, Roh-Nya, dan lain-lain!

8. Tanda dan Mujizat
Tanda-tanda dan mujizat dari Allah membuat gereja mula-mula bertumbuh pesat, bagaimana dengan zaman sekarang?

9. Menyembuhkan yang Sakit
Kuasa Allah yang menyembuhkan dan cara melakukan pelayanan kesembuhan bagi orang yang sakit, fisik maupun emosi.

10. Mengusir Setan
Mengapa banyak orang dibelenggu kuasa jahat? Langkah-langkah untuk membawa mereka ke dalam berkat dalam nama Yesus.


Sekolah Misi

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Rencana Allah bagi Dunia
Menemukan dan mengerti apa yang hendak dilakukan Allah bagi dunia, dan apa yang diharapkan-Nya dari kita.
3. Amanat Agung
rencana Allah yang sudah dinubuatkan, kuasa untuk melakukan tugas, dan ladang untuk dikerjakan, sampai Tuhan datang kembali.
4. Apakah Misi Itu?
Yakinkah Anda kenyataan akan kekekalan, dan akhir yang pasti, surga atau neraka? Apakah manusia benar-benar terhilang, dan mengapa?
5. Janji Misi Allah
Janji dari Allah yang dapat Anda warisi melalui iman, untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa sekarang.
6. Menyelesaikan Tugas
Menemukan banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjangkau ujung-ujung bumi bagi Kerajaan Allah.
7. Orang-orang yang Belum Terjangkau
Sangat dekat dengan gereja di negara-negara miskin. Siapakah yang pertama-tama akan menyelesaikan Amanat Agung?
8. Menjangkau yang Belum Terjangkau
Memahami mengapa dan bagaimana menjangkau kaum yang belum terjangkau oleh Injil Yesus Kristus.
9. Yesus, Misionaris Allah
Misi inkarnasi; cara Yesus melakukannya; pasukan misi di zaman ini, petunjuk untuk berkomunikasi dengan orang asing.
10. Mengapa Ada Orang Miskin, Bahkan Sangat Miskin?
Apakah itu kesalahan mereka, atau adakah alasan lain? Bagaimana Yesus berkata, "Diberkatilah, hai kamu yang miskin”?
11. Diurapi untuk Orang Miskin
Siapakah yang telah dipilih oleh Allah untuk dipakai-Nya membawakan perubahan yang kekal bagi kaum miskin?

Sekolah Pemuridan

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Langkah-langkah Awal
Pertobatan, baptisan, menerima Roh Kudus, bergabung dengan keluarga Allah. Langkah awal sebagai orang Kristen
3. Merasa Yakin
Alkitab memberitahu kita dengan banyak cara, bahwa kini kita adalah milik Yesus sepenuhnya dan untuk selamanya.
4. Roh Kudus
Dipenuhi Roh Kudus, bukan hanya sesekali tetapi terus-menerus, sebagai kebutuhan utama bagi orang Kristen.
5. Doa
Langkah-langkah praktis untuk berdoa, dari perkataan Tuhan Yesus Kristus setelah diminta oleh murid-murid-Nya, "Ajarlah kami berdoa".
6. Firman Allah
Bagaimana memahami Firman Allah yang Hidup? Bagaimana Firman Allah bekerja di dalam kehidupan kita.
7. Merenungkan Firman
Menyingkapkan harta karun Firman Allah yang berlimpah-limpah, untuk menolong Anda mendengar suara-Nya.
8. Mendengar Suara Allah
Bagaimana mendengar suara Allah melalui berbagai cara, baik yang biasa maupun secara supranatural.
9. Penyembahan
Allah mencari penyembah-penyembah, bukan anggota gereja semata-mata. Pahami dan praktikkanlah setiap hari.
10. Kehidupan Iman
Apakah iman itu? Apa yang dikatakan Alkitab tentang iman; dari mana iman berasal, dan bagaimana melepaskan iman Anda?
11. Visi
Apakah visi itu? Dan mengapa setiap orang percaya memerlukan visi? Musuh-musuh visi; respons untuk menerima visi dari Allah.
12. Kehidupan yang Berkelimpahan
Tiga langkah dari Allah untuk melepaskan kehidupan yang berkelimpahan ke dalam kehidupan kita.
13. Menjadi seperti Yesus
Menemukan keindahan sifat-sifat Yesus, dan apa rencana Roh Kudus untuk membuat Anda menjadi semakin serupa dengan Yesus.
14. Kekudusan
Kekudusan tidak datang dari peraturan-peraturan, melainkan dari berdiamnya Roh Kudus di dalam diri kita.
15. Penderitaan
Alasan-alasan penderitaan, manfaat penderitaan, di manakah Allah pada waktu penderitaan? Pengharapan dalam penderitaan
16. Otoritas dalam Gereja
Mempelajari tujuh tingkat otoritas dalam kehidupan kita; garis berkat dari Allah, serta arti penundukan diri.
17. Kasih
Bagaimana kita dapat mengasihi orang-orang seperti diperintahkan Tuhan, termasuk ke diri Anda sendiri.
18. Kedatangan Kristus Kedua Kali
Tanda-tanda yang menunjuk kedatangan kembali Kristus yang tidak akan lama lagi, bagaimana mempercepat kedatangan-Nya.


Sekolah Kepemimpinan

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Panggilan Pertama: Menjadi Murid
Mengasihi Allah; memikul salib; mengikut Yesus; meninggalkan segala sesuatu untuk hidup bagi Allah.
3. Panggilan Allah
Panggilan Allah, dipanggil untuk mengikut Yesus, tiga respons kepada Allah, tiga tahap pengenalan akan kehendak Allah.
4. Siapa yang Dipanggil Allah?
Manusia mencari yang kuat, pandai dan kaya, tetapi siapakah yang dipilih, dipakai dan diubahkan Allah?
5. Penumpangan Tangan
Salah satu dari dasar iman, impartasi kuasa Allah untuk memberitakan Injil, menyembuhkan dan memberkati.
6. Ketekunan
Apakah yang selama ini masih menahan Anda dari menanggapi panggilan Allah? Ketekunan Anda akan membuahkan berkat.
7. Hukum Persiapan
memahami tujuan hidup, menguasai lidah; hati seorang murid; karakter pemimpin; dan pernyataan lulus dari Allah yang luar biasa.
8. Melangkah Keluar
Mengatur perjalanan iman Anda sesudah mendengarkan dan menaati panggilan Allah atas hidup Anda.
9. Puasa yang Benar
Apakah puasa menyukakan hati Allah? Puasa yang benar yang dikehendaki Allah tidak banyak kaitannya dengan makanan.
10. Belajar Setia
Setia dalam perkara kecil; kepada mereka yang membutuhkan, saat mengalami kerugian; dalam hubungan, dalam mengikuti aturan.
11. Pencobaan Membawa Pengujian
Harta, takhta, wanita; mengatasi kesombongan; kelelahan; seksualitas dan uang di dalam kehidupan Anda.
12. Mengatasi Sikap Tawar Hati
Mengapa kita mengalami tawar hati, dan bagaimana kita dan Tuhan bekerjasama untuk mengalahkannya.
13. Kesepian dalam Kepemimpinan
Bapa, Anak dan Roh Kudus menunjukkan kita model terbaik bagi kepemimpinan gereja. Kita tidak pernah melayani sendirian.
14. Mengatur Waktu
Menggunakan waktu dengan bijak bagi Allah, keluarga, istirahat dan rekreasi; bekerja dengan efisien.
15. Tujuan Hidup
Menolak nasib; berpegang teguh pada tujuan dan rencana Allah dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.
16. Kisah Kerajaan
Warisan besar dari zaman pra-sejarah hingga zaman kemuliaan yang akan datang, kisah kerajaan yang tidak pernah basi.
17. Kemuliaan Kerajaan
Ikutilah perjalanan ke dalam Kerajaan Allah dan dapatkan kilasan keindahan Sang Raja, kemuliaan kerajaan-Nya.
18. Kedatangan Kerajaan
Di waktu lampau, waktu sekarang atau  yang akan datang? Bagaimana Anda mengetahui kalau Kerajaan itu sudah dekat?
19. Kerajaan yang Penuh Berkat
Kita melihat Konstitusi Kerajaan, dan kita mengetahui bahwa beberapa orang diberkati secara khusus.
20. Misi Kerajaan
Bila Kerajaan Allah maju, maka kerajaan kegelapan pun dikalahkan. Pahamilah misi-Nya yang mengikutsertakan Anda.
21. Kerajaan yang Disatukan
Mengungkapkan apa yang dapat kita lakukan agar kita menjadi satu seperti Dia, dan dunia menjadi percaya.
22. Kerajaan atau Bencana?
Prioritas Kerajaan atau sistem nilai Babilon. Satu yang sudah ditentukan untuk binasa, dan keputusan yang salah akan berakibat fatal.

Sekolah Pertumbuhan Gereja

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Gereja yang Bertumbuh
Bagaimana wujud sebuah gereja yang baik? Dapatkan beberapa jawaban secara rohani dan praktis di sini.
3. Gereja yang Menuai
Mempersiapkan diri untuk mengumpulkan tuaian akhir zaman. Bertahan terhadap setiap perlawanan.
4. Gereja Pelayan
Model kepemimpinan pelayan Perjanjian Baru, berlawanan dengan pemerintahan dari dunia sekuler dan dunia agamawi.
5. Gereja yang Bermultiplikasi
Cara praktis untuk menjadikan ribuan petobat baru menjadi murid-murid tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
6. Gereja Induk
Memenangkan satu jiwa itu sangat baik, tetapi tidaklah cukup bila dilihat dari pertambahan jumlah penduduk sekarang.
7. Gereja Sel
Mengatasi biaya gedung, menjanjikan ekspansi yang tak terbatas, memobilisasi banyak orang, memberikan perlindungan dari aniaya.
8. Gereja yang Hidup
Apakah gereja itu? Dan apa yang terjadi di dalamnya? Memahami suatu komunitas baru dan karunia-karunia Allah bagi umat-Nya.
9. Gereja yang Dipimpin Roh Kudus
Siapa Roh Kudus dan bagaimana bersekutu dengan-Nya, apa saja yang dikerjakan-Nya dan maknanya bagi hidup Anda.
10. Gereja yang Militan
Melihat dua kerajaan yang sangat berbeda dan saling berlawanan. Mempelajari musuh kita dan menelanjangi segala strateginya.
11. Gereja Rasuli
Adakah rasul-rasul untuk zaman sekarang? Dan jika ada, siapakah mereka, dan apa saja yang mereka kerjakan.
12. Gereja Komunitas
Memobilisasi setiap anggota untuk menjangkau lingkungan komunitas mereka masing-masing bahkan lingkungan yang lebih luas.
13. Gereja Misioner
Memiliki gereja kelas dunia berarti memiliki sasaran doa, melatih, memberi, pergi dan mengutus.
14. Gereja yang Mengutus
Bagaimana Anda dapat menjadi penjala manusia, memahami tanggung jawab gereja untuk mengutus.
15. Gereja yang Mengubahkan Dunia
Allah menginginkan rumah-Nya menjadi rumah doa bagi bangsa-bangsa, yaitu orang-orang dan gereja-gerejanya di dalamnya.


16. Gereja Kebangunan Rohani
Kebangunan rohani adalah impian setiap orang percaya, tetapi bagaimanakah hal itu dapat terjadi? Sulitkah hal itu dicapai?

Sekolah Uang

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Memerangi Kemiskinan
Mengatasi tipu daya kemiskinan yang tak terelakkan, memerangi kemiskinan seperti memerangi penyakit.
3. Dari Kelaparan kepada Kelimpahan
Beralih dari keadaan kelaparan kepada keadaan kecukupa, baik untuk diri sendiri maupun banyak orang lain.
4. Mata Uang Kerajaan Allah
Membeli makanan dan minuman tanpa uang, menerima berkat yang besar dengan menggunakan mata uang yang berbeda.
5. Kunci Kerajaan Allah
Berbicara kepada gunung-gunung dan sungai-sungai, mematahkan kutuk, mengikat dan melepaskan, memberi dan menerima.
6. Ekonomi Kerajaan Allah
Berbagai macam cara Allah memberkati umat-Nya melalui penghasilan, pengelolaan dan pembelanjaan uang secara benar.
7. Skandal Pemborosan Orang Kristen
Fakta tentang pemborosan Kristen sekarang ini sementara orang-orang tak terjangkau dan tak terbina yang kelaparan tetap terabaikan.
8. Pekerja Jam Kesebelas
Beberapa dari antara kita masih memilih untuk tinggal di luar sebagai peminta-minta dan orang upahan.
9. Bagaimana Yesus Hidup?
Yesus mempunyai orang-orang yang kelaparan dan seorang bendahara, jadi dari mana uang itu datang?
10. Menggalang Dukungan
Menemukan cara mencari dukungan bagi misi Anda, dengan menggalang teman dan bukan menggalang dana.
11. Seminar Galang Dukungan
Sepuluh tips berdasarkan 30 tahun pengalaman kami dalam menggalang dukungan untuk proyek-proyek misi.


12. Bisnis Kerajaan Allah
Beberapa orang dipanggil dan diberikan karunia bukan untuk berada di mimbar melainkan di dunia bisnis.

Pelayanan Praktis bagi Kaum Miskin


Bank bagi Kaum Miskin 
Salah satu yang kami lakukan yang paling indah dan berhasil, dan telah mengubahkan kehidupan bagi para janda, yatim piatu, dan kaum miskin di Afrika dan Asia, dengan biaya yang relatif kecil. Pinjaman mikro dengan bunga nol atau sangat rendah akan memberikan pemasukan lokal bagi mereka. Bank Kambing, Lele, Ayam, Kelinci, Sayur Mayur, di bawah pendampingan SEM FARM, Pionir Urban Farming di Indonesia,  memberikan harapan baru bagi ratusan anak yatim piatu.
Bisnis untuk Misi
Menyerap tenaga kerja di negara dunia berkembang dan penggalangan dana lokal untuk menjangkau yang terhilang, terbuang dan terabaikan. Kami membuat obat-obat tradisional yang manjur untuk kesehatan masyarakat perkotaan seperti HERBAIL BCLMJ, BawangPutih CukaApel Lemon Madu Jahe.  Kami juga menyediakan Nasi Kotak dan Catering, yang dikerjakan oleh masyarakat sekitar Pusat Kegiatan kami, untuk kepentingan Pesta, Rapat, Pertemuan, Pelatihan, Seminar, Ulang Tahun, dan Acara yang membutuhkan makanan dan snack. Bahkan bersama mitra kami membuka pasar untuk berjualan bagi para pengusaha mikro di Ibukota.
Pesta bagi Kaum Miskin
Kami mengadakan pesta Natal di berbagai negara di dunia berkembang dan mengundang ribuan janda, anak yatim piatu, orang-orang cacat, penderita AIDS, dan anak-anak jalanan untuk bersama-sama berpesta, makan, minum, menari, menyanyi, menonton drama dan berdoa.
Toko bagi Kaum Miskin


Silakan beli seekor kambing, atau satu paket budidaya lele atau ayam atau kelinci atau sayur mayur untuk seorang anak yatim piatu, seharga Rp500.000,- atau Rp 1.000.000,-; silakan beli sebuah mesin jahit, silakan beli bank untuk kaum miskin, ada banyak barang yang dapat Anda beli dengan harga murah, dan turut serta mengubahkan dunia. Atau Cukup Beli HERBAL MAMI. 


Sekolah Ekonomi Kerajaan Allah


SEMUA SEKOLAH DI ATAS GRATIS: BELAJAR SENDIRI

UNTUK MENDAPATKAN DIPLOMA DI BAWAH BIMBINGAN MENTOR (DOSEN PEMBIMBING)

BIAYA:

Pendaftaran: Rp 100.000,- (seratus ribu rupiah)
Iuran Bulanan: Rp 100.000,-(seratus ribu)

Wisuda: diumumkan pada saat mendaftar wisuda ... dapat dilakukan pada saat PELUNCURAN PELAYANAN HOLISTIK YANG AKAN ANDA JALANI DALAM KEHIDUPAN ANDA BERIKUTNYA ....


LEMSAKTI, berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Kristen, Kementerian Agama menyelenggarakan Program Indonesia Cerdas dan Rohani. Perpaduan upaya pencerdasan dan pembangunan kerohanian umat Kristen salah satunya dilakukan melalui Pendidikan Tinggi Non Formal Lemsakti. Pendidikan Non-Formal Lemsakti dilaksanakan dengan cara: belajar mengenal panggilan diri, melengkapi kompetensi, berkarya, dan penyempurnaan berkelanjutan.

Kami mengharapkan, sekali Anda mendaftar di salah satu program pendidikan dan pelatihan yang tersedia di Lemsakti, Anda sekaligus menjadi keluarga kami. Kita menjadi keluarga besar dalam kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus.

Model Pembelajaran berkelanjutan seumur hidup dalam hubungan kekeluargaan, tidak mungkin diberikan oleh suatu pendidikan formal. Pendidikan informal berlangsung otomatis di lingkungan keluarga, namun sering memiliki keterbatasan dibandingkan dengan pendidikan non-formal. 

Kami memilih model pendidikan non-formal, karena Yesus Kristus, yang menjadi model, panutan, dan teladan semua umat Kristen juga melakukan pendidikan non-formal. 


KOMPETENSI HOLISTIK MINISTER 

 Pengertian Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seorang individu untuk melakukan pekerjaan dengan benar. Suatu kompetensi adalah seperangkat perilaku yang ditetapkan sebagai panduan terstruktur yang  memungkinkan identifikasi, evaluasi dan pengembangan perilaku di masing-masing individu.
Beberapa ahli melihat "kompetensi" sebagai kombinasi pengetahuan praktis dan teoritis, keterampilan kognitif, perilaku dan nilai-nilai yang digunakan untuk meningkatkan kinerja; atau sebagai kenyataan atau kualitas yang memadai atau berkualitas baik, memiliki kemampuan untuk melakukan peran tertentu. Misalnya, kompetensi Minister mungkin termasuk sistem berpikir dan kecerdasan emosional, dan keterampilan dalam pengaruh dan negosiasi. Tetapi, kompetensi yang utama adalah intensitas hubungan dirinya dengan Allah.
Kompetensi juga digunakan sebagai deskripsi yang lebih umum tentang persyaratan manusia dalam organisasi dan masyarakat.

Hirarki Kompetensi

Kompetensi kadang-kadang ditunjukkan dalam aksi dalam situasi dan konteks yang berbeda pada waktu berikutnya seseorang harus bertindak. Dalam keadaan darurat, orang yang berkompeten dapat bereaksi terhadap situasi berikut perilaku mereka sebelumnya telah ditemukan untuk berhasil. Untuk menjadi kompeten seseorang perlu untuk dapat menafsirkan situasi dalam konteks dan memiliki repertoar tindakan yang mungkin untuk diambil dan telah dilatih dalam tindakan repertoar, jika ini adalah relevan. Terlepas dari pelatihan, kompetensi akan tumbuh melalui pengalaman dan intensitas seorang individu belajar dan beradaptasi.
Kompetensi memiliki arti yang berbeda, dan tetap menjadi salah satu istilah yang paling menyebar di sektor pengembangan manajemen, literatur organisasi dan pekerjaan.
Kompetensi adalah apa yang orang butuhkan untuk menjadi sukses dalam pekerjaan mereka. Kompetensi pekerjaan tidak sama dengan tugas pekerjaan. Kompetensi mencakup semua pengetahuan terkait, keterampilan, kemampuan, dan atribut yang membentuk pekerjaan seseorang. Ini seperangkat kualitas konteks spesifik berkorelasi dengan kinerja pekerjaan yang unggul dan dapat digunakan sebagai standar yang mengukur prestasi kerja serta untuk mengembangkan, merekrut, dan mempekerjakan individu.
Kompetensi dan model kompetensi mungkin berlaku untuk semua individu dalam suatu organisasi atau mereka pada posisi tertentu. Mengidentifikasi kompetensi individu dapat berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi. Kompetensi akan paling efektif jika memenuhi beberapa standar penting, termasuk hubungan dan leverage ke dalam sistem sumber daya manusia organisasi
Kompetensi inti membedakan suatu organisasi dalam kompetisi dan menciptakan keunggulan kompetitif organisasi di masyarakat. Suatu kompetensi inti organisasi adalah kekuatan strategis.
Kompetensi memberikan organisasi dengan cara bagaimaa menentukan perilaku apa yang orang perlu lakukan untuk menghasilkan hasil yang organisasi inginkan, dengan cara yang ditetapkan dengan budaya mereka. Dengan memiliki kompetensi yang ditetapkan dalam organisasi, memungkinkan individu untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan supaya menjadi produktif. Ketika didefinisikan dengan benar, kompetensi, memungkinkan organisasi untuk mengevaluasi sejauh mana perilaku-perilaku individu menunjukkan kesesuian dan di mana mereka mungkin kurang. Untuk kompetensi mana yang individu kurang, mereka bisa belajar. Hal ini akan memungkinkan organisasi untuk mengetahui potensi sumber apa yang mereka perlu untuk membantu individu mengembangkan dan mempelajari kompetensi mereka. Kompetensi dapat membedakan organisasi Anda dengan pesaing Anda. Sementara dua organisasi mungkin sama dalam menghasilkan jumlah anggota atau keuangan, tetapi cara yang digunakan untuk mencapai hasilnya, dapat berbeda berdasarkan pada kompetensi yang sesuai dengan strategi tertentu dan budaya organisasi masing-masing. Terakhir, kompetensi dapat menyediakan model terstruktur yang dapat digunakan untuk mengintegrasikan praktik manajemen di seluruh organisasi. Kompetensi akan menyelaraskan cara merekrut mereka, manajemen kinerja, pelatihan dan praktek pembangunan dan reward untuk memperkuat perilaku kunci yang merupakan nilai-nilai penting bagi organisasi.

Pengertian Holistik

Holistik menggabungkan konsep holisme, yaitu gagasan bahwa keseluruhan lebih dari sekedar jumlah bagian-bagiannya, dalam teori maupun praktek:
Holisme (dari holos ὅλος Junani "semua, seluruh, keseluruhan") adalah gagasan bahwa sistem (fisik, biologi, kimia, sosial, ekonomi, mental, linguistik, dll) dan sifat mereka harus dilihat sebagai keseluruhan, bukan sebagai koleksi atau kumpulan bagian-bagian. Ini sering mencakup pandangan bahwa sistem berfungsi sebagai keutuhan dan fungsi mereka tidak dapat sepenuhnya dipahami hanya dari segi komponen mereka.
Istilah holisme ini diciptakan oleh J.C. Smuts di Holisme dan Evolution. Opini Smuts tentang holisme adalah konsep yang mewakili semua keutuhan di alam semesta, dan itu adalah faktor penyebab keutuhan itu menandakan faktor-faktor nyata di alam semesta. Selanjutnya, holisme juga melambangkan teori alam semesta sama seperti materialisme dan spiritualisme; bahwa realitas tertinggi di alam semesta bukan materi atau roh tetapi keutuhan sebagaimana didefinisikan dalam holisme dan evolution. Sementara ia menawarkan definisi yang berbeda, Smuts jelas menyatakan pendapatnya bahwa penggunaan primer dan tepat adalah untuk menunjukkan totalitas keutuhan yang beroperasi sebagai faktor nyata dan memberikan kepada realitas karakter kreatif evolusi dinamis selain dari gagasan bahwa keseluruhan lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. Identifikasi sumber-sumber sekunder otoritatif menguatkan definisi Smuts. Ketika elaborasi untuk kategori mental, pribadi dan sosial yang disediakan, kasus yang dibuat, bahwa holisme adalah ontologi monistik bonafide.

Minister

Minister diterjemahkan secara umum sebagai walaupun dalam KeKristenan sering dipergunakan istilah pelayanan. Orang yang melakukan pelayanan disebut Minister atau dalam pemerintahan adalah Menteri.

Kementerian Lima Kali Lipat

Kementerian Lima Kali Lipat atau Pelayanan Lima Jawatan adalah keyakinan Kristen Karismatik dan Kristen Injili bahwa Lima Kantor disebutkan dalam Efesus (Efesus 4:11), yaitu orang-orang dari rasul, nabi, penginjil, gembala (atau "pendeta") dan guru, tetap aktif dan kantor berlaku di Gereja Kristen kontemporer.
Kristen non-karismatik juga dapat mempertimbangkan peran-peran ini, dan lain-lain, aktif dan  valid, tetapi istilah "lima kali lipat pelayanan" terutama terkait dengan keyakinan pantekosta. Penganut eklesiologi ini juga dapat menegaskan kelanjutan dari  hadiah karismatik di Gereja modern, atau mungkin berpegang pada konsep "orang hujan akhir" pencurahan karunia Roh Kudus, sementara aliran yang berlawanan umumnya memegang keyakinan cessationist.

Lima Kantor dalam Perjanjian Baru

Efesus 4:11 mengacu pada lima kantor di Gereja: rasul, nabi, penginjil, gembala dan guru. Bagian lain juga menyebut hal ini sebagai karunia rohani. Roma 12: 4-8, misalnya, termasuk mengajar dan bernubuat sebagai karunia rohani, dan 1 Korintus 12 daftar rasul, nabi dan guru dalam konteks karunia rohani. 1 Korintus 14 memberikan petunjuk tentang penggunaan yang tepat dari nubuat dalam pertemuan Gereja.
Namun, ada pihak yang keberatan terhadap penggunaan penafsiran Efesus. 4:11, karena  dalam pembicaraan ayat ini mereka berpendapat tentang peristiwa satu kali di masa lalu ("dan dia memberi"), ketika Kristus naik ke surga (Efesus 4: 8-10) dan kemudian pada hari Pentakosta dicurahkan karunia-karunia awal pada Gereja, memberikan kepada Gereja para rasul, nabi, penginjil, gembala, dan guru (atau pendeta dan guru). Apakah Kristus kemudian akan memberikan lebih banyak orang untuk masing-masing kantor ini tidak dapat memutuskan dari ayat ini saja tetapi harus diputuskan berdasarkan ajaran Perjanjian Baru lainnya pada sifat kantor ini dan apakah mereka diharapkan untuk melanjutkan. Sementara ada nabi lain, penginjil, dan gembala-guru yang didirikan oleh Kristus di seluruh Gereja-Gereja awal, hanya ada satu Rasul lainnya diberikan setelah waktu awal ini (Paulus, "terakhir dari semuanya," dalam keadaan yang tidak biasa pada saat berada di jalan ke Damaskus).

Kualifikasi

Paulus mengacu pada "tanda-tanda" dari seorang rasul dalam 2 Korintus 12: 11-12, dan mencatat bahwa ia lakukan ini "dengan tanda-tanda dan keajaiban dan mujizat" (NIV). Beberapa berpendapat bahwa dalam 1 Korintus 9:1, Paulus menunjukkan bahwa setelah melihat Yesus adalah kualifikasi menjadi seorang Rasul sementara lawan keyakinan ini berpendapat bahwa ia hanya membela otoritas untuk membuat laporan dari nats Pasal sebelumnya mengenai dosa dan anugerah. Paulus juga mencatat dalam 1 Korintus 9: 2 bahwa Korintus adalah "segel" atau bukti dari dari kerasulannya.
Kualifikasi Penilik tercantum dalam 1 Timotius 3: 2-7 dan Titus 1:6-9. Ini terutama moral, dengan kualifikasi tambahan menjadi "mampu mengajar”.

Orang Perjanjian Baru

Sejumlah orang di Perjanjian Baru dikatakan memegang salah satu atau lebih dari kantor tersebut:
Rasul: Dua Belas (Lukas 6: 13-16), Matthias (Kisah Para Rasul 1: 24-26), Paulus (Galatia 1: 1), Barnabas (Kis 14:14), Andronikus dan Yunias (Roma 16: 7).
Nabi: Organisasi dari Yerusalem (Kisah Para Rasul 11: 27-28), Agabus (Kisah Para Rasul 21: 10-11), Yudas dan Silas (Kisah Para Rasul 15:32) dan Anak-Anak Perempuan Filipus (Kis 21: 9)
Guru: Apolos (Kis 18:25), Paulus (2 Timotius 1:11)
Penginjil: Philip (Kisah Para Rasul 21: 9)
Selain ini, Kisah Para Rasul 13: 1-3 mendaftar beberapa "nabi dan guru" di Antiokhia: Barnabas dan Simeon Yang Disebut Niger, Lukius dari Kirene, Menahem dan Saulus.

Sejarah

Setelah penutupan umur era apostolik, penulis Kristen masih menyebut keberadaan nabi. Misalnya, Irenaeus menulis percaya abad kedua dengan karunia nubuat, sementara Tertullian, menulis dari pertemuan Gereja dari Montanis, dijelaskan secara rinci praktek nubuat dalam Gereja abad kedua. Pengajaran Edward Irving dan munculnya Apostolik Gereja Katolik pada tahun 1832 menandai gerakan awal apa yang sering dicap sebagai Lima Kali Lipat Pelayanan. Gereja menahbiskan belasan Rasul dan memiliki pemahaman tertentu dari peran nabi, penginjil, gembala dan guru.
Tren ini mengambil uap pada tahun 1948 dengan Gerakan Hujan Akhir, memberikan penekanan yang diperbaharui untuk Pelayanan Lima Kali Lipat, dan segera setelah itu diteruskan dengan gerakan-gerakan Karismatik dan Gelombang Ketiga, yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti C. Peter Wagner, yang kini menjadi tokoh terkemuka dalam apa yang dikenal sebagai Reformasi Kerasulan Baru, yang menekankan kebutuhan khusus untuk kepemimpinan Apostolik di Gereja, di antara pengurapan lima kali lipat lainnya.
Baru-baru ini, Alan Hirsch dan Michael Frost telah menciptakan akronim APEPT untuk merujuk kepada rasul, nabi, penginjil, pendeta dan guru. Dalam edisi revisi dari pekerjaan mereka, mereka telah menyesuaikan akronim untuk APEST: Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala dan Guru. Dalam agama Kristen, seorang Menteri adalah orang yang diberi wewenang oleh Gereja, atau Organisasi Keagamaan lainnya, untuk melakukan fungsi-fungsi seperti ajaran keyakinan; layanan terkemuka seperti pernikahan, pembaptisan atau pemakaman; atau memberikan bimbingan rohani kepada masyarakat. Istilah ini diambil dari Menteri, bahasa Latin ("hamba", "petugas",”pelayan”), istilah itu sendiri berasal dari minus ("kurang").
Di Gereja Katolik, konsep Imamat yang ditekankan. Di Gereja-Gereja Protestan, jabatan biasanya mengacu pada anggota dari Pendeta ditahbiskan yang memimpin Jemaat atau berpartisipasi dalam peran pelayanan Parachurch; orang tersebut juga dapat disebut seorang Pendeta, Pastor, Gembala, Uskup, Pengerja atau Penatua.
Banyak Menteri yang ditata atau dikenal sebagai "The Reverend", namun beberapa menggunakan "Pastor" sebagai nama jabatan, dan lain-lain tidak menggunakan bentuk spesifik dari jabatan keimaman atau Kementerian Kristen.
Imam dipanggil untuk menjadi hamba dan Gembala di antara orang-orang kepada siapa mereka dikirim. Dengan Uskup mereka dan sesama Menteri, mereka memberitakan Firman Tuhan dan untuk melihat tanda-tanda penciptaan baru Allah. Mereka menjadi Utusan, Penjaga dan Pelayan Tuhan; mereka mengajar dan menegur, memberi makan dan menyediakan untuk keluarganya, untuk mencari anak-anaknya di padang gurun yang tersesat oleh godaan dunia ini, dan untuk membimbing mereka yang mengalami kebingungan, bahwa mereka dapat diselamatkan melalui Kristus untuk selama-lamanya. Dibentuk oleh Firman, mereka memanggil pendengar mereka untuk bertobat dan menyatakan dalam Nama Kristus absolusi dan pengampunan dosa-dosa mereka.
Dengan Orang-Orang Kudus, mereka menceritakan kisah kasih Allah. Mereka membaptis murid baru dalam Nama Bapa, Dan Anak, Dan Roh Kudus, dan berjalan dengan mereka di jalan Kristus, memelihara mereka di dalam iman. Mereka menyingkapkan Kitab Suci, untuk memberitakan Injil di musim dan keluar dari musim, dan untuk menyatakan tindakan Tuhan Yang Kuat. Mereka memimpin di MEJA TUHAN dan memimpin umat-Nya dalam ibadah, menawarkan kepada mereka korban spiritual pujian dan ucapan syukur. Mereka memberkati orang-orang dalam Nama Tuhan. Mereka melawan kejahatan, mendukung yang lemah, membela orang miskin, dan berdoa bagi semua yang membutuhkan. Mereka harus melayani orang sakit dan mempersiapkan yang sekarat untuk kematian mereka. Dibimbing oleh Roh, mereka membedakan dan mendorong karunia semua Umat Allah, bahwa seluruh Gereja dapat dibangun dalam kesatuan dan iman.

Menteri dapat melakukan beberapa atau semua tugas sebagai berikut:

  1. Membantu dalam mengkoordinasikan relawan dan kelompok masyarakat Gereja.
  2. Membantu dalam layanan administrasi umum.
  3. Melakukan upacara pernikahan, pemakaman dan upacara peringatan, berpartisipasi dalam pentahbisan Pendeta lainnya, dan mengkonfirmasikan orang-orang muda sebagai anggota Gereja lokal.
  4. Mendorong upaya Gereja lokal.
  5. Terlibat dalam kegiatan kesejahteraan dan layanan komunitas masyarakat.
  6. Membangun Gereja-Gereja lokal baru.
  7. Menyimpan catatan seperti yang dipersyaratkan oleh hukum sipil atau Gereja.
  8. Membuat Rencana dan perilaku pelayanan ibadah umum.
  9. Berkhotbah.
  10. Berdoa dan mendorong orang lain untuk menjadi teosentris (yaitu, terfokus Allah).
  11. Memimpin Sakramen (juga disebut Tata Cara Ibadah) dari Gereja. Seperti:
  12. Perjamuan Tuhan (nama dan ibadah yang diambil dari 1 Korintus 11:20), juga dikenal sebagai Meja Tuhan (diambil dari 1 Korintus 10:21), atau Perjamuan Kudus, dan
  13. Baptisan dewasa dan / atau anak-anak (tergantung pada denominasi)
  14. Memberikan kepemimpinan untuk Jemaat, Paroki atau Gereja Komunitas, hal ini dapat dilakukan sebagai bagian dari suatu tim dengan orang-orang awam dalam peran seperti orang tua.
  15. Merujuk orang untuk layanan dukungan masyarakat, psikolog atau dokter.
  16. Penelitian dan studi agama, kitab suci dan teologi.
  17. Mengawasi doa dan diskusi kelompok, retret dan seminar, dan memberikan pelajaran agama.
  18. Mengajar pada mata pelajaran agama, spiritual dan teologis.
  19. Melatih para pemimpin Gereja, masyarakat dan kepemimpinan pemuda.
  20. Bekerja pada pengembangan hubungan dan jaringan dalam komunitas agama.
  21. Memberikan pelayanan pastoral dalam berbagai konteks.
  22. Memberikan dukungan pribadi kepada orang dalam krisis, seperti sakit, kematian dan perpecahan keluarga, misalnya dalam bentuk konseling.
  23. Mengunjungi orang sakit dan lanjut usia untuk nasihat dan menghibur mereka dan keluarga mereka.
  24. Mengelola ritus terakhir ketika ditunjuk untuk melakukannya.
  25. Gaya pertama pelayanan para Menteri adalah pelatih gaya pemain. Dalam gaya ini, pendeta adalah "peserta dalam semua proses yang menggunakan Gereja untuk menjangkau orang-orang dan melihat mereka berubah”.
  26. Gaya kedua para Menteri adalah gaya mendelegasikan, di mana Menteri mengembangkan kemampuan anggota Gereja untuk menunjukkan bahwa mereka dapat dipercaya.
  27. Gaya ketiga pelayanan para Menteri adalah gaya penyutradaraan di mana Menteri memberikan petunjuk khusus dan kemudian mengawasi Jemaat dengan erat.
  28. Yang terakhir dan keempat gaya pelayanan para Menteri adalah gaya kombinasi, yang memungkinkan pelayanan para Menteri directional kepada anggota staf pastoral.
  29. Menyebutkan doa keselamatan bagi mereka yang tertarik untuk menjadi seorang Kristen, orang percaya.
Salah satu referensi yang paling jelas ditemukan dalam 1 Timotius 3: 1-16, yang menguraikan persyaratan seorang Uskup (Episcope: Koine ἐπισκωπη yunani, diartikan sebagai Sesepuh atau Penatua atau Sintua oleh beberapa denominasi):
Ini adalah pepatah benar, jika seorang pria menginginkan jabatan Uskup, dia menghendaki pekerjaan yang baik. Seorang Uskup, harus tidak bercacat, suami dari satu istri, waspada, sadar, perilaku yang baik, memberi tumpangan, cakap mengajar; tidak peminum anggur, tidak ada striker, tidak serakah dari uang; tetapi penyabar, bukan petarung, tidak tamak; salah satu yang mengatur baik rumah sendiri, memiliki anak-anaknya tunduk dengan semua didikannya; (sebab jika seorang pria tidak tahu bagaimana mengatur rumahnya sendiri, bagaimana ia mampu bagaimana ia harus mengurus Jemaat Allah?) Tidak seorang pemula, jangan sampai diangkat dengan bangga dan sombong ia kemudian jatuh ke dalam hukuman iblis. Selain itu ia harus memiliki laporan baik dari mereka yang tanpa cacat dan noda; supaya ia jangan jatuh ke dalam celaan dan jerat iblis. Demikian juga Diaken harus menjadi tempat penampungan, tidak bercabang lidah, tidak peminum anggur, tidak serakah dari uang; memegang misteri iman dalam hati nurani yang murni. Dan biarkan ini juga, pertama harus dibuktikan; kemudian membiarkan mereka menggunakan kantor diakon, yang ditemukan tidak bersalah. Meski begitu harus istri mereka menjadi tempat penampungan, bukan pemfitnah, mabuk, setia dalam segala hal. Biarkan diaken menjadi suami dari satu isteri, yang berkuasa atas anak-anak mereka dan mengatur rumah mereka sendiri dengan baik.
- King James Version (Terjemahan Bebas)

Nama Terkait Dan Jenis Pelayanan Menteri Kristen

Uskup, Imam, dan Diakon
Katolik Roma, Ortodoks Timur, Anglikan, Lutheran dan beberapa Gereja Methodist telah menerapkan kepemimpinan formal Gereja berdasarkan atau penahbiskan Pendeta dalam hal baik Gereja atau impor politik dan sosial budaya yang lebih luas. Gereja-Gereja memiliki tiga perintah pendeta ditahbiskan:
  1. Uskup adalah Pendeta Utama, mengelola semua Sakramen dan mengatur Gereja.
  2. Imam memimpin sakramen dan jemaat lokal; mereka tidak dapat mentahbiskan pendeta lain, bagaimanapun, tidak menguduskan bangunan.
  3. Dalam beberapa denominasi, Diakon memainkan peran non-sakramental dan membantu dalam Liturgi.
Sampai reformasi, Rohaniwan adalah real pertama tetapi diasingkan ke real sekuler Protestan Eropa Utara. Setelah selibat wajib dihapuskan selama reformasi, pembentukan kelas Imam sebagian turun-temurun menjadi mungkin, dimana kekayaan dan posisi Rohaniwan yang sering diwariskan. Pendeta Tinggi diposisikan membentuk Rohaniwan ini berpendidikan kelas atas.
Gereja Anglikan Tinggi dan Gereja Lutheran Tinggi cenderung menekankan peran Rohaniwan dalam meracik Sakramen Kristen. Negara-negara, yang pernah menjadi bagian dari kekaisaran Swedia, yaitu Finlandia dan Baltik, telah lebih nyata mengawetkan Tradisi Katolik dan memperkenalkan lebih jauh teologi reformed (yaitu, Calvinis atau Zwingli) dan karenanya peran Uskup, Imam dan Diakon yang terutama lebih terlihat.
Uskup, Imam dan Diakon secara tradisional diresmikan lebih dari tindakan ibadah, penghormatan, ritual dan upacara. Di antara tradisi-tradisi sentral telah dibaptis, konfirmasi, tobat, pengurapan orang sakit, order kudus, pernikahan, misa atau kebaktian, dan penobatan. Ini disebut "ritual sosial" telah membentuk bagian dari budaya manusia selama puluhan ribu tahun. Antropolog melihat ritual sosial sebagai salah satu dari banyak budaya universal.
Rektor (dari kata Latin untuk penguasa) atau Pendeta dapat digunakan untuk Imam dalam pengaturan tertentu, terutama di tradisi Katolik Roma dan Anglikan.
Di Gereja Episkopal di Amerika Serikat, suatu Paroki, yang bertanggung jawab untuk keuangan sendiri, diawasi oleh Rektor. Seorang Uskup Nominal mengendalikan suatu dibantu secara finansial Paroki tetapi delegasi wewenang untuk seorang Pendeta (terkait dengan awalan "wakil" yang berarti pengganti atau wakil).

Pendeta

Istilah "Pendeta" berarti "Gembala" dan digunakan beberapa kali dalam Perjanjian Baru untuk menyebut Pekerja Gereja. Banyak Gereja Protestan menggunakan istilah sebagai Jabatan prenominal (misalnya, Pastor Smith) atau sebagai jabatan (seperti Pastor Senior atau Pendeta ibadah).

Rohaniwan

Kata bahasa inggris Rohaniwan berasal dari akar yang sama dengan petugas dan dapat ditelusuri ke Clericus Latin yang berasal dari kleros kata Yunani yang berarti "banyak" atau "bagian" atau "kantor". Istilah Panitera dalam tahbisan masih Jabatan teknis untuk Pendeta Kristen tertentu, dan penggunaannya lazim di Gereja dan Hukum Canon. Tahbisan mengacu pada setiap penerima Sakramen Tahbisan, baik Order Mayor (Uskup, Imam dan Diakon) dan Order Minor sekarang kurang dikenal (Acolyte, Lector, Exorcist dan Porter) yang, kecuali reformasi tertentu yang dibuat di Vatikan, kedua Dewan dalam Gereja Katolik Roma, yang disebut Rohaniwan atau Clerk, yang hanya merupakan bentuk pendek dari Rohaniwan. Rohaniwan yang dibedakan dari Kaum Awam telah menerima, dalam ritus formal pengenalan ke negara Rohaniwan, yang mencukur ubun-ubun atau korona (mahkota) yang melibatkan memotong rambut dari atas dan sisi kepala, meninggalkan lingkaran rambut yang melambangkan mahkota duri yang dipakai oleh Kristus di penyaliban-Nya.
Meskipun Kristen asal, istilah ini dapat diterapkan dengan analogi fungsi dalam agama-agama lain. Misalnya, seorang Rabi dapat disebut sebagai anggota Rohaniwan.
Parson adalah istilah yang sama sering diterapkan untuk Imam ditahbiskan atau Menteri. Kata adalah varian dari bahasa inggris kata orang dari persona Latin digunakan sebagai istilah hukum untuk satu yang memiliki yurisdik

Dominie, Dominee, Dom, Don

Kata-kata yang sama "dominie", "dominee" dan "dom", semua berasal dari Domine Latin (kasus vokatif dari Dominus "Tuhan, Master"), digunakan dalam konteks yang terkait. Dominie, berasal langsung dari Belanda, digunakan di Amerika Serikat, "Dominee", berasal dari Belanda melalui Afrikaans digunakan di Afrika Selatan sebagai Jabatan seorang Pendeta dari Gereja Reformasi Belanda. Di Skotlandia Inggris Rohaniwan umumnya digunakan untuk berarti hanya kepala sekolah. Dalam berbagai bahasa romantis, bentuk singkat dari dominus (dom, don) biasanya digunakan untuk Imam Katolik (kadang-kadang juga untuk tokoh awam juga) misalnya Benedictine Monks berjabatan Dom, seperti dalam gaya Dom Knight.

Pendeta dan Padres

Pendeta seperti dalam bahasa Inggris dan / atau Almoner (lebih disukai dalam banyak bahasa lainnya) atau setara mereka merujuk kepada Menteri yang memiliki jenis lain dari "kelompok sasaran" pastoral dari Paroki Jemaat Teritorial (atau di samping satu), seperti unit militer, sekolah dan rumah sakit.
Kata Spanyol Padre ("ayah") sering informal digunakan untuk mengatasi Pendeta Militer, juga dalam bahasa Inggris dan Portugis (Brasil).

Penatua

Sesepuh (dalam bahasa Yunani, πρεσβυτερος [presbuteros], lihat presbyter) dalam agama Kristen yang terlibat dalam kepemimpinan kolektif dari suatu Gereja lokal atau dari denominasi.
Beberapa denominasi presbyterian memanggil Menteri mereka mengajar orang tua. Berkuasa Penatua ditahbiskan adalah orang awam yang memerintah Gereja bersama dengan para tua-tua mengajar sebagai sesi Gereja.
Dalam Sidang Jemaat Allah dan Metropolitan Community Church Penatua adalah pemimpin paling senior yang melayani, memimpin, dan mengawasi denominasi di seluruh dunia. Dalam Gereja Komunitas Metropolitan, Penatua bisa menjadi orang yang awam atau Rohaniwan.

Jenis Pelayanan Di Gereja Non-Denominasi

Seperti pelayanan laki-laki, pelayanan perempuan, pelayanan kaum muda, pelayanan anak-anak, single dan pelayanan kampus, pelayanan pasangan menikah, karena memberikan setiap anggota jemaat dari berbagai latar belakang dan kelompok usia untuk memiliki kesempatan untuk bersekutu dengan orang-orang dalam kelompok hidup lebih dekat dengan mereka.

Pemimpin dan Agen Pastoral

Orang awam, relawan, agen pastoral, tokoh masyarakat bertanggung jawab untuk membawa mengajarkan Injil di garis terdepan membantu para Rohaniwan untuk menginjili orang. Agen bercabang-cabang dalam banyak cara untuk bertindak dan berhubungan dengan orang-orang dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan proyek-proyek keagamaan, sosial-politik dan infrastruktur.
Saksi-saksi Yehuwa menganggap setiap saksi dibaptis menjadi "Menteri"; agama memungkinkan setiap berkualitas dibaptis laki-laki dewasa untuk melakukan pembaptisan, pemakaman, atau pernikahan. Setiap layanan tersebut dilakukan oleh seorang Penatua atau "hamba pelayanan" (yaitu, diakon), salah satu orang yang ditunjuk untuk "memimpin" dalam jemaat lokal. Saksi tidak menggunakan istilah "penatua" atau lainnya sebagai Jabatan, dan tidak memanfaatkan istilah. Mereka tidak menerima pembayaran dan tidak bergaji individu atau dianggap "pendeta yang dibayar", tetapi mereka menerima sumbangan dari para anggota jemaat untuk membantu mereka dengan biaya sehari-hari mereka. Badan Agama ini dapat menunjuk setiap orang dewasa dibaptis laki-laki sebagai penatua, tetapi lebih biasanya memberikan komite tertentu lainnya (biasanya, di kantor cabang) untuk membuat janji seperti atas namanya; penunjukan dikatakan "oleh Roh Kudus" karena "kualifikasi [yang] dicatat dalam Roh-Terinspirasi Firman Allah" dan karena menunjuk komite "berdoa untuk Roh Kudus".
Dalam banyak Gereja Evangelis, kelompok (beberapa Tetua sebagai lawan Tetua tunggal) dari (non-staf) Penatua berfungsi sebagai "Gembala" spiritual atau pengasuh dari jemaat, biasanya memberikan bimbingan rohani kepada staf pastoral, menegakkan disiplin Gereja, dll. Dalam beberapa denominasi tua-tua ini disebut dengan nama lain, yaitu; tradisional "diaken" di banyak Gereja Baptis berfungsi sebagai pemimpin spiritual. Dalam beberapa kasus orang tua ini terpilih dan masa jabatan tetap. Dalam kasus lain mereka tidak dipilih melainkan mereka "diakui oleh jemaat sebagai orang-orang yang ditunjuk oleh Roh Kudus (Kisah Para Rasul 20:28) dan memenuhi kualifikasi 1 Timotius 3:. 1-7".

Monsignor

Monsignor adalah Jabatan Gerejawi kehormatan diberikan pada beberapa imam.

Uskup

Suatu wali adalah anggota Rohaniwan memiliki yurisdiksi kanonik khusus atas wilayah atau sekelompok orang. Biasanya, wali adalah Uskup. Uskup kadang-kadang mengacu pada Pendeta dari suatu Gereja Negara dengan hirarki formal, dan menunjukkan bahwa wali menikmati hak istimewa hukum dan kekuasaan sebagai akibat status klerikal.

Ayah

"Bapa" adalah istilah sebutan untuk Imam dan Diakon di beberapa Gereja, terutama Tradisi Katolik Roma, Ortodoks dan Anglikan.
"Padre" (kata Spanyol untuk ayah, yang digunakan di Brazil juga) sering digunakan dalam militer negara-negara berbahasa Inggris.

Seorang Imam Dari Pendeta Yang Biasa.

Seorang penulis Kristen pra-gramedia diterima oleh Gereja sebagai saksi otoritatif untuk mengajar dan praktek (lihat bapa Gereja: orang-orang yang tidak sepenuhnya Ortodoks tapi tetap memiliki dampak besar pada agama Kristen, seperti Origen dan Tertullian, yang disebut "Penulis Gerejawi " sebagai gantinya).
"Mama" adalah istilah bahasa lokal untuk berbahasa Inggris Imam Anglikan di Gereja Anglikan Melanesia. Ini berarti "Ayah" dalam beberapa bahasa lokal di Vanuatu dan kepulauan Solomon.

Uskup Agung

Dalam agama Kristen, seorang Uskup Agung adalah seorang Uskup Tinggi, bertanggung jawab untuk semua Gereja milik kelompok agama dari distrik tertentu.
Seorang Uskup di kepala suatu provinsi Gerejawi atau salah satu dari pangkat kehormatan setara.

Isu

Ada kontras pandangan tentang tingkat kompensasi yang diberikan kepada Menteri relatif terhadap komunitas agama. Sering ada harapan bahwa mereka dan keluarga mereka akan menghindari kesombongan. Namun, ada situasi di mana mereka juga dihargai untuk berhasil menarik orang untuk komunitas agama mereka atau meningkatkan status atau kekuasaan dari masyarakat.
Penahbisan perempuan telah semakin menjadi diterima dalam banyak kelompok keyakinan agama global, dengan beberapa perempuan sekarang memegang posisi paling senior di hierarki organisasi. Ada ketidaksepakatan antara berbagai denominasi Gereja global, dan dalam keanggotaan denominasi, mengenai apakah wanita bisa jadi Menteri.
Ada pertentangan penting atas masalah penahbisan homoseksual pada tahun 1980 dalam United Church of Canada, dan pada 1990-an dan awal abad ke-21 dalam Presbyterian Church USA. Gereja Episkopal, Cabang Amerika Komuni Anglikan di seluruh dunia, 2016 terbagi atas isu pentahbisan homoseksual. Konflik ini merusak parah hubungan antara Anglikan di Amerika Utara dan di dunia ketiga, terutama Afrika dan Asia Tenggara, dan telah menyebabkan perpecahan di dalam Gereja Anglikan Amerika.

Gaya dan Bentuk Sebutan

Pada sebagian besar Gereja-Gereja, Menteri ditahbiskan bergaya "Pendeta". Namun, seperti disebutkan di atas, ada pula yang bergaya "Pastor" dan lain-lain tidak menggunakan gaya agama atau bentuk sebutan, dan disebutankan pada orang lain, misalnya sebagai Mr, Ms, Miss, Mrs atau dengan Nama.

Anglikan

Di Gereja-Gereja Anglikan gaya bagi para Menteri ditahbiskan bervariasi menurut kantor mereka, seperti di bawah ini.
  • Imam dan Diakon, dari Pentahbisan dan seterusnya-Pendeta
  • Imam dan Diakon Ditunjuk sebagai kanon-Pendeta Canon
  • Dekan (atau Provosts) dari Gereja-Katedral Pendeta Utama
  • Archdeacons dari Keuskupan atau wilayah
  • Uskup (Keuskupan, Sufragan, atau Koajutor) Pendeta Benar
  • Uskup Agung (dan Uskup Primata lainnya) pendeta kebanyakan
  • Dalam semua kasus, gaya formal harus diikuti dengan nama Kristen atau awal, misalnya Pendeta John Smith, atau Pendeta J. Smith, tetapi tidak pernah hanya Pendeta Smith.
Ini adalah gaya formal. Dalam pidato yang normal (baik menangani pendeta atau merujuk kepada mereka) bentuk lain dari sebutan yang sering digunakan. Untuk semua pendeta ini mungkin termasuk Jabatan "Bapa" (laki-laki) atau "Ibu" (perempuan), khususnya dalam tradisi Anglo-Katolik, atau hanya Jabatan sekuler yang tepat (pak, dokter, dll) untuk orang itu, terutama di Tradisi Evangelis; juga semakin umum untuk membuang sebutan formal dan gelar mendukung sebutan lisan hanya dengan nama yang diberikan. Uskup dapat ditangani sebagai "Tuhanku", dan kurang secara resmi sebagai "Bishop". Demikian pula, Uskup Agung dapat diatasi sebagai "Yang Mulia", dan kurang secara resmi sebagai "Uskup Agung". Jabatan "Tuhanku" dan "Mulia" merujuk pada tempat-tempat yang dimiliki oleh uskup tersebut di Gereja inggris dalam urutan prioritas negara; namun, Jabatan yang sama juga disampaikan kepada para Uskup dan Uskup Agung Gereja Anglikan lainnya, di luar Inggris. Sebagai Anglikan mewakili berbagai pendapat teologis, Presbiterat yang termasuk imam yang menganggap dirinya tidak berbeda dalam setiap rasa hormat dari orang-orang dari Gereja Katolik Roma, beberapa Paroki dan Keuskupan di "Gereja Low" atau lingkaran evangelical lebih suka menggunakan Jabatan Presbiter atau "Menteri" untuk menjauhkan diri dari implikasi teologis lebih yang mereka kaitkan dengan kata "imam". Sementara Imam adalah istilah resmi untuk anggota dari presbiterat di setiap provinsi Anglikan di seluruh dunia, ritus tahbisan provinsi tertentu (termasuk Gereja Inggris) mengakui luasnya pendapat dengan mengadopsi Jabatan Pentahbisan Imam (juga disebut Penatua).

Katolik Roma

Dalam Gereja Katolik Roma bentuk sebutan tergantung pada orang memegang kantor, dan negara di mana ia sedang bertugas karena mereka biasanya identik dengan Jabatan yang digunakan oleh Equals Feodal atau pemerintah mereka. Di negara-negara yang paling berbahasa inggris bentuk sebutan adalah:
  • Seorang Imam biasanya disebut sebagai Bapa, dan kadang-kadang sebagai Penghormatan Anda atau Pendeta Bapa.
  • Suatu Monsignor ditujukan sebagai "Monsignor."
  • Seorang Uskup ditujukan sebagai Mulia atau, Kurang Formal, Yang Mulia. Di Inggris dan beberapa negara lain mereka secara resmi ditujukan sebagai Tuhan Saya atau Tuhan Bishop Saya.
  • Uskup Agung juga ditujukan sebagai Mulia atau, kurang formal, Yang Mulia. Di inggris dan beberapa negara lain mereka secara resmi ditujukan sebagai Rahmat Anda.
  • Seorang Kardinal ditujukan sebagai Yang Mulia.
  • Paus Gereja Katolik Roma sering ditujukan sebagai Bapa Suci atau Mulia.
  • Di Perancis, Imam Sekular (Diosesan Imam) yang ditujukan "Monsieur l'abbé" atau, jika seorang Imam Paroki, sebagai "Monsieur Le Imam". Di Jerman dan Austria imam ditujukan sebagai "Hochwürden" (yang berarti "Sangat Layak") dan / atau dengan Jabatan jabatannya (Herr Pfarrer, yaitu Mr. Parson). Di Italia sebagai "Don" diikuti dengan namanya (misalnya "Don Luigi Perrone").
Imam Religius (anggota ordo keagamaan) yang ditujukan "Bapa" di semua negara (Père, Pater, Padre dll).
Sampai abad ke-19 Rohaniwan sekuler dalam negara berbahasa Inggris biasanya ditujukan sebagai "Tuan" (yang, pada hari-hari, Jabatan disediakan untuk pria, yang berada di luar bangsawan yang disebut dengan nama dan nama keluarga saja), dan hanya imam di perintah agama secara resmi disebut "Bapa". Pada awal abad ke-19 itu menjadi adat untuk memanggil semua imam "Bapa".
Pada abad pertengahan, sebelum reformasi, Imam Sekular yang berhak sebagai Ksatria, dengan awalan "Sir". Lihat contoh di drama Shakespeare seperti Sir Christopher Urswick di Richard III. Ini lebih dekat ke Italia dan Spanyol "Don" yang berasal dari bahasa Latin "dominus" yang berarti "Tuhan;" dalam bahasa Inggris, awalan "Dom" digunakan untuk imam yang biarawan, awalan yang dieja "dan" dalam bahasa Inggris Tengah. Perancis "monsieur" (seperti Jerman "Mein Herr", Italia "Signor" dan Spanyol "Señor") juga menandakan "Tuhanku", Jabatan yang biasa digunakan di masa lalu untuk setiap orang berpangkat, Rohaniwan atau berkedudukan.
Istilah "Menteri" digunakan oleh Gereja Katolik dalam beberapa kasus, seperti Kepala Fransiskan menjadi Menteri Umum.
Dalam Gereja Katolik Yunani, semua Rohaniwan disebut "Bapa", termasuk Diakon, yang berJabatan "Pastor Deacon", "Deacon Bapa", atau hanya "Bapa". Tergantung pada lembaga, seminaris mungkin berjabatan "Brother", "Saudara Frater", "Bapa Frater" atau hanya "Bapa". Istri mereka biasanya ditujukan sebagai "Presvytera", "Matushka" atau "Khourriyye" seperti di dunia Ortodoks dan juga dengan nama pertama mereka. Katolik Yunani leluhur ditujukan sebagai Beatitude Anda. Rohaniwan Timur biasanya dipanggil dengan nama Kristen atau pentahbisan mereka, bukan nama keluarga mereka.

Ortodoks

Yunani dan lainnya Gereja Ortodoks
Bentuk sebutan untuk Pendeta Ortodoks bervariasi sesuai dengan Order, pangkat dan tingkat pendidikan. Bentuk yang paling umum adalah sebagai berikut
(1) Jabatan formal (2) penerima untuk (3) sebutan Salutation
  • (1) Patriark Ekumenis Konstantinopel (2)  semua Mulia ... Uskup Agung Konstantinopel dan
  • (1) Roma Baru, Patriark Ekumenis (2) Anda (3) Semua Kekudusan
  • (1) Leluhur lainnya nya (2) Beatitude Patriark ... (3) Dari ... Beatitude Anda
  • (1) Uskup Agung Gereja Independen, Yunani, Siprus, dll nya (2) Beatitude Uskup Agung ... (3) Dari ... Beatitude Anda
  • (1) Uskup Agung Kreta, Amerika, Australia, Inggris (di bawah Patriarkat Ekumenis) (2) Yang Mulia Uskup Agung ... (3) Dari ... Mulia
  • (1) Metropolitan (2) Yang Mulia Metropolitan ... (3) Dari ... Mulia
  • (1) Tituler Metropolitans (2) Yang Mulia Metropolitan ... (3)  Dari ... Mulia
  • (1) Uskup / Titular Bishop (2) His Grace Bishop ... (3) Dari ... Mulia
  • (1) Archimandrite the Very (2) Pendeta Bapa (3) Bapa
  • (1) Priest (menikah dan bujangan) (2) Pendeta Bapa (3) Bapa
  • (1) Deacon (2) Pendeta Deacon (3) Bapa
  • (1) Abbas Sangat (2) Pendeta Abbot (3)  Bapa
  • (1) Kepala Biara (2) Pendeta Suster (3) Kepala Biarawati
  • (1) Monk (2) Bapa (3) Bapa
  • (1) Nun (2) Suster (3) Terhormat Suster
Armenian Apostolic
Bentuk sebutan Rohaniwan apostolik Gereja Armenia (milik keluarga dari Oriental Ortodoks Gereja  hampir sama.
(1) Jabatan formal (2) penerima untuk (3) sebutan salutation
  • (1) Catholicos dari semua Armenia (2) Yang Mulia, Maha Patriark Dan Catholicos Dari All Armenia (3) Mulia
  • (1) Catholicos dari kilikia (2) yang mulia, catholicos dari kilikia (3)  mulia
  • (1) Patriark (2) Beatitude, Armenia Patriark ... (3) Beatitude Anda
  • (1) Uskup Agung (2) Mulia (3) Mulia
  • (1) Uskup (2) Mulia (3) Mulia
  • (1) Agung Dokter Monk (Tsayraguyn Vardapet; Armenia: ԾայրագույնՎարդապետ) (2) Pendeta Bapa Benar (3) Pendeta Pastor
  • (1) Dokter Monk (Vardapet; Armenia: Վարդապետ) (2) Pendeta Bapa Benar (3) Benar Pendeta Pastor
  • (1) Pendeta Yang Hidup Selibat (Armenia: Աբեղայ) (2) The Very Pendeta Bapa (3)  Sangat Pendeta Pastor
  • (1) Imam Agung (Armenia: ԱվագՔահանայ) (2) Imam Agung Bapa (3) Bapa
  • Priest (Menikah; Armenia: Քահանայ) (2) Pendeta Bapa (3) Bapa
  • (1) Deacon (2) Pendeta Pastor (3) Bapa
  • (1) Monk (2) Saudara (3) Yang Terhormat Saudara
  • (1) Nun (2) Suster(3)  Terhormat Suster

KESIMPULAN:

Jabatan yang berkembang begitu luas dan banyak. Kita melihat ada persamaan di antara semua:

  1. Berbagai jabatan yang ada menunjukkan hirarki tanggung jawab dari segi wilayah dan organisasi
  2. Ada variasi di antara kaum awam dan pengerja khusus dan kombinasinya
  3. Berbagai variasi yang ada lahir dari pemahaman, pengalaman, kebutuhan dan kesepakatan di antara para pemimpin yang berkuasa dan berwenang untuk itu
  4. Semua memiliki rujukan kepada Kitab Suci yang mereka jadikan otoritas dalam kompetensi masing-masing
  5. Kita harus membuat pilihan apakah mengikut tradisi yang sudah ada atau menggali dari semua sumber yang teredia untuk selanjutnya menciptakan yang paling sesuai dengan kita
  6. Apa yang sudah kita pilih sebaiknya tetap fokus di situ, karena tidak ada satu ukuran dan tidak ada satu wadah otoritas manapun yang mampu membuat satu jenis untuk semua, kecuali prinsip-prinsip Kekristenan yang disepakati bersama
  7. Kompetensi masing-masing dikembangkan dan diformulasikan sesuai cara pencapaian tujuan masing-masing.
  8. Holistik Minister Kristen merujuk kepada Alkitab (Bible) tentang TRILOGI MISI: Amanat Pembangunan, Perintah Utama, dan Amanat Agung.

PERATURAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945
Pasal 28E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. **)
(2) Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya. **)
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. **)
Pasal 28I
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun. **)
Pasal 28J
 (2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis. **)
Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.
Pasal 31
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan tekhnologi  dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. ****)
Peraturan Perundangan Pendidikan Keagamaan
  1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  2. Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 jo Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969 Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama
  3. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan
  6. Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru
  8. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 stdud 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan
  9. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Keagamaan Kristen berlaku untuk pendidikan dasar dan menengah.
JENIS PENDIDIKAN
  • Pendidikan formal merupakan pendidikan di sekolah yang di peroleh secara teratur, sistematis, bertingkat, dan dengan mengikuti syarat-syarat yang jelas.
  • Pendidikan informal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
  • Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.
  • Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.
  • Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.
  • Pendidikan nonformal meliputi pendidikan kecakapan hidup, pendidikan anak usia dini, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja. Pendidikan kesetaraan meliputi Paket A, Paket B dan Paket C, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik seperti: Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, majelis taklim, sanggar, dan lain sebagainya, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.
  • Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

PENDIDIKAN KEAGAMAAN

Pendidikan keagamaan pada umumnya diselenggarakan oleh masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh, dan untuk masyarakat. Jauh sebelum Indonesia merdeka, perguruan-perguruan keagamaan sudah lebih dulu berkembang. Selain menjadi akar budaya bangsa, agama disadari merupakan bagian tak terpisahkan dalam pendidikan. Pendidikan keagamaan juga berkembang akibat mata pelajaran/kuliah pendidikan agama yang dinilai menghadapi berbagai keterbatasan. Sebagian masyarakat mengatasinya dengan tambahan pendidikan agama di rumah, rumah ibadah, atau di perkumpulan-perkumpulan yang kemudian berkembang menjadi satuan atau program pendidikan keagamaan formal, nonformal atau informal.
Secara historis, keberadaan pendidikan keagamaan berbasis masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya pembangunan masyarakat belajar, terlebih lagi karena bersumber dari aspirasi masyarakat yang sekaligus mencerminkan kebutuhan masyarakat sesungguhnya akan jenis layanan pendidikan. Dalam kenyataan terdapat kesenjangan sumber daya yang besar antar satuan pendidikan keagamaan. Sebagai komponen Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan keagamaan perlu diberi kesempatan untuk berkembang, dibina dan ditingkatkan mutunya oleh semua komponen bangsa, termasuk Pemerintah dan pemerintah daerah.
Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan merupakan kesepakatan bersama pihak-pihak yang mewakili umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Masing-masing telah memvalidasi rumusan norma hukum secara optimal sesuai karakteristik agama masing-masing.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012  Tentang Pendidikan Tinggi

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan kepada Pemerintah untuk mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa serta memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
Pendidikan tinggi sebagai bagian dari system pendidikan nasional memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora serta pembudayaan dan pemberdayaan bangsa Indonesia yang berkelanjutan.
Untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi di segala bidang, diperlukan pendidikan tinggi yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menghasilkan intelektual, ilmuwan, dan/atau profesional yang berbudaya dan kreatif, toleran, demokratis, berkarakter tangguh, serta berani membela kebenaran untuk kepentingan bangsa.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia.
Ilmu Pengetahuan adalah rangkaian pengetahuan yang digali, disusun, dan dikembangkan secara sistematis dengan menggunakan pendekatan tertentu, yang dilandasi oleh metodologi ilmiah untuk menerangkan gejala alam dan/atau kemasyarakatan tertentu.
Teknologi adalah penerapan dan pemanfaatan berbagai cabang Ilmu Pengetahuan yang menghasilkan nilai bagi pemenuhan kebutuhan dan kelangsungan hidup, serta peningkatan mutu kehidupan manusia.
Humaniora adalah disiplin akademik yang mengkaji nilai intrinsik kemanusiaan.
Pendidikan Tinggi bertujuan:
  1. berkembangnya potensi Mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa;
  2. dihasilkannya lulusan yang menguasai cabang Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi untuk memenuhi kepentingan nasional dan peningkatan daya saing bangsa;
  3. dihasilkannya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui Penelitian yang memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora agar bermanfaat bagi kemajuan bangsa, serta kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia; dan
  4. terwujudnya Pengabdian kepada Masyarakat berbasis penalaran dan karya Penelitian yang bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang menyiapkan Mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan. Pendidikan vokasi dapat dikembangkan oleh Pemerintah sampai program magister terapan atau program doctor terapan.
Program diploma merupakan pendidikan vokasi yang diperuntukkan bagi lulusan pendidikan menengah atau sederajat untuk mengembangkan keterampilan dan penalaran dalam penerapan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi. Program diploma menyiapkan Mahasiswa menjadi praktisi yang terampil untuk memasuki dunia kerja  sesuai dengan bidang keahliannya, terdiri atas program:
a. diploma satu;
b. diploma dua;
c. diploma tiga; dan
d. diploma empat atau sarjana terapan.
Lulusan program diploma berhak menggunakan gelar ahli atau sarjana terapan.
Program magister terapan merupakan kelanjutan pendidikan vokasi yang diperuntukkan bagi lulusan program sarjana terapan atau sederajat untuk mampu mengembangkan dan mengamalkan penerapan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah. Program magister terapan mengembangkan Mahasiswa menjadi ahli yang memiliki kapasitas tinggi dalam penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pada profesinya. Lulusan program magister terapan berhak menggunakan gelar magister terapan.
Program doktor terapan merupakan kelanjutan bagi lulusan program magister terapan atau sederajat untuk mampu menemukan, menciptakan, dan/atau memberikan kontribusi bagi penerapan, pengembangan, serta pengamalan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui penalaran dan penelitian ilmiah. Program doktor terapan mengembangkan dan memantapkan Mahasiswa untuk menjadi lebih bijaksana dengan meningkatkan kemampuan dan kemandirian sebagai ahli dan menghasilkan serta mengembangkan penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi melalui penelitian yang komprehensif dan akurat dalam memajukan peradaban dan kesejahteraan manusia.
Lulusan program doktor terapan berhak menggunakan gelar doktor terapan.
Gelar vokasi diberikan oleh Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi. Gelar vokasi terdiri atas:
a. ahli pratama;
b. ahli muda;
c. ahli madya;
d. sarjana terapan;
e. magister terapan; dan
f. doktor terapan.
Perguruan Tinggi yang memiliki program doktor berhak memberikan gelar doktor kehormatan kepada perseorangan yang layak memperoleh penghargaan berkenaan dengan jasa-jasa yang luar biasa dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan/atau berjasa dalam bidang kemanusiaan.

Pendidikan Tinggi Keagamaan

Pemerintah atau Masyarakat dapat menyelenggarakan pendidikan tinggi keagamaan. Pendidikan tinggi keagamaan berbentuk universitas, institut, sekolah tinggi, akademi dan dapat berbentuk ma’had aly, pasraman, seminari, dan bentuk lain yang sejenis.
Pendidikan Jarak Jauh
Pendidikan jarak jauh merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. Pendidikan jarak jauh bertujuan:
  1. memberikan layanan Pendidikan Tinggi kepada kelompok Masyarakat yang tidak dapat mengikuti Pendidikan secara tatap muka atau reguler; dan
  2. memperluas akses serta mempermudah layanan Pendidikan Tinggi dalam Pendidikan dan pembelajaran.
Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta system penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Ijazah diberikan kepada lulusan pendidikan vokasi sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar dan/atau penyelesaian suatu program studi terakreditasi yang diselenggarakan oleh Perguruan Tinggi.
Sertifikat kompetensi merupakan pengakuan kompetensi atas prestasi lulusan yang sesuai  dengan keahlian dalam cabang ilmunya dan/atau memiliki prestasi di luar program studinya. Serifikat kompetensi diterbitkan oleh Perguruan Tinggi bekerja sama dengan organisasi profesi, lembaga pelatihan, atau lembaga sertifikasi yang terakreditasi kepada lulusan yang lulus uji kompetensi. Sertifikat kompetensi dapat digunakan sebagai syarat untuk memperoleh pekerjaan tertentu.
Sistem Penjaminan Mutu
Pendidikan Tinggi yang bermutu merupakan Pendidikan Tinggi yang menghasilkan lulusan yang mampu secara aktif mengembangkan potensinya dan menghasilkan Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi yang berguna bagi Masyarakat, bangsa, dan negara.
Perguruan Tinggi melaksanakan fungsi dan peran sebagai:
  1. wadah pembelajaran Mahasiswa dan Masyarakat;
  2. wadah pendidikan calon pemimpin bangsa;
  3. pusat pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;
  4. pusat kajian kebajikan dan kekuatan moral untuk mencari dan menemukan kebenaran; dan
  5. pusat pengembangan peradaban bangsa.
Sekolah Tinggi merupakan Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan pendidikan akademik dan dapat menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam satu rumpun Ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi tertentu dan jika memenuhi syarat, sekolah tinggi dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2007 Tentang Pendidikan Agama Dan Pendidikan Keagamaan
  1. Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran/kuliah pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.
  2. Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan tentang ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama dan mengamalkan ajaran agamanya.
  3. Pendidikan agama berfungsi membentuk manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dan mampu menjaga kedamaian dan kerukunan hubungan inter dan antarumat beragama.
  4. Pendidikan agama bertujuan untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai agama yang menyerasikan penguasaannya dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
  5. Pendidikan keagamaan berfungsi mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama.
  6. Pendidikan keagamaan bertujuan untuk terbentuknya peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
  7. Pendidikan keagamaan menyelenggarakan pendidikan ilmu-ilmu yang bersumber dari ajaran agama.
  8. Penyelenggaraan pendidikan ilmu yang bersumber dari ajaran agama yang memadukan ilmu agama dan ilmu umum/keterampilan terutama bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik pindah pada jenjang yang sama atau melanjutkan ke pendidikan umum atau yang lainnya pada jenjang berikutnya.
  9. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah memberi bantuan sumber daya pendidikan kepada pendidikan keagamaan.
  10. Pemerintah melindungi kemandirian dan kekhasan pendidikan keagamaan selama tidak bertentangan dengan tujuan pendidikan nasional.
Pendidikan Keagamaan Kristen
  1. Pendidikan keagamaan Kristen diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.
  2. Pendidikan keagamaan Kristen jalur pendidikan formal diselenggarakan pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
  3. Penamaan satuan pendidikan keagamaan Kristen jalur pendidikan formal jenjang pendidikan menengah dan tinggi merupakan hak penyelenggara satuan pendidikan yang bersangkutan.
  4. Pendidikan tinggi keagamaan Kristen diselenggarakan oleh gereja dan atau lembaga keagamaan Kristen.
  5. Pendidikan keagamaan jenjang pendidikan tinggi diselenggarakan dalam bentuk Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK) dan Sekolah Tinggi Teologi (STT) atau bentuk lain yang sejenis.
  6. STAK, STT atau bentuk lain yang sejenis dapat diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat.
  7. Penamaan satuan jenjang pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh gereja dan/atau lembaga keagamaan Kristen merupakan hak penyelenggara satuan pendidikan yang bersangkutan.
  8. Isi/materi kurikulum menyangkut iman dan moral pendidikan keagamaan Kristen/Teologi jenjang pendidikan tinggi merupakan kewenangan gereja dan/atau lembaga keagamaan Kristen.
  9. Untuk dapat diterima sebagai mahasiswa pada pendidikan tinggi keagamaan Kristen seseorang harus berijazah SMA atau yang sederajat.

CARA BELAJAR


BELAJAR GRATIS SENDIRI

Anda dapat belajar sendiri dengan mengunduh/mendownload bahan pelajaran yang tersedia. Anda dapat mengatur waktu dan materi yang Anda pilih sesuai dengan keinginan Anda. Anda dapat memulai kapan saja dan dimana saja, sepanjang Anda sudah memiliki bahan pelajaran atau Anda dapat akses dengan tersedianya jaringan internet untuk masuk ke situs www.lemsakti.com

BELAJAR BERBAYAR METODE MENTOR

Metode Mentor membangun hubungan antara Anda yang belajar dengan Kami sebagai Mentor. Belajar Mentor diharapkan dapat diukur tingkat kemampuan Peserta memahami dan menguasai pelajaran. Ukuran pemahaman dan penguasaan pelajaran disebut kompetensi. Kompetensi bersifat praktis, karena memang ditujukan untuk vokasi atau pekerjaan nyata sehari-hari.Kami harapkan Anda dapat menerapkan apa yang Anda pelajari dalam kehidupan sehari-hari Anda. Untuk mengetahui ukuran pemahaman dan penguasaan bahan belajar Anda, Anda wajib mengikuti ujian dan mengerjakan tugas yang diwajibkan sesuai dengan peminatan yang Anda tempuh.

Pendidikan Vokasi diberikan gelar. Pelaksanaan pendidikan non-formal, dapat diberikan gelar setara dengan pendidikan vokasi. Silahkan pilih pelajaran dan program studi sesuai dengan minat Anda.

Sekolah Penginjilan

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.

2. Kabar Baik
Mengenal Allah; Yesus hidup, dan anugerah Allah; hidup sesudah kematian; kedatangan Kristus kedua kali, dan akhir zaman.

3. Bertanya kepada Allah
Doa yang menggerakkan hati Allah; menggerakkan kaki dan mulut kita, dan menyingkirkan musuh.

4. Poin-poin Persiapan tentang Keselamatan
Mengatasi ketakutan untuk bersaksi, dan mempersiapkan hati, isi pesan dan pendekatan kita kepada orang lain.

5. Gaya Hidup Penginjil
Jika kita mau melakukan apa yang dikerjakan Yesus pada waktu itu, maka orang-orang akan ditarik kepada Kristus dengan cara yang sama.

6. Dengan Berbagai Cara
Penginjilan yang efektif, menjadi sahabat orang-orang berdosa, menjadi peka, memiliki fokus, tahu di mana harus memulai.

7. Diperlengkapi
Memahami bagaimana Allah mendukung kesaksian Anda dengan kuasa Firman-Nya, Roh-Nya, dan lain-lain!

8. Tanda dan Mujizat
Tanda-tanda dan mujizat dari Allah membuat gereja mula-mula bertumbuh pesat, bagaimana dengan zaman sekarang?

9. Menyembuhkan yang Sakit
Kuasa Allah yang menyembuhkan dan cara melakukan pelayanan kesembuhan bagi orang yang sakit, fisik maupun emosi.

10. Mengusir Setan
Mengapa banyak orang dibelenggu kuasa jahat? Langkah-langkah untuk membawa mereka ke dalam berkat dalam nama Yesus.


Sekolah Misi

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Rencana Allah bagi Dunia
Menemukan dan mengerti apa yang hendak dilakukan Allah bagi dunia, dan apa yang diharapkan-Nya dari kita.
3. Amanat Agung
rencana Allah yang sudah dinubuatkan, kuasa untuk melakukan tugas, dan ladang untuk dikerjakan, sampai Tuhan datang kembali.
4. Apakah Misi Itu?
Yakinkah Anda kenyataan akan kekekalan, dan akhir yang pasti, surga atau neraka? Apakah manusia benar-benar terhilang, dan mengapa?
5. Janji Misi Allah
Janji dari Allah yang dapat Anda warisi melalui iman, untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa sekarang.
6. Menyelesaikan Tugas
Menemukan banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjangkau ujung-ujung bumi bagi Kerajaan Allah.
7. Orang-orang yang Belum Terjangkau
Sangat dekat dengan gereja di negara-negara miskin. Siapakah yang pertama-tama akan menyelesaikan Amanat Agung?
8. Menjangkau yang Belum Terjangkau
Memahami mengapa dan bagaimana menjangkau kaum yang belum terjangkau oleh Injil Yesus Kristus.
9. Yesus, Misionaris Allah
Misi inkarnasi; cara Yesus melakukannya; pasukan misi di zaman ini, petunjuk untuk berkomunikasi dengan orang asing.
10. Mengapa Ada Orang Miskin, Bahkan Sangat Miskin?
Apakah itu kesalahan mereka, atau adakah alasan lain? Bagaimana Yesus berkata, "Diberkatilah, hai kamu yang miskin”?
11. Diurapi untuk Orang Miskin
Siapakah yang telah dipilih oleh Allah untuk dipakai-Nya membawakan perubahan yang kekal bagi kaum miskin?

Sekolah Pemuridan

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Langkah-langkah Awal
Pertobatan, baptisan, menerima Roh Kudus, bergabung dengan keluarga Allah. Langkah awal sebagai orang Kristen
3. Merasa Yakin
Alkitab memberitahu kita dengan banyak cara, bahwa kini kita adalah milik Yesus sepenuhnya dan untuk selamanya.
4. Roh Kudus
Dipenuhi Roh Kudus, bukan hanya sesekali tetapi terus-menerus, sebagai kebutuhan utama bagi orang Kristen.
5. Doa
Langkah-langkah praktis untuk berdoa, dari perkataan Tuhan Yesus Kristus setelah diminta oleh murid-murid-Nya, "Ajarlah kami berdoa".
6. Firman Allah
Bagaimana memahami Firman Allah yang Hidup? Bagaimana Firman Allah bekerja di dalam kehidupan kita.
7. Merenungkan Firman
Menyingkapkan harta karun Firman Allah yang berlimpah-limpah, untuk menolong Anda mendengar suara-Nya.
8. Mendengar Suara Allah
Bagaimana mendengar suara Allah melalui berbagai cara, baik yang biasa maupun secara supranatural.
9. Penyembahan
Allah mencari penyembah-penyembah, bukan anggota gereja semata-mata. Pahami dan praktikkanlah setiap hari.
10. Kehidupan Iman
Apakah iman itu? Apa yang dikatakan Alkitab tentang iman; dari mana iman berasal, dan bagaimana melepaskan iman Anda?
11. Visi
Apakah visi itu? Dan mengapa setiap orang percaya memerlukan visi? Musuh-musuh visi; respons untuk menerima visi dari Allah.
12. Kehidupan yang Berkelimpahan
Tiga langkah dari Allah untuk melepaskan kehidupan yang berkelimpahan ke dalam kehidupan kita.
13. Menjadi seperti Yesus
Menemukan keindahan sifat-sifat Yesus, dan apa rencana Roh Kudus untuk membuat Anda menjadi semakin serupa dengan Yesus.
14. Kekudusan
Kekudusan tidak datang dari peraturan-peraturan, melainkan dari berdiamnya Roh Kudus di dalam diri kita.
15. Penderitaan
Alasan-alasan penderitaan, manfaat penderitaan, di manakah Allah pada waktu penderitaan? Pengharapan dalam penderitaan
16. Otoritas dalam Gereja
Mempelajari tujuh tingkat otoritas dalam kehidupan kita; garis berkat dari Allah, serta arti penundukan diri.
17. Kasih
Bagaimana kita dapat mengasihi orang-orang seperti diperintahkan Tuhan, termasuk ke diri Anda sendiri.
18. Kedatangan Kristus Kedua Kali
Tanda-tanda yang menunjuk kedatangan kembali Kristus yang tidak akan lama lagi, bagaimana mempercepat kedatangan-Nya.


Sekolah Kepemimpinan

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Panggilan Pertama: Menjadi Murid
Mengasihi Allah; memikul salib; mengikut Yesus; meninggalkan segala sesuatu untuk hidup bagi Allah.
3. Panggilan Allah
Panggilan Allah, dipanggil untuk mengikut Yesus, tiga respons kepada Allah, tiga tahap pengenalan akan kehendak Allah.
4. Siapa yang Dipanggil Allah?
Manusia mencari yang kuat, pandai dan kaya, tetapi siapakah yang dipilih, dipakai dan diubahkan Allah?
5. Penumpangan Tangan
Salah satu dari dasar iman, impartasi kuasa Allah untuk memberitakan Injil, menyembuhkan dan memberkati.
6. Ketekunan
Apakah yang selama ini masih menahan Anda dari menanggapi panggilan Allah? Ketekunan Anda akan membuahkan berkat.
7. Hukum Persiapan
memahami tujuan hidup, menguasai lidah; hati seorang murid; karakter pemimpin; dan pernyataan lulus dari Allah yang luar biasa.
8. Melangkah Keluar
Mengatur perjalanan iman Anda sesudah mendengarkan dan menaati panggilan Allah atas hidup Anda.
9. Puasa yang Benar
Apakah puasa menyukakan hati Allah? Puasa yang benar yang dikehendaki Allah tidak banyak kaitannya dengan makanan.
10. Belajar Setia
Setia dalam perkara kecil; kepada mereka yang membutuhkan, saat mengalami kerugian; dalam hubungan, dalam mengikuti aturan.
11. Pencobaan Membawa Pengujian
Harta, takhta, wanita; mengatasi kesombongan; kelelahan; seksualitas dan uang di dalam kehidupan Anda.
12. Mengatasi Sikap Tawar Hati
Mengapa kita mengalami tawar hati, dan bagaimana kita dan Tuhan bekerjasama untuk mengalahkannya.
13. Kesepian dalam Kepemimpinan
Bapa, Anak dan Roh Kudus menunjukkan kita model terbaik bagi kepemimpinan gereja. Kita tidak pernah melayani sendirian.
14. Mengatur Waktu
Menggunakan waktu dengan bijak bagi Allah, keluarga, istirahat dan rekreasi; bekerja dengan efisien.
15. Tujuan Hidup
Menolak nasib; berpegang teguh pada tujuan dan rencana Allah dalam kehidupan kita sebagai orang percaya.
16. Kisah Kerajaan
Warisan besar dari zaman pra-sejarah hingga zaman kemuliaan yang akan datang, kisah kerajaan yang tidak pernah basi.
17. Kemuliaan Kerajaan
Ikutilah perjalanan ke dalam Kerajaan Allah dan dapatkan kilasan keindahan Sang Raja, kemuliaan kerajaan-Nya.
18. Kedatangan Kerajaan
Di waktu lampau, waktu sekarang atau  yang akan datang? Bagaimana Anda mengetahui kalau Kerajaan itu sudah dekat?
19. Kerajaan yang Penuh Berkat
Kita melihat Konstitusi Kerajaan, dan kita mengetahui bahwa beberapa orang diberkati secara khusus.
20. Misi Kerajaan
Bila Kerajaan Allah maju, maka kerajaan kegelapan pun dikalahkan. Pahamilah misi-Nya yang mengikutsertakan Anda.
21. Kerajaan yang Disatukan
Mengungkapkan apa yang dapat kita lakukan agar kita menjadi satu seperti Dia, dan dunia menjadi percaya.
22. Kerajaan atau Bencana?
Prioritas Kerajaan atau sistem nilai Babilon. Satu yang sudah ditentukan untuk binasa, dan keputusan yang salah akan berakibat fatal.

Sekolah Pertumbuhan Gereja

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Gereja yang Bertumbuh
Bagaimana wujud sebuah gereja yang baik? Dapatkan beberapa jawaban secara rohani dan praktis di sini.
3. Gereja yang Menuai
Mempersiapkan diri untuk mengumpulkan tuaian akhir zaman. Bertahan terhadap setiap perlawanan.
4. Gereja Pelayan
Model kepemimpinan pelayan Perjanjian Baru, berlawanan dengan pemerintahan dari dunia sekuler dan dunia agamawi.
5. Gereja yang Bermultiplikasi
Cara praktis untuk menjadikan ribuan petobat baru menjadi murid-murid tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
6. Gereja Induk
Memenangkan satu jiwa itu sangat baik, tetapi tidaklah cukup bila dilihat dari pertambahan jumlah penduduk sekarang.
7. Gereja Sel
Mengatasi biaya gedung, menjanjikan ekspansi yang tak terbatas, memobilisasi banyak orang, memberikan perlindungan dari aniaya.
8. Gereja yang Hidup
Apakah gereja itu? Dan apa yang terjadi di dalamnya? Memahami suatu komunitas baru dan karunia-karunia Allah bagi umat-Nya.
9. Gereja yang Dipimpin Roh Kudus
Siapa Roh Kudus dan bagaimana bersekutu dengan-Nya, apa saja yang dikerjakan-Nya dan maknanya bagi hidup Anda.
10. Gereja yang Militan
Melihat dua kerajaan yang sangat berbeda dan saling berlawanan. Mempelajari musuh kita dan menelanjangi segala strateginya.
11. Gereja Rasuli
Adakah rasul-rasul untuk zaman sekarang? Dan jika ada, siapakah mereka, dan apa saja yang mereka kerjakan.
12. Gereja Komunitas
Memobilisasi setiap anggota untuk menjangkau lingkungan komunitas mereka masing-masing bahkan lingkungan yang lebih luas.
13. Gereja Misioner
Memiliki gereja kelas dunia berarti memiliki sasaran doa, melatih, memberi, pergi dan mengutus.
14. Gereja yang Mengutus
Bagaimana Anda dapat menjadi penjala manusia, memahami tanggung jawab gereja untuk mengutus.
15. Gereja yang Mengubahkan Dunia
Allah menginginkan rumah-Nya menjadi rumah doa bagi bangsa-bangsa, yaitu orang-orang dan gereja-gerejanya di dalamnya.


16. Gereja Kebangunan Rohani
Kebangunan rohani adalah impian setiap orang percaya, tetapi bagaimanakah hal itu dapat terjadi? Sulitkah hal itu dicapai?

Sekolah Uang

1. Perkenalan
Penjelasan sederhana dan ringkas tentang pelatihan, isi dan cara memperoleh yang terbaik dari pelatihan ini.
2. Memerangi Kemiskinan
Mengatasi tipu daya kemiskinan yang tak terelakkan, memerangi kemiskinan seperti memerangi penyakit.
3. Dari Kelaparan kepada Kelimpahan
Beralih dari keadaan kelaparan kepada keadaan kecukupa, baik untuk diri sendiri maupun banyak orang lain.
4. Mata Uang Kerajaan Allah
Membeli makanan dan minuman tanpa uang, menerima berkat yang besar dengan menggunakan mata uang yang berbeda.
5. Kunci Kerajaan Allah
Berbicara kepada gunung-gunung dan sungai-sungai, mematahkan kutuk, mengikat dan melepaskan, memberi dan menerima.
6. Ekonomi Kerajaan Allah
Berbagai macam cara Allah memberkati umat-Nya melalui penghasilan, pengelolaan dan pembelanjaan uang secara benar.
7. Skandal Pemborosan Orang Kristen
Fakta tentang pemborosan Kristen sekarang ini sementara orang-orang tak terjangkau dan tak terbina yang kelaparan tetap terabaikan.
8. Pekerja Jam Kesebelas
Beberapa dari antara kita masih memilih untuk tinggal di luar sebagai peminta-minta dan orang upahan.
9. Bagaimana Yesus Hidup?
Yesus mempunyai orang-orang yang kelaparan dan seorang bendahara, jadi dari mana uang itu datang?
10. Menggalang Dukungan
Menemukan cara mencari dukungan bagi misi Anda, dengan menggalang teman dan bukan menggalang dana.
11. Seminar Galang Dukungan
Sepuluh tips berdasarkan 30 tahun pengalaman kami dalam menggalang dukungan untuk proyek-proyek misi.


12. Bisnis Kerajaan Allah
Beberapa orang dipanggil dan diberikan karunia bukan untuk berada di mimbar melainkan di dunia bisnis.

Pelayanan Praktis bagi Kaum Miskin


Bank bagi Kaum Miskin 
Salah satu yang kami lakukan yang paling indah dan berhasil, dan telah mengubahkan kehidupan bagi para janda, yatim piatu, dan kaum miskin di Afrika dan Asia, dengan biaya yang relatif kecil. Pinjaman mikro dengan bunga nol atau sangat rendah akan memberikan pemasukan lokal bagi mereka. Bank Kambing, Lele, Ayam, Kelinci, Sayur Mayur, di bawah pendampingan SEM FARM, Pionir Urban Farming di Indonesia,  memberikan harapan baru bagi ratusan anak yatim piatu.
Bisnis untuk Misi
Menyerap tenaga kerja di negara dunia berkembang dan penggalangan dana lokal untuk menjangkau yang terhilang, terbuang dan terabaikan. Kami membuat obat-obat tradisional yang manjur untuk kesehatan masyarakat perkotaan seperti HERBAIL BCLMJ, BawangPutih CukaApel Lemon Madu Jahe.  Kami juga menyediakan Nasi Kotak dan Catering, yang dikerjakan oleh masyarakat sekitar Pusat Kegiatan kami, untuk kepentingan Pesta, Rapat, Pertemuan, Pelatihan, Seminar, Ulang Tahun, dan Acara yang membutuhkan makanan dan snack. Bahkan bersama mitra kami membuka pasar untuk berjualan bagi para pengusaha mikro di Ibukota.
Pesta bagi Kaum Miskin
Kami mengadakan pesta Natal di berbagai negara di dunia berkembang dan mengundang ribuan janda, anak yatim piatu, orang-orang cacat, penderita AIDS, dan anak-anak jalanan untuk bersama-sama berpesta, makan, minum, menari, menyanyi, menonton drama dan berdoa.
Toko bagi Kaum Miskin


Silakan beli seekor kambing, atau satu paket budidaya lele atau ayam atau kelinci atau sayur mayur untuk seorang anak yatim piatu, seharga Rp500.000,- atau Rp 1.000.000,-; silakan beli sebuah mesin jahit, silakan beli bank untuk kaum miskin, ada banyak barang yang dapat Anda beli dengan harga murah, dan turut serta mengubahkan dunia. Atau Cukup Beli HERBAL MAMI. 


Sekolah Ekonomi Kerajaan Allah





DIPLOMA HOLISTIK MINISTER

Gelar: SHM

Diploma Holistik Minister setara dengan 160 SKS kelas akademik, dalam bentuk belajar Mandiri, Tugas Mandiri, Ujian, Mentorship, Praktek Nyata, Pengembangan Ministry secara berkelanjutan, selama hayat dikandung badan. Selama Anda menggunakan Gelar tersebut, Anda memiliki kewajiban untuk pemeliharaan dan peningkatan MUTU, yang dilaksanakan secara interaktif sepanjang waktu.
Diploma Holistik Minister dapat menggunakan  gelar  DipHM atau Sarajana Terapan Holistrik Ministri disingkat SHM. Orang melihat Anda sebagai PRAKTISI yang sukses.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar